Putih Telur vs Kuning Telur: Mana yang Lebih Banyak Proteinnya?

Putih Telur vs Kuning Telur: Mana yang Lebih Banyak Proteinnya?

Banyak orang yang memilih untuk makan putih telur saja daripada bersama kuningnya. Selain katanya lebih rendah kolesterol dan kalori, putih telur ayam juga sebagai sumber protein yang lebih baik. Tak heran jika putih telur sudah sejak lama dikonsumsi oleh para binaragawan dan penggiat diet untuk membantu membentuk otot dan mencapai berat badan ideal. Apa sih, yang terkandung di dalam putih telur?

Kandungan protein dalam putih telur ayam

Dilansir dari SF Gate, menurut U. S.  Department of Agriculture Nutrient Data Laboratory, putih telur ayam mengandung protein sedikit lebih banyak daripada kuning telur. Satu porsi putih telur besar mengandung 3,6 gram protein. Ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan 2,7 gram protein yang ditemukan dalam kuning telur.

Meