Waspada, Anoreksia Bisa Disebabkan Oleh Kecemasan yang Berlebihan

Waspada, Anoreksia Bisa Disebabkan Oleh Kecemasan yang Berlebihan

Anoreksia berasal dari bahasa Yunani yang berarti kehilangan nafsu makan dan nervosa berasal dari kata Latin yang berarti adanya gangguan dari sistem saraf.  Jadi, sederhananya anoreksia nervosa adalah gangguan saraf yang membuat seseorang tidak nafsu makan. Penyebab anoreksia nervosa pada seorang pasien cukup sulit ditentukan karena faktornya ada banyak. Akan tetapi, banyak yang percaya perasaan cemas berlebihan bisa jadi salah satu penyebab anoreksia nervosa. Lebih lengkapnya, simak penjelasan di bawah ini.

Ciri-ciri anoreksia nervosa

Berdasarkan buku Pedoman Penggolongan Diagnostik Gangguan Jiwa (PPDGJ), ada beberapa kriteria agar seseorang dapat dikatakan anoreksia. Ciri khasnya sendiri adalah mengurangi berat badan secara sengaja, terus-terusan, dan cukup ekstrem. Namun, untuk mendapatkan diagnosis yang pasti, pasien harus memenuhi kriteria-kriteria berikut ini.

1. Berat badan selalu kurang

Berat badan yang selalu 15 persen di bawah normal bisa jadi gejala anoreksia. Pada penderita praremaja bisa saja gagal mencapai berat badan yang diharapkan selama periode pertumbuhan.

Berkurangnya berat badan dilakukan secara sengaja dengan menghindari makanan yang mengandung lemak. Pasien juga mungkin memuntahkan makanan, menggunakan obat pencahar, olahraga berlebihan, memakai obat penekan nafsu makan dan/ atau obat diuretik.

2. Punya citra tubuh yang negatif

Pasien anoreksia nervosa mungkin memiliki pandangan yang sangat negatif terhadap tubuhnya sendiri, merasa diri gemuk padahal sudah kurus. Hal ini disebut sebagai citra tubuh atau body image yang tidak sehat.

Pasien juga mungkin terus-terusan dihantui oleh pikiran bahwa berat badannya akan bertambah atau tubuhnya menggemuk.

3. Gangguan sistem reproduksi

Pada wanita, anoreksia nervosa bisa menyebabkan amenore (haid berhenti) karena kadar hormon dalam tubuh tidak seimbang. Selain itu, pria dan wanita dengan anoreksia nervosa mungkin kehilangan gairah seksual.

Pada anak atau remaja, anoreksia nervosa bisa menyebabkan pubertas tertunda atau terhenti. Akibatnya, remaja perempuan mungkin payudaranya tidak tumbuh dan tidak kunjung mengalami menstruasi pertama. Remaja laki-laki juga mungkin mengalami gangguan yaitu penis tetap kecil, tidak berkembang seperti seharusnya.

Mengenal faktor-faktor penyebab anoreksia

Penyebab anoreksia nervosa cukup rumit dan ada banyak faktornya. Anda bahkan bisa saja mengalami anoreksia nervosa karena punya beberapa faktor penyebab sekaligus.

1. Faktor biologis

Pada pasien yang mengalami anoreksia nervosa, ada gangguan pada hormon norepinefrin dan MPHG yaitu produk akhir dari norepinefrin pada urine dan cairan serebrospinal. Adanya gangguan pada serotonin, dopamin, dan norepinefrin juga menyebabkan masalah pola makan.

Semua kelainan hormon dan zat kimia penyebab anoreksia ini diatur dalam otak. Karena itu, pasien anoreksia memang memiliki masalah yang serius pada stuktur biokimia di otak.

2. Faktor sosial

Umumnya pasien yang mengalami anoreksia nervosa punya masalah dalam hubungan dengan orangtua, orang-orang terdekat, dan bisa semakin dipicu oleh kurangnya rasa empati dalam keluarga.

Faktor sosial lainnya adalah obsesi masyarakat modern terhadap bentuk tubuh wanita yang ramping. Obsesi ini terus-terusan ditanamkan khususnya pada perempuan muda, misalnya lewat media massa.

