Tips Bijak Menghadapi Mutasi Kerja

rotasi

Mutasi! Barangkali bagi sebagian orang –mungkin termasuk Anda- gentar dengan kata ini. Bermacam bayangan berkecamuk di dalam kepala. Hingga ada anggapan kalau mutasi konon seperti memakan buah simlakama, dimakan ibu meninggal, tidak di makan ayah meninggal. Dua pilihan yang sama-sama tidak nyaman itulah yang dirasakan sebagaian orang yang mendapat perintah untuk angkat kaki dari tempat lama menuju tempat baru. Kalau ditolak, bos akan marak, namun kalau diterima, Anda masih menghadapi tanda Tanya besar tentang lingkungan baru Anda nanti: bagaimana pekerjaannya? Lebih berat atau lebih ringan? Bagaimana suasana dan iklim kerjanya? Bagaimana karakter orang-orang di tempat baru? Sebenarnya mutasi terdiri atas  3 makna, yaitu: demosi, rotasi dan promosi. Walau ketiganya memang mengisyaratkan pindah ke tempat baru, namun masing-masing memiliki latar berlakang yang berbeda. Berikut ini akan diulas secara rinci terlebih dahulu mengenai ketiga jenis mutasi tersebut:

1. Demosi merupakan perpindahan dari satu jabatan ke jabatan baru yang lebih rendah. Demosi atau penurunan jabatan biasanya disebabkan karena ketidakmampuan memenuhi sasaran  kerja yang telah ditetapkan atau dengan kata lain tidak perform. Ada pula demosi mendadak, biasanya disebabkan karena suatu pelanggaran kelas berat, seperti penggelapan dana kantor, pelecehan seksual terhadap rekan kerja, atau perbuatan lain yang mencemarkan perusahaan. Mereka yang mengalami demosi biasanya lantas menarik diri dan lebih suka ‘bersembunyi’ di balik meja. Bahkan ada yang mengambil jalan lebih ekstrem, yaitu mengundurkan diri dari kantor karena tidak tahan menanggung pandangan negative orang sekantor. Namun, ada pula demosi yang terjadi karena permintaan karyawan. Biasanya hal ini disebabkan karena tidak cocok, tidak mampu, atau alasan kesehatan/keluarga.

2. Rotasi merupakan perpindahan dari satu jabatan ke jabatan baru yang setara. Rotasi dilakukan dengan tujuan agar karyawan bersangkutan memiliki pengetahuan dan pemahaman baru, tidak terbatas pada lingkup kerja di unit kerjanya saja. Rotasi juga diharapkan dapat menghilangkan rasa jenuh karyawan yang sudah terlalu lama di satu posisi, sehingga  dengan perpindahan ke lingkungan baru tersebut, karyawan mendapatkan susasan berbeda yang dapat memunculkan motivasi kerja yang sudah lama hilang. Hanya saja rotasi ini tidak mudah dipraktekkan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar ritasi berjalan mulus, yaitu: 1) Memberikan pelatihan bagi karyawan sebelum menduduki posisi baru tersebut; 2) Mempersiapkan unit-unit kerja yang lain, karena rotasi juga menimbulkan efek berantai, jika satu posisi diubah maka posisi lainnya juga ikut berubah.

3. Promosi merupakan perpindahan dari satu jabatan ke jabatan baru yang lebih tinggi. Barangkali jenis mutasi ini yang paling ditunggu-tunggu setiap karyawan. Paling tidak ada 3 faktor yang dilihat untuk menentukan apakah seorang karyawan pantas dipromosikan ke posisi lebih tinggi, yaitu 1) Skill, menunjukan ketrampilan praktis seseorang di satu atau beberapa bidang; 2) Knowledge, lebih ke pengetahuan yang lebih umum untuk bidang tadi; 3) Attitude, menyangkut sikap atau pandangan karyawan terhadap kerja, seperti integritas, motivasi, kedisiplinan dan hubungan dengan rekan sekerja.

Setelah Anda memahami ketiga jenis mutasi tersebut, Anda dapat memahami bagaimana cara pandang perusahaan terhadap Anda selama ini. Selanjutnya, agar Anda dapat bijak menghadapi mutasi, simak tips berikut ini:

1. Persiapkan diri sebaik mungkin sebelum masuk ke tempat baru. Cari informasi sebanyak-banyak tentang tempat tersebut.

2. Bersikap positif, jangan berpikiran macam-macam, karena pada dasarnya mutasi bertujuan mengoptimlakan kinerja Anda.

3. Biasakan diri dengan perubahan yang dialami. Tidak mudah memang, tapi Anda memang harus melaluinya. Ingat, bahwa kebiasan baru yang dilakukan dalam waktu sebulan, akan menghapus kebiasaan lama Anda.

4. Pelajari kultur di tempat baru, jangan memaksakan kebiasan lama Anda di tempat baru.

5. Jangan memaksakan diri untuk sempurna. Pada masa awal, lebih baik untuk melihat kemajuan-kemajuan kecil yang Anda capai.

6. Nikmati pertemuan dengan orang-orang baru, tentu saja orang-orang dengan pandangan-pandangan baru. Jangan percaya pada gossip yang beredar di lingkungan baru, biasakan diri untuk menjadi pribadi yang netral, tidak memihak pada salah satu kubu di lingkungan Anda. Hal ini memudahkan Anda untuk cepat diterima di lingkungan baru.

7. Buktikan kepada bos Anda yang baru bahwa Anda bisa diandalkan.


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>