Vagina yang Sehat dan Bersih Bisa Jadi Kunci Kesehatan Wanita

Vagina yang Sehat dan Bersih Bisa Jadi Kunci Kesehatan Wanita

Vagina yang sehat bisa menjadi cermin kesehatan tubuh wanita. Vagina adalah saluran yang menghubungkan rahim, leher rahim, dan bagian terluar organ seks seperti vulva. Bagi wanita, kesehatan vagina adalah bagian penting dari kesehatan tubuh.

Masalah pada vagina tidak hanya memengaruhi kesuburan dan hasrat seks, tapi juga berhubungan dengan kepercayaan diri. Karena itu, seorang wanita perlu mengetahui faktor yang memengaruhi kesehatan vagina, penyebab, tanda dan gejala masalah vagina, serta apa yang bisa dilakukan untuk melindungi kesehatan vagina.

Seperti apa vagina yang sehat?

Vagina yang sehat seharusnya berwarna serupa dengan warna kulit Anda, lebih terang, atau lebih gelap. Hati-hati kalau vagina tiba-tiba berubah kemerahan atau muncul bercak putih. Ini bisa menandakan kondisi seperti infeksi atau iritasi.

Selain itu, vagina yang sehat seharusnya tidak berbau menyengat. Meskipun setiap vagina memang akan mengeluarkan aroma alami yang sedikit kecut mirip cuka, baunya seharusnya tidak mengganggu sama sekali. Vagina yang berbau tak sedap bisa menjadi ciri infeksi.

Perlu dicatat juga, keputihan sebenarnya merupakan hal yang normal dialami wanita. Selama cairan keputihan Anda berwarna bening dan tidak berbau, Anda tidak perlu khawatir. Namun, waspada kalau keputihan Anda teksturnya terlalu kental hingga menggumpal, warnanya sangat keruh, kekuningan, atau kehijauan, dan baunya menyengat. Bisa jadi ada masalah pada kesehatan vagina.

Faktor yang memengaruhi kesehatan vagina

Berbagai faktor dapat memengaruhi kesehatan vagina Anda, antara lain:

  • Seks tanpa kondom. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit kelamin.
  • Seks yang terlalu kasar atau luka pada area panggul bisa mengakibatkan trauma pada vagina.
  • Penggunaan antibiotik tertentu dapat meningkatkan risiko infeksi jamur vagina.
  • Persalinan normal (lewat vagina) dapat menurunkan tonus otot di vagina.
  • Perubahan hormon. Perubahan kadar hormon dapat memengaruhi vagina Anda. Misalnya, produksi estrogen menurun setelah menopause dan saat menyusui. Hilangnya estrogen bisa menyebabkan lapisan vagina menipis (vaginal atrophy) sehingga membuat seks terasa nyeri.

Masalah umum pada vagina

Infeksi vagina terjadi ketika bakteri, jamur, atau organisme lainnya tumbuh tidak terkendali di area vagina. Beberapa organisme ini sudah hidup di dalam vagina dan dijaga pada tingkat yang sehat dengan hidup berdampingan dengan organisme lain. Kurangnya kebersihan di area vagina dan seks yang tidak aman bisa menyebabkan masalah pada vagina, seperti:

  • Masalah seksual, termasuk rasa sakit terus-menerus saat atau sesudah berhubungan seks (dispareunia). Rasa sakit saat penetrasi juga bisa disebabkan oleh kejang spontan otot dinding vagina (vaginismus).
  • Penyakit kelamin. Berbagai penyakit kelamin dapat memengaruhi vagina, termasuk klamidia, gonore, kutil kelamin, sifilis dan herpes genital. Tanda-tanda yang dialami bisa berupa keputihan abnormal atau luka kelamin.
  • Infeksi atau perubahan pada keseimbangan normal ragi dan bakteri vagina dapat menyebabkan radang vagina. Gejalanya meliputi keputihan, bau, gatal, dan nyeri vagina.
  • Jika ligamen pendukung dan jaringan penghubung yang menahan rahim menjadi lemah, maka rahim, kandung kemih atau rektum bisa tergelincir ke dalam vagina (prolaps). Akibatnya, vagina juga turun ke bawah. Hal ini dapat menyebabkan keluarnya urine saat batuk dan bersin.
  • Kista vagina, bisa menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks atau kesulitan ketika memakai tampon.

vagina nyeri

Tanda dan gejala masalah pada vagina

Beberapa hal yang bisa menjadi tanda adanya masalah pada vagina, di antaranya:

  • Perubahan warna, bau, tekstur, atau volume keputihan.
  • Ruam merah pada vagina, timbulnya rasa gatal, atau iritasi.
  • Perdarahan pada vagina ketika tidak sedang menstruasi, setelah berhubungan seks, atau setelah menopause.
  • Pembengkakan atau adanya tonjolan pada vagina.

Tips agar vagina tetap sehat

Vagina yang sehat bisa memastikan bahwa kesehatan tubuh Anda tetap baik. Sebagai wanita, Anda tentu ingin vagina Anda tetap dalam keadaan sehat. Karena itu, berikut adalah beberapa tips agar Anda terhindar dari masalah vagina.

  • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Hindari kebiasaan merokok dan penyalahgunaan obat terlarang. Nikotin dapat menghambat gairah seksual, sedangkan penyalahgunaan obat terlarang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental, yang dapat memengaruhi fungsi seksual.
  • Kenali obat Anda. Diskusikan penggunaan obat dan kemungkinan efek samping obat pada vagina dengan dokter Anda.
  • Lakukan imunisasi HPV dan hepatitis B. Hal ini dapat melindungi Anda dari HPV (virus penyebab kanker serviks) dan hepatitis B.
  • Pemeriksaan rutin, terutama skrining kanker serviks. Hal ini dilakukan untuk diagnosis dini dan jika perlu diobati untuk menghentikan pengembangan kanker serviks.
  • Bersihkan area vagina dengan air hangat secara lembut setiap hari. Tidak perlu pakai sabun kewanitaan atau douche vagina karena organ intim wanita ini mampu membersihkan diri tanpa bahan-bahan kimia tambahan.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>