Tips Simple Cara Menghilangkan Rasa Kecewa

wpid-gambar-sedih-kecewa-sakit-hati9.jpg

Sebagai makhluk sosial dan simbiosis mutualisme kita tentu pernah merasakan dikecewakan dengan orang lain, bukan! Halnya pun kita, sama juga pernah mengecewakan orang lain pula. Tapi apakah dengan rasa itu harus memusuhi orang itu? Bagi saya itu tergantung dari personal masing-masing bagaimana menyikapinya. Apakah dengan cara kekerasan, cara halus atau dibiarkan saja untuk membalas dendam kembali rasa kecewa kita pada orang itu. Entahlah.
Tapi melalui tulisan artikel lepas ini saya akan memberikan “Tips Simple Cara Menghilangkan Rasa Kecewa Pada Manusia”. Kebetulan disaat saya menulis artikel lepas ini saya sedang kecewa dengan seseorang (salah satu Kompasianer di Kompasiana). Tapi saat itu juga saya sudah melupakannya bahkan tidak berteman lagi. Karena untuk menghilangkan rasa kecewa saya yang khawatir makin memamah biak. Jadi alternatif yang terbaik agar saya tidak dipenuhi dosa khususnya saya—dan juga umumnya orang itu. Agar bisa saling intropeksi diri. Bukan saling mealibikan diri siapa yang merasa paling benar. Maka jalan itulah yang saya ambil. Jadi tidak ada yang saling dirugikan! Dan itulah sikap yang bijaksana menurut saya.

Dan inilah “Tips Simple Cara Menghilangkan Rasa Kecewa Pada Manusia” yang akan saya berikan.
1.Jangan pernah terlalu berharap/bergantung dengan manusia
Inilah yang sering saya temui kebanyakan orang Indonesia selalu berharap pada manusia yang satu dengan yang lain. Padahal masing-masing manusia sudah diciptakan punya kesibukan masing-masing. Punya kewajiban sebagai Hamba Tuhan (shalat, puasa, zakat dan bermuamallah )—dan hak sebagai Hamba Tuhan (mendapatkan pendidikan, belajar dan membela tanah air). Jadi jika kita dikecewakan oleh orang lain ya jangan salahkan orang lain. Tapi diri kita kenapa berharap/bergantung pada manusia. Padahal manusia tempat khilaf dan lepas kontrol. Mulai sekarang jauhi yang nama berharap/bergantung pada manusia tapi pada Sang Khalik.
2.Percaya Diri (Pede) pada diri sendiri
Tidak ada yang sempurna di dunia ini! Jika ada yang mengatakan selain DIA berarti orang itu sudah menduakan Tuhan. Musyrik, hukumnya. Jadi dari itulah bersyukur pada diri sendiri. Yakin bahwa diri kita yang terbaik.
3.Jangan terlalu dipikirkan apa yang sudah terjadi
Ibarat nasi sudah menjadi bubur. Apapun yang telah terjadi tidak bisa diulang/diputar kembali. Jadi yang dapat bisa kita lakukan adalah intropeksi diri setelah itu lupakan yang terjadi. Lanjut dengan kehidupan yang akan dijalani selanjutnya.
4.Keep Smile And Keep Positive Thiking
Apapun yang terjadi pada diri kita tetaplah ber- husnudzan (berpikiran positif) pada orang lain. Tetap tersenyum apapun yang terjadi. Walaupun orang itu akan menjahati kita tapi tetap berpikiran positif saja. Karena apapun yang sudah terjadi itu adalah kehendak Tuhan. Kecuali kita tidak melakukan kesalahan tetapi difitnah, dibully dan dicemarkan nama baik kita wajib membelanya jika kita dari materi mampu dan bisa membawa pengacara. Jika kita tidak bisa melakukan hal keduanya. Serahkan saja pada Tuhan. Karena Tuhan tidak tuli, buta dan tidur. Jadi apa pun orang yang melakukan kejahatan pada kita ikhtiarkan dan percayakan pada Tuhan. Karena di yang Maha Melindungi para umatnya. Bukankah berpikiran positif itu menyehatkan jiwa? Jika iya lakukan semestinya sebagai manusia yang bijak.
Itu saja yang saya dapat berikan beberapa “Tips Simple Cara Menghilangkan Rasa Kecewa Pada Manusia” agar dipraktekan dalam kehidupan bersosialisasi kita pada orang lain. Yakinlah tidak ada kejahatan yang mampu melawan kebaikan. Serta tidak ada manusia yang paling jahat selain Dajjal, laknatullah! Walau kejahatan seringkali menampakkan di mata kita. Kita tetap berpikiran positif.

Sumber: kompasiana


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>