3. Faktor psikologis

Anoreksia nervosa juga bisa dipicu oleh faktor psikologis, misalnya trauma. Sebagai contoh, remaja putri yang pernah diolok-olok atau di-bully karena punya tubuh yang berisi bisa mengembangkan masalah makan hingga berujung anoreksia. Begitu juga kalau dalam keluarganya, anak dituntut untuk tampil sempurna dengan tubuh ramping.

mengatasi anoreksia nervosa

Benarkah kecemasan (ansietas) bisa jadi penyebab anoreksia?

Berdasarkan penelitian, anoreksia ternyata berhubungan dengan beberapa jenis kecemasan atau ansietas. Misalnya serangan panik, fobia sosial, gangguan obsesif kompulsif (OCD), gangguan cemas, dan sebagainya. Semakin tinggi tingkat kecemasan, maka anoreksia akan semakin parah. Ada beberapa jenis kecemasan yang memicu terjadinya anoreksia.

1. Takut dinilai negatif oleh orang lain

Orang yang mengalami anoreksia takut akan peningkatan berat badan dan kritik dari orang lain. Istilah untuk menggambarkan ketakutan dan kecemasan berlebihan tersebut yaitu “weight phobia”, yang berarti adanya fobia terhadap makanan dengan kalori yang tinggi dan peningkatan berat badan.

2. Obsesi

Anoreksia nervosa ditandai dengan adanya obsesi yang membabi buta terhadap makanan dan berat badan, kebiasaan makan tertentu, olahraga keras, serta kebiasaan lain yang kerap muncul dan berhubungan dengan OCD.

Tindakan obsesi ini akan meningkat terutama saat berada dalam fase anoreksia akut. Obsesi akan mereda saat pasien tersebut sudah membaik dan mengalami peningkatan berat badan.

Jenis kecemasan apa yang paling sering jadi penyebab anoreksia nervosa?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rotheran, anoreksia dikatakan sebagai salah satu “cabang” dari OCD. Obsesif kompulsif merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan pemikiran yang bersifat memerintah, perilaku yang berulang-ulang, dan tindakan kompulsif.

Umumnya, pasien akan didiagnosis dengan OCD terlebih dahulu. Kemudian sekitar lima tahun selanjutnya, pasien baru terkena anoreksia. Hal ini disebabkan karena adanya dorongan kompusif dan kecemasan pada diri pasien. Sedangkan salah satu faktor penyebab anoreksia adalah kecemasan dan ketakutan yang berlebih menjadi gemuk.

Pasien anoreksia pun lebih berisiko untuk melakukan tindakan kompulsif berlebihan. Misalnya olahraga terlalu keras serta memiliki obsesi yang tidak wajar saat memilih makanan, menyaipkan makanan, memasak makanan, dan menyajikan makanan.

Mengatasi kecemasan yang mungkin jadi penyebab anoreksia

Terapi yang diberikan kepada pasien yang mengalami gangguan cemas dan anoreksia dapat berupa terapi psikologis yang lebih ditujukan untuk gangguan cemas. Biasanya pasien dianjurkan menjalani terapi CBT (cognitive behavioral therapy atau terapi perilaku dan kognitif) dengan seorang psikolog.

Beberapa langkah untuk menurunkan kecemasan antara lain:

  1. Berolahraga dan melakukan aktivitas fisik untuk mengalihkan rasa cemas. Namun, konsultasikan dengan dokter atau pelatih olahraga (personal trainer) untuk menentukan seberapa durasi dan jenis olahraga yang tepat dan aman buat Anda.
  2. Berbicara dengan dokter, teman, keluarga.
  3. Berhati-hati terhadap hal-hal yang dapat memicu kecemasan. Misalnya membaca majalah, melihat konten internet, menonton film, acara televisi, dan fashion show yang memuja wanita dan pria bertubuh ramping.
  4. Menjalani pola makan sehat. Jangan lupa, hindari kafein karena bisa memicu timbulnya kecemasan.

Untuk pengobatan anoreksia, dapat dilakukan dengan pendekatan psikoterapi. Psikoterapi terdiri dari terapi individual, terapi keluarga, konseling nutrisi, dan terapi dalam kelompok.

Pada pasien yang masih berada dalam fase akut, maka tujuan dari psikoterapi individual adalah untuk menambah berat badan pasien. Psikoterapi keluarga, digunakan untuk meningkatkan dukungan dalam keluarga terhadap pasien. Psikoterapi yang dilakukan dalam kelompok juga dapat dilakukan. Dalam psikoterapi kelompok, pasien akan mendapatkan dukungan, saran, dan edukasi mengenai gangguan makan yang dialaminya.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>