Sudah Rutin Minum Obat Kusta, Kok Kulit Malah Ruam dan Mengelupas?

Sudah Rutin Minum Obat Kusta, Kok Kulit Malah Ruam dan Mengelupas?

Kusta sebenarnya bisa sembuh total jika langsung diobati. Pengobatan kusta biasanya melibatkan resep obat untuk menghentikan penularan serta perkembangan bakteri penyebab infeksi ini. Namun, tak jarang orang yang sudah rutin minum obat kusta malah mengalami masalah kulit lainnya. Apa sebabnya? Apa ini tandanya obat kusta yang diminum tidak ampuh dan cocok bagi tubuh?

Daftar obat kusta yang biasa diresepkan dokter

Kusta adalah infeksi kulit kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Pada beberapa kasus, infeksi ini bahkan mengganggu saluran pernapasan atas dan organ-organ lain kecuali otak. Biasanya, penyakit kusta ditandai dengan timbulnya bercak putih dan kemerahan di kulit, yang disertai dengan rasa baal di area kulit yang terinfeksi. Permukaan kulit juga terasa kering.

Jenis pengobatan yang dilakukan akan tergantung dengan masing-masing macam kusta yang Anda alami. Jika Anda memiliki kusta, maka Anda akan diberikan berbagai macam obat seperti:

Semua obat kusta tersebut adalah antibiotik yang memang digunakan secara bersamaan. Menggunakan antibiotik secara bersamaan dalam satu waktu ditujukan agar bakteri tidak kebal terhadap obat-obat yang diberikan sehingga penyakit kusta akan cepat disembuhkan.

obat aspirin untuk diabetes

Sudah minum obat kusta tapi kok muncul masalah kulit lainnya?

Ketika Anda sudah minum obat kusta sesuai anjuran dokter, maka dalam masa pengobatan tersebut Anda bisa jadi mengalami reaksi kusta. Reaksi kusta adalah kejadian di mana bakteri penyebab kusta mulai bereaksi terhadap obat yang Anda konsumsi. Pada saat itu juga, sistem kekebalan Anda juga sedang berkembang dan membangun pertahanan untuk menyerang bakteri. Sehingga, banyak gejala lain yang muncul, seperti:

  • Kulit kemerahan
  • Kulit jadi kering dan terkelupas
  • Nyeri pada sendi-sendi

Efek samping ini dialami sebanyak 25-40% pasien dengan kusta dan biasanya sering muncul pada 6 bulan hingga satu tahun setelah pengobatan dimulai.

Lalu apakah saya harus berhenti minum obat kusta tersebut?

Tentu tidak. Menghentikan minum obat kusta tanpa sepengetahuan dokter akan memengaruhi kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Meski pada awalnya masalah kulit akibat obat kusta yang sedang bereaksi akan berangsur hilang, namun penyakit kusta itu sendiri masih bersemayam dalam tubuh.

Bila kusta tidak diobati, maka akan menimbulkan kondisi kesehatan lainnya seperti:

  • Membuat jaringan kulit menjadi mati. Hal ini membuat pasien dengan kusta berisiko mengalami amputasi akibat luka infeksi yang tak kunjung sembuh.
  • Buta, akibat saraf bagian mata juga terserang infeksi.
  • Gagal ginjal
  • Otot menjadi lemah dan kaku
  • Disfungsi ereksi atau impotensi pada laki-laki

Bila reaksi kusta ini terjadi, biasanya dokter akan menambahkan jenis obat kusta yang harus Anda konsumsi. Hal ini untuk mencegah efek samping yang berlebihan dari pengobatan. Jenis obat yang diberikan seperti obat penghilang rasa sakit atau obat antiperadangan.

Selain itu, tidak disiplin minum obat membuat bakteri penyebab penyakit menjadi lebih kuat dan kebal terhadap pengobatan yang sekarang dan selanjutnya. Akibatnya, gejala kusta yang Anda alami bisa semakin parah karena bakteri terus berkembang biak dalam tubuh.

Menghentikan minum obat juga merisikokan penularan penyakit ke orang lain. Tak hanya membuat kondisi semakin buruk, bakteri yang semakin kuat tersebut dapat dengan mudah berpindah dan menginfeksi tubuh orang lain. Bisa saja, orang-orang terdekat Anda tertular penyakit ini di kemudian hari bila Anda tidak minum obat kusta.

Untuk mengetahui pengobatan apa yang tepat bagi Anda, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter jika memang Anda mengalami reaksi kusta. Pasalnya, jika reaksi kusta tidak ditangani dengan baik dan cepat, hal ini juga akan memperburuk kondisi kesehatan Anda.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>