Tes Darah Terbaru yang Bisa Cepat Mendeteksi Iritasi Usus

Tes Darah Terbaru yang Bisa Cepat Mendeteksi Iritasi Usus

Irritable Bowel Syndrome (IBS) merupakan kelainan sistem pencernaan yang cukup umum terjadi. Sebelumnya, tidak ada pemeriksaan khusus yang secara rutin digunakan untuk mengidentifikasi IBS. Akibatnya, jutaan pasien menjalani banyak pemeriksaan yang bersifat invasif (melalui pembedahan atau memasukkan alat ke dalam tubuh) seperti kolonoskopi dan sigmoidoskopi untuk mendiagnosis IBS.

Padahal, prosedur-prosedur tersebut tentu memakan waktu dan sumber daya yang tidak bisa dibilang sedikit. Semakin lama didiagnosis, IBS akan semakin sulit ditangani. Namun, jangan khawatir karena sekarang ada metode tes darah baru yang bisa digunakan untuk mendeteksi IBS lebih cepat.

Seperti apa tes darah baru yang bisa dilakukan untuk memastikan diagnosis IBS pada pasien? Simak penjelasan lengkapnya di sini.

Apa itu irritable bowel syndrome (IBS)?

Irritable bowel syndrome (IBS) adalah kelainan sistem pencernaan yang ditandai dengan nyeri perut dan perubahan kebiasaan buang air besar. Perubahan kebiasaan buang air besar tersebut dapat berupa diare atau sembelit dengan gejala dan tingkat keparahan yang berbeda-beda pada setiap pasien. Gejala mungkin berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa bulan dalam satu periode munculnya gejala.

Tingkat kejadian penyakit IBS dalam masyarakat yaitu sekitar 10-20 persen dengan pertambahan sebanyak 1-2 persen setiap tahunnya. Gejala IBS biasanya muncul pertama kali ketika seseorang berusia di antara 20-30 tahun. Kondisi ini biasanya bersifat jangka panjang, meskipun gejalanya dapat membaik atau berkurang dalam beberapa tahun.

Pemeriksaan terbaru untuk mendeteksi IBS

Ada sebuah tes baru yang bisa digunakan untuk mendeteksi IBS. Pemeriksaan ini dikembangkan oleh seorang dokter spesialis penyakit dalam gastroenterologi dari Rumah Sakit Cedars-Sinai di Amerika Serikat (AS), yaitu dr. Mark Pimentel.

Setelah mengembangkan tes darah baru ini selama delapan tahun, dr. Mark akhirnya berhasil mendeteksi gangguan IBS dengan mengenali antibodi khusus, yaitu anti-cdtb dan anti-vinculin. Kedua antibodi ini dihasilkan dari reaksi terhadap toksin atau racun yang diakibatkan oleh keracunan makanan. Racun juga dapat dihasilkan oleh bakteri Salmonella dan dapat membahayakan sistem pencernaan karena dapat merusak saraf yang penting untuk fungsi usus yang normal.

Untuk memastikan apakah pemeriksaan darah ini cukup akurat, dr. Pimentel dan rekannya menganalisis sebanyak hampir 3.000 orang berusia 18-65 tahun dan membandingkan hasil pemeriksaan antara peserta penelitian yang punya IBS dengan peserta yang sehat.

tes darah IBS

Para peneliti menemukan bahwa pemeriksaan darah yang mengidentifikasi antibodi anti-cdtb dan anti-vinculin memiliki tingkat akurasi (ketepatan) sebesar 90 persen dalam mendiagnosis IBS. Jumlah antibodi ini lebih tinggi pada orang dengan IBS dibandingkan dengan peserta yang tidak memiliki IBS.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyatakan bahwa jumlah antibodi tersebut sangat membantu dalam membedakan IBS dari penyakit sistem pencernaan lainnya. Karena itu, tes darah khusus yang bisa mendeteksi dua jenis antibodi ini jadi gebrakan solusi untuk mendeteksi irritable bowel syndrome.

Manfaat pemeriksaan antibodi terhadap IBS

Dr. Pimentel mengatakan bahwa sebelum tes dilakukan, pasien harus sering datang ke dokter berkali-kali dan mengulang beberapa tes sebelum akhirnya mereka bisa mendapatkan diagnosis yang tepat. Nah, pemeriksaan darah baru yang lebih efektif ini bisa membantu para pasien dengan IBS mendapatkan diagnosis lebih cepat. Dengan begitu, pasien akan terhindar dari pemeriksaan-pemeriksaan yang invasif.

Selain itu, mendapatkan diagnosis lebih awal bisa membuat banyak pasien langsung bisa mendapatkan terapi yang tepat untuk kondisi mereka sedini mungkin.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>