Siapa Bilang Jomblo Tidak Bisa Happy? Intip di Sini Rahasia Bahagia Hidup Melajang

Siapa Bilang Jomblo Tidak Bisa Happy? Intip di Sini Rahasia Bahagia Hidup Melajang

Mungkin orang sekitar suka berkomentar, kalau baiknya Anda jangan jomblo terus menerus. Beberapa dari mereka bahkan hobi mencarikan Anda calon pendamping hidup agar bisa menikah secepat mungkin. Memang sih, tidak ada orang yang ingin hidup membujang seumur hidup. Namun, apa benar kalau kebahagiaan dalam hidup seseorang diukur dari ada tidaknya teman hidup? Psstt.. Tidak selalu demikian. Percayalah, menjadi jomblo alias single tidak selalu hal yang buruk, kok — jika Anda tahu rahasianya.

Baiknya pahami dan ketahui diri Anda terlebih dahulu

Sebelum buru-buru mendaftarkan diri di apps kencan kilat, ada baiknya jika Anda mengenali dan memahami dulu kebutuhan diri sendiri. Apakah Anda bahagia-bahagia saja tanpa pasangan? Atau memang Anda butuh dan menginginkan pendamping untuk menemani hidup? Ini semua bisa terjawab kalau Anda telah nyaman dan tahu apa yang Anda butuhkan dalam hidup.

Alih-alih merana dan meratapi kapan datangnya si pasangan ideal sehidup semati, coba Anda kerahkan seluruh fokus Anda pada hal-hal lain yang lebih penting yang telah dan akan Anda dapat nantinya. Hidup membujang punya beberapa keuntungan yang tidak didapatkan oleh semua orang, lho! Contoh, Anda bisa menjadi bos di hidup Anda sendiri, Anda bisa menikmati hasil kerja keras untuk diri sendiri, dan pastinya Anda tidak perlu merasakan kegalauan dan depresi karena ditingggal kekasih yang umum terjadi dengan orang yang punya pasangan.

Daripada bingung menebak-nebak isi hati sendiri, silahkan Anda bertanya diri sendiri mengenai apa yang Anda butuhkan melalui 2 pertanyaan penting seperti di bawah ini:

1. Hal apa yang paling penting dari hidup Anda?

Dikutip dari WebMd, pertama-tama Anda harus tahu dulu 6 unsur kehidupan pada umumnya, Unsur-unsur ini akan menuntun Anda pada prioritas dan kebutuhan hidup. Berikut hal-hal yang harus Anda pikirkan:

  • Keuangan
  • Keluarga
  • Agama
  • Pekerjaan
  • Kesehatan
  • Gaya hidup

(Source: www.shutterstock.com)

Coba lihat dari ke enam unsur kehidupan ini, mana yang akan menjadi prioritas Anda? Apa Anda cukup puas untuk memenuhi hal yang Anda di dalam prioritas Anda? Seumpama Anda memfokuskan diri pada pekerjaan, lihat apakah diri Anda puas dengan pencapaian di dunia kerja? Kalau belum, apakah Anda masih ingin mencapai yang lebih baik lagi? Dan kalau sudah puas, apa Anda ingin mengubah fokus prioritas Anda selain pekerjaan?

Pikirkan baik-baik, kemudian tanya pada diri sendiri tentang bagaimana Anda ingin menjalani hidup di masa depan. Ingat, bahwa tidak ada jawaban dan pendapat yang benar atau salah dalam keputusan hidup Anda. Begitu Anda memikirkan ena prioritas kehidupan ini, baiknya Anda telah memiliki pemahaman yang lebih baik tentang keadaan diri sendiri. Pemahaman ini lah yang nantinya akan membantu Anda mencari tahu dan menyesuaikan diri mengenai butuh atau tidaknya teman hidup.

2. Apa yang saya ingin dan butuhkan dari pasangan nantinya?

Setelah menimbang prioritas hidup seperti di atas, barulah Anda bisa berlanjut pada apa yang Anda butuhkan kalau nanti punya pasangan. Pasalnya, kebanyakan orang tidak meluangkan waktu untuk memikirkan apa yang mereka inginkan dalam suatu hubungan.


(Source: www.shutterstock.com)

Anda bisa membuat daftar mengenai hal yang Anda inginkan saat memiliki pendamping nanti. Seandainya, Anda ingin pasangan yang sepemikiran dan punya hobi yang sama, atau pasangan yang suka berpetualang dan berpikiran terbuka, hal itu sah-saja saja Anda pikirkan. Dengan membuat daftar seperti ini, Anda tidak harus membuang waktu untuk mencoba penjajakan pada orang lain guna mencari kecocokan tersebut.

Intinya, menjadi jomblo tidak seburuk yang Anda pikirkan

Para sosiolog telah menyatakan juga bahwa banyak orang hidup menyendiri karena memang berdasarkan pilihannya. Mereka juga merasakan kesempatan untuk menikmati hidup sesuai keinginan mereka sendiri.

Dan pastinya beberapa penelitian yang dipublikasikan dari Psychology Today menyatakan, kalau orang yang jomblo juga sama bahagianya dengan orang yang punya pasangan. Hal itu berlaku jika Anda yang lajang bisa mengatur hidup seimbang bersama adanya keluarga, teman, hobi, aktivitas, dan lingkungan fisik yang meningkatkan kebahagiaan sehari-hari mereka.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>