Suplemen Garam Keton untuk Atlet, Bermanfaat Atau Bahaya?

Suplemen Garam Keton untuk Atlet, Bermanfaat Atau Bahaya?

Selain latihan fisik secara rutin, menjaga asupan makanan juga sangat penting bagi para atlet untuk menjaga tubuhnya agar tetap prima. Salah satu asupan makanan yang sering dikonsumsi para atlet adalah suplemen garam keton. Bahkan, tidak sedikit atlet yang menjadikan suplemen garam keton sebagai suplemen wajib untuk penambah stamina karena menganggap jika garam merupakan salah satu asupan makanan yang memiliki gizi baik. Namun, apakah benar anggapan tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel ini.

Apa itu suplemen garam keton?

Garam keton sendiri merupakan suplemen yang terdiri dari beta hydroxybutyrate (BHB) yang dikombinasikan dengan garam mineral seperti natrium, kalsium, dan magnesium yang digunakan untuk meningkatkan penyerapan tubuh.

Cara kerjanya sama dengan diet ketogenik, yang memanfaatkan keadaan ketosis di dalam tubuh. Ketosis sendiri sebenarnya adalah proses metabolisme normal yang terjadi pada tubuh saat menggunakan lemak berbentuk keton untuk menyediakan energi bagi tubuh dan otak. Jumlah keton yang berlebihan di dalam tubuh ini disebut dengan ketosis.

Nah, suplemen ini dimaksudkan untuk meningkatkan kadar keton dalam darah, serupa dengan ketosis, sehingga tubuh akan memperoleh energinya dari mereka. Hal tersebutlah yang membuat para atlet sering mengonsumsi suplemen garam keton sebagai salah satu cara untuk meningkatkan energi dan stamina saat latihan fisik atau persiapan pertandingan.

suplemen garam keton

Suplemen garam keton ternyata berbahaya bagi para atlet

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para periset dari University of British Columbia di Kanada mengatakan bahwa mengonsumsi tambahan garam bergizi atau suplemen garam keton dapat menghambat ketimbang memperbaiki, kinerja atlet selama latihan intensitas tinggi seperti berlari 10 km atau bersepeda ke atas bukit.

Selama penelitian, para peneliti melibatkan sepuluh atlet pria dewasa yang memiliki indeks massa tubuh (IMT atau body mass index) yang serupa. Kemudian peneliti membagi peserta ke dalam dua kelompok secara acak. Kelompok pertama mengonsumsi suplemen garam keton, sedangkan kelompok kedua tidak mengonsumsi suplemen tersebut. Setengah jam setelah para peserta menelan suplemen, para peneliti kemudian melakukan uji coba bersepeda dalam jangka waktu tertentu.

Walau penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa suplemen keton memperbaiki kinerja daya tahan lama. Namun hasil penelitian ini justru berkebalikan. Pasalnya, kelompok peserta yang mengonsumsi suplemen garam keton mengalami penurunan stamina sebanyak tujuh persen lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kedua yang tidak mengonsumsi suplemen tersebut.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism ini menunjukkan bahwa garam keton bekerja dengan menaikkan kadar keton darah dan memaksa tubuh untuk mengandalkan pembakaran lemak sebagai bahan bakar.

Padahal, proses pembakaran lemak untuk menjadi sumber energi membutuhkan waktu yang panjang dan rumit. Ini artinya, energi yang berasal dari lemak mungkin tidak ideal untuk para atlet karena atlet membutuhkan sumber energi yang diproduksi secara cepat, seperti glukosa (gula) darah.  

Para peneliti tidak merekomendasikan suplemen garam keton untuk atlet

Profesor Jonathan Little, Asisten Dosen di Universitas British Columbia di Vancouver, seperti dilansir dari Medical Daily mengatakan bahwa suplemen garam keton tidak direkomendasikan untuk para atlet. Jadi anggapan suplemen garam keton harus dikonsumsi para atlet untuk meningkatkan stamina dan performanya ketika pertandingan tidak benar.

Selain itu, para peneliti juga mencatat bahwa suplemen keton garam, mungkin memiliki efek samping lain yang belum diketahui. Hal ini membuat para peneliti memberi himbauan pada semua orang, khususnya para atlet untuk berhati-hati saat mengonsumsi suplemen garam keton.

Penelitian lebih lanjut dengan skala yang besar pun perlu dilakukan untuk memastikan efek samping yang lebih mendalam dari mengonsumsi suplemen garam keton.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>