Tips Cegah Anak Suka Jajan

1584_tip_cegah_anak_suka_jajan

Tak jarang si batita cuma “lapar mata”. Ia memanggil dan memesan makanan, tapi setelah dibeli tak dimakan. Mubazir, kan? Apalagi perilaku makan di usia ini masih berubah-ubah. Kalaupun dimakan, orangtua juga perlu hati-hati, apakah jajanan tersebut sehat dan tidak berbahaya. Ingat, hanya sedikit jajanan yang sehat dan bergizi. Bila kebiasaan jajan tumbuh, dikhawatirkan pola makan anak pun menjadi tidak sehat, sehingga dapat mengancam pertumbuhan dan kesehatannya.
Masalah lainnya, kemampuan berpikir anak batita masih sederhana, sehingga ia belum mengerti soal nilai dan fungsi uang. Meskipun ketika membeli sesuatu ia menyodorkan uang, ia belum paham dengan nilai uang, apa yang disebut seribu, dua ribu, atau lainnya. Yang ia mengerti, kalau membeli sesuatu harus membayarkan uang pada si pedagang. Bila anak jajan berlebihan, dikhawatirkan dapat menumbuhkan sikap konsumtif dan boros. Nah, agar perilaku si kecil ini dapat bermanfaat dan tidak menjadi kebiasaan, serta orangtua pun bisa memastikan jajanan yang dibelinya sehat, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:

* Dampingi dan pandu anak saat membeli makanan, ajarkan cara berkomunikasi yang baik dengan pedagang.
* Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti si batita, bukan berarti setiap pedagang yang lewat harus dipanggil. Beri contoh, ibu memanggil penjual perabotan yang lewat rumah karena hendak membeli sapu. Sapu digunakan untuk membersihkan lantai rumah, dan sebagainya.
* Orangtua memberi contoh yang baik. Buatlah penganan atau kue-kue untuk si kecil, daripada jajan dari pedagang yang lewat yang belum jelas kebersihan dan kandungan gizinya. Jika orangtua tak suka jajan, otomatis anak pun akan meniru. Asal tahu saja, kebiasaan jajan dapat mengurangi nafsu makan anak. Itulah mengapa, di usia dini ini sebaiknya orangtua menerapkan kebiasaan makan yang baik dengan memberikan makanan yang bersih dan menyehatkan. Kalaupun mau jajan, lakukan hanya sesekali. Kebiasaan makan cenderung diikuti anak sampai ia besar.
* Bersikap konsisten. Tak hanya orangtua yang konsisten tidak boleh jajan sembarangan dengan memanggil setiap pedagang yang lewat rumah, akan tetapi juga semua orang yang tinggal serumah, entah itu kakek, nenek, bahkan pengasuh harus diberi tahu bahwa aturan ini bersifat menyeluruh. Memang, terkadang kakek atau nenek merasa tak tega melihat cucunya sampai menangis, bahkan berguling-guling saking ingin membeli sesuatu. Akan tetapi kalau keinginannya itu dikabulkan, ia akan belajar bahwa agar keinginannya dikabulkan ia harus menangis berguling-guling dulu.
* Jelaskan pada anak, ada saatnya ia boleh membeli sesuatu, misalnya ketika jalan-jalan ke toko mainan. Itu pun orangtua sebaiknya memberikan alternatif pilihan 2 atau 3 jenis mainan dan biarkan ia memilih apa yang ia mau dari kedua atau ketiga jenis pilihan yang ditawarkan itu. Jangan pernah membebaskan anak memilih apa pun yang ada di toko, karena bisa-bisa pilihannya adalah mainan yang harganya melebihi bujet atau kemahalan.
Memang, awalnya mungkin agak sulit untuk menghilangkan kebiasaan si batita memanggil pedagang dan jajan. Akan tetapi seiring waktu dan konsistensi kita menerapkan aturan jajan, niscaya keinginan memanggil tukang jualan ini pun akan menghilang.


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>