Tips Aman Mudik Motor Ala ‘Jarak Aman’

mudik_motor

Tingginya angka kecelakaan saat mudik dan arus balik Lebaran terutama yang melibatkan sepeda motor setiap tahunnya mengundang keperihatinan pegiat keselamatan jalan raya dan pihat terkait.

“Sepeda motor masih menjadi alternatif ketika angkutan lain tak mampu mengakomodasi pergerakan para pemudik,” kata Edo yang juga mejabat sebagai Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman).

Pada musim mudik Lebaran 2014, sepeda motor menyumbang 70,74 persen dari total kendaraan yang terlibat kecelakaan di jalan. Tak berbeda jauh dengan kompoisisi pada 2013 yang tercatat sekitar 70,86 persen. Pada tahun 2014, jumlah sepeda motor yang dipakai untuk mudik turun 8,15 persen menjadi 1,87 juta unit.

Kendati dari sisi volume memang terjadi penurunan yakni dari sekitar 4.570 menjadi 3.869 unit, namun Edo memprediksi jumlah pemudik dengan sepeda motor akan meningkat tahun ini dibandingkan periode sebelumnya. Hal inilah yang kemudian menimbulkan kakawatiran bahwa angka kecelakaan mudik sepeda motor akan mengikuti pertumbuhan volume kendaraan mudik.

“Jumlah sepeda motor yang dimanfaatkan sebagai kendaraan mudik Lebaran 2015 diprediksi meningkat sekitar 8 persen. Perkiraan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) itu menyebutkan bahwa jumlahnya bakal menyentuh sekitar dua juta kendaraan,” ungkap Edo.

Terkait dengan bahaya keselamatan pemudik yang menggunakan roda dua, Edo memberikan beberapa tips mudik. Berikut tipsnya:

1. Selain berdoa ketika memulai perjalanan, lakukanlah servis motor lebih dulu sebelum dipakai perjalanan jauh hingga ratusan kilometer. Pemeriksaan kondisi mesin sangat dianjurkan agar ‘kesehatan’ motor lebih terjamin. Datangi bengkel dan mintalah diperbaiki kerusakan sekecil apapun. Servis dilakukan setidaknya tiga hari sebelum bepergian.

2. Sebelum berangkat periksa ulang kembali, termasuk saat melakukan istirahat perjalanan. Kondisi yang harus dicek mulai bahan bakar minyak (BBM), tekanan angin ban, kualitas kanvas rem, rantai, lampu-lampu, standar motor, kondisi oli, kaca spion, hingga busi.

3. Pastikan surat kendaraan lengkap. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) pastikan dibawa dan sebaiknya dalam kondisi tidak telat bayar pajak. Pastikan SIM masih berlaku. SIM mati bisa kena tilang. Tentu ini sangat merepotkan untuk mengikuti sidang di kota yang jauh dari tempat tinggal kita.

4. Pergunakanlah perlengkapan keselamatan bermotor. Pastikan helm yang dipakai memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan menutupi seluruh wajah (full face). Gunakan sepatu menutupi mata kaki, dan lebih direkomendasikan yang tidak memakai tali. Selain itu, gunakan jaket cukup tebal untuk melindungi terpaan angin serta pilih warna yang mencolok agar mudah dilihat pengendara lain. Jangan lupa gunakan sarung tangan dan membekali diri dengan jas hujan.

5. Perispkanlah obat-obatan. Hal ini penting untuk berjaga-jaga, misalnya membawa obat luka luar atau obat gosok menghilangkan rasa pegal, dan sebagainya.

6. Bawalah peta dan rute. Pahami rute yang bakal dilintasi, termasuk kemungkinan mengambil jalur alteratif.

7. Jangan lupa membawa ponsel dalam keadaan baterai terisi penuh. Catat atau simpan nomor-nomor penting terkait panggilan darurat, kerabat, kantor polisi, hingga rumah sakit di rute yang akan dilalui.

8. Siapkan uang receh. Misalnya pecahan Rp 1.000 hingga Rp 5.000, yang bisa bermanfaat saat hendak membayar uang parkir hingga jasa toilet di SPBU.

9. Bawa barang secukupnya, jangan berlebihan. Beban berat membuat keseimbangan naik motor terganggu. Daya reflek dan manuver pun akan berkurang sehingga mengganggu kenyamanan dan keamanan, terlebih jika harus berhenti mendadak atau menghindari benturan. Kalau perlu, sebaiknya sebagian barang bawaan dipaketkan via perusahaan jasa pengiriman.

10. Demi keselamatan dan kenyamanan, sangat dianjurkan boncengan hanya satu orang.

11. Jangan memaksakan perjalanan jika letih, perhatikan jadwal istirahat. Tentukan waktu istirahat secara berkala setidaknya dua jam sekali.

12. Pilihlah tempat istirahat yang nyaman. Istirahat bisa dilakukan – misalnya – saat mengisi BBM, buang air kecil, ibadah sholat, atau tidur sesaat 15-30 menit. Bisa memanfaatkan SPBU, rumah makan, atau posko-posko yang biasanya bertebaran selama arus mudik dan balik.

13. Ada baiknya ada teman selama perjalanan. Agar perjalanan lebih aman, bisa berkelompok dua atau tiga motor. Manfaat teman perjalanan juga bisa mengurangi rasa jenuh selama berkendara.

14. Ketika ingin jalan, pilihlah waktu bepergian. Pilih waktu yang tepat, misalnya, seusai sholat subuh. Perjalanan di pagi hari lebih baik ketimbang di malam hari yang kerap diserang rasa kantuk.

15. Tidurlah yang cukup. Pastikan sebelum berkendara, terlebih rute jarak jauh, manfaatkan waktu tidur yang cukup, yakni berkisar 6-8 jam.

14. Terakhir, patuhi dan pahami aturan lalu lintas. Aturan lalu lintas jalan penting dimengerti agar perjalanan menjadi aman, nyaman, dan selamat. Selain dipahami juga tentunya harus dipraktikan.

Selamat mudik. Semoga Anda selamat sampai di tempat tujuan dan saat kembali.


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>