Tinta Tato Bisa Masuk ke Kelenjar Getah Bening. Apakah Ini Bahaya?

Tinta Tato Bisa Masuk ke Kelenjar Getah Bening

Diperlukan jiwa yang berani dan tekad yang kuat untuk mendapatkan tato permanen. Sebagian besar orang mungkin menghabiskan waktu mereka untuk memikirkan desain apa yang akan dijadikan tato di tubuh mereka, tapi hanya sedikit orang yang memikirkan apa yang akan terjadi pada tinta tato saat disuntikkan ke dalam kulit mereka.

Sebenarnya, para ilmuwan pun masih menyelidiki hal tersebut. Kenapa tinta tato bisa bertahan di bawah kulit? Apakah tintanya akan masuk lebih jauh lagi ke dalam tubuh? Cari tahu apa kata para ahli di bawah ini, ya.

Bagaimana cara membuat tato permanen?

Untuk membuat sebuah tato permanen, seorang seniman tato menggunakan jarum kecil yang menusuk kulit pada frekuensi 50-3.000 kali per menit. Jarum suntik menembus kulit melewati epidermis hingga ke lapisan dermis dan meninggalkan pigmen warna di seluruh area tersebut. Lapisan dermis terdiri dari serat kolagen, saraf, kelenjar keringat, kelenjar sebasea, pembuluh darah, dan berbagai komponen lain yang membuat kulit tetap terhubung ke bagian tubuh lainnya.

Setiap kali jarum menembus kulit, tusukan tersebut menyebabkan luka di kulit dan menyebabkan tubuh untuk memulai proses peradangan yang merupakan metode kulit untuk mengatasi bahaya. Sel sistem kekebalan tubuh akan berdatangan ke lokasi luka dan mulai memperbaiki kulit. Sel-sel sistem imun inilah yang membuat tato bersifat permanen di kulit Anda.

Ke mana tinta tato tersebar?

Sebagian besar pigmen tinta tato tetap berada di kulit setelah seseorang ditato. Tinta yang tidak dibersihkan oleh sel sistem imun yang disebut makrofag, akan tetap berada di lapisan dermis kulit, sehingga desain tato dapat terlihat di kulit orang tersebut.

Peneliti mengatakan bahwa biasanya tinta tato tidak akan pindah terlalu jauh dari tempat suntikan. Namun, tetap ada sebagian tintanya yang dapat berpindah ke bagian tubuh yang lain, terutama kelenjar getah bening. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Scientific Reports, dibuktikan bahwa pada orang yang bertato dapat terjadi pembesaran kelenjar getah bening serta ditemukan pigmen tinta tato pada kelenjar getah beningnya.

tato baru terasa gatal

Apakah semua jenis tinta tato bisa masuk ke kelenjar getah bening?

Untuk menyelidiki efek samping penyebaran pigmen tinta tato, para peneliti menggunakan beberapa tes berbeda untuk menganalisis bentuk tinta yang bisa masuk ke kelenjar getah bening dan kerusakan yang mungkin ditimbulkan pigmen tersebut. Para ahli menemukan bahwa nanopartikel atau partikel yang berukuran kurang dari 100 nanometerlah yang kemungkinan besar dapat pindah dan masuk ke kelenjar getah bening.

Studi tersebut menemukan bahwa karbon hitam, yang merupakan salah satu bahan paling umum digunakan dalam tinta tato, tampaknya mudah terurai menjadi nanopartikel dan berakhir di kelenjar getah bening. Mereka juga menemukan titanium dioksida (TiO2), yang merupakan bahan umum dalam pigmen warna putih yang biasanya dikombinasikan dengan warna lain untuk menciptakan nuansa tertentu di dalam kelenjar getah bening. Tinta jenis ini tampaknya tidak pecah menjadi partikel sekecil karbon hitam, tapi beberapa partikel titanium dioksida yang lebih besar masih dapat terdeteksi di kelenjar getah bening pada penelitian tersebut.

Jadi, apakah tinta tato berbahaya?

Peneliti menemukan bahwa beberapa logam berat yang berpotensi beracun yang berasal dari tinta tato juga masuk ke kelenjar getah bening. Mereka mendeteksi partikel kobalt, nikel, dan kromium pada kelenjar getah bening. Logam berat tersebut biasanya ditambahkan pada tinta tato sebagai pengawet.

Penelitian lainnya telah menunjukkan bahwa pigmen tinta tato bisa berpindah ke tempat lain di tubuh, selain kelenjar getah bening. Sebuah studi pada tahun 2007 dengan tikus percobaan yang ditato pada bagian punggung menemukan bahwa pigmen tinta tato juga terdapat pada sel hati. Pigmen tinta tersebut terdeteksi di dalam sebuah sel khusus di hati yang berfungsi sebagai pembersih zat beracun, yang disebut sel Kupffer.

Namun, penelitian tersebut tidak dapat memastikan bahwa manusia yang ditato akan menyebabkan adanya pigmen di hati mereka. Ini karena kulit tikus lebih tipis dari kulit manusia sehingga menyebabkan pigmen cenderung lebih mungkin masuk ke dalam aliran darah.

Peneliti mengatakan, meskipun kita mengetahui bahwa tinta tato dapat tersimpan di dalam kelenjar getah bening dan hati, hal tersebut belum diketahui apakah akan menyebabkan bahaya tertentu terhadap tubuh. Sejauh ini, bukti menunjukkan bahwa endapan pigmen tersebut dapat menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening dan pembekuan darah. Namun, masih diperlukan penelitian jangka panjang pada manusia untuk mengetahui secara pasti efek tato pada tubuh manusia.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>