Tips Menjaga Keselamatan Diri Saat Terjebak Massa di Konser Musik atau Pertandingan Olahraga

Tips Menjaga Keselamatan Diri Saat Terjebak Massa di Konser Musik atau Pertandingan Olahraga

Nonton konser, festival musik, hingga pertandingan olahraga adalah pengalaman seru yang tak terlupakan. Tapi kadang kerumunan massa orang-orang yang sedang menikmati momen spesial ini bisa berubah menjadi bencana yang mengancam hidup Anda ketika dipicu oleh kepanikan atau antusiasme yang luar biasa besar.

Masih segar dalam ingatan pada Mei 2017 lalu di mana ledakan bom bunuh diri di luar arena konser Ariana Grande di Manchester Inggris menyebabkan 23 orang tewas dan 250 orang lainnya luka berat akibat terjebak dalam kerumunan massa yang panik berusaha untuk menyelamatkan diri. Salah satu bencana sepak bola terburuk di dunia, bencana Hillsborough di Sheffield, terjadi ketika sebuah penghalang di stadion roboh menyebabkan para penggemar mulai berjatuhan di atas satu sama lain layaknya domino mematikan. Sebanyak 96 orang terbunuh akibat terhimpit kehabisan udara dan perdarahan dalam sementara 766 lainnya terluka berat.

Lantas, apa yang harus Anda lakukan ketika terjebak dalam situasi yang sama? Simak rinciannya berikut ini agar Anda dapat menjamin keselamatan diri, juga yang lainnya, ketika di konser atau festival musik.

Panduan menjaga keselamatan diri saat terjebak dalam kerumunan massa

Berikut tips menjaga keselamatan diri jika Anda harus bepergian ke tempat yang ramai seperti konser, festival, dan pertandingan bola, atau bahkan di keramaian umum lainnya.

1. Pelajari peta dan akses keluar masuknya

Luangkan waktu guna mengetahui dan menghapalkan akses keluar terdekat di sekitar Anda. Ini berarti Anda harus tahu di mana lokasi pintu darurat terdekat berada dan rute tercepatnya untuk mencapai ke sana. Anda akan sulit untuk berpikir jernih ketika terjebak dalam lautan manusia yang panik dan kacau balau.

Insting Anda mungkin berkata untuk menggunakan akses yang sama saat Anda masuk untuk keluar. Bukan karena lebih aman, tapi karena Anda sudah familiar dengan lokasinya. Tapi seringkali pintu yang Anda gunakan untuk masuk bukanlah pintu keluar yang terdekat. Mungkin ada jalan keluar alternatif yang digunakan oleh lebih sedikit orang yang akan membuat Anda keluar lebih cepat, sangat berguna jika Anda sudah tahu di mana letaknya. Jadi bersiaplah untuk tahu ke mana harus pergi begitu diperlukan.

2. Melipir ke pinggir jika terdesak

Perhatikan susunan tempat duduk dan pahami peta layout lokasi serta posisi tempat duduk Anda. Barisan terdepan dekat panggung mungkin menjadi tempat yang paling asyik untuk menikmati acara, tapi pertimbangkan seribu kali untuk book tiket di area ini karena kerumunan orang di belakang Anda bisa sewaktu-waktu memutuskan untuk mendesak maju ke arah panggung, yang bisa merugikan posisi Anda.

Jika Anda mulai terasa terdesak, segera berpindah ke pinggiran luar. Penting untuk tetap tenang dan bergerak perlahan jika bisa, tapi jika Anda terhimpit dan terbawa arus kerumunan, jangan mendorong balik. Ikuti saja dulu arusnya sampai berhenti.

Biasanya, setelah Anda terdorong maju, akan ada sedikit jeda di mana orang-orang sementara berhenti saling mendorong. Gunakan kesempatan ini untuk bergerak menyerong mundur atau menyamping di antara sela-sela orang. Beberapa langkah mundur, kemudian ada lagi gelombang, lalu melipir lagi di jeda berikutnya, lalu gelombang lagi. Begitu seterusnya sampai Anda tiba di pinggiran. Jika memungkinkan, jauhi kaca.

Jika Anda merasa bahwa ada terlalu banyak orang di ruangan itu, atau tidak cukup ruang kosong untuk keluar jika Anda perlu, pertimbangkan untuk pergi.

3. Lindungi dada dan kepala; jangan berteriak

Ketika Anda terjebak dalam kerumunan sebelum bisa melipir minggir, tetap tenang dan jangan panik. Ingat poin kedua; terus bergerak jika bisa dan ikuti arus. Jangan dilawan. Melawan arus akan merisikokan diri Anda terjatuh. Biarkan arus manusia itu membawa Anda ke mana pun ia pergi, dan segera mulai bergerak menyamping begitu ada jeda.

Sementara itu, lindungi dada dan kepala Anda. Jaga agar lengan depan Anda berada di depan Anda seperti petinju — kepalan tinju di depan wajah dan kedua lengan paralel tegak lurus di depan dada — untuk meredam dampak dorongan. Banyak akibat kematian akibat kerumunan massa di konser bukan dari terinjak-injak tapi dari tekanan besar yang menyebabkan kehabisan udara (asfiksia kompresi) dan kerusakan organ dalam yang terjadi ketika orang-orang tergencet dalam kerumunan. Usahakan tetap tenang dan jangan berteriak atau menjerit untuk melestarikan oksigen dan energi Anda.

Cobalah untuk tetap berdiri tegak. Jika Anda jatuh, berusahalah untuk bangkit kembali. Meraih orang lain adalah ide bagus. Jika ada yang mencari bantuan, tariklah mereka untuk berdiri. Cobalah untuk menjaga keseimbangan Anda di antara arus tubuh. Jika Anda menjatuhkan dompet atau barang lainnya, tinggalkan saja. Prioritas Anda adalah meninggalkan lokasi tersebut sesegera mungkin. Jika Anda bersama kelompok, jangan memisahkan diri dan bantu satu sama lain.

Jika ada api, merunduklah dan tutup mulut Anda dengan tangan atau baju. Panas maupun asap akan bergerak naik. Jika Anda jatuh dan tidak bisa bangun, beberapa ahli merekomendasikan untuk melindungi diri Anda dengan berbaring miring, tutupi kepala dengan lengan dan tarik kedua kaki Anda meringkuk.

4. Hubungi petugas berwenang

Begitu Anda berhasil keluar dari arena, segera hubungi polisi atau petugas berwenang lainnya. Jangan berasumsi bahwa seseorang di luar sana sudah menghubungi mereka terlebih dulu.

  • Ambulans (118 atau 119); untuk Provinsi DKI Jakarta (021-65303118)
  • Pemadam kebakaran (113)
  • Polisi (110)

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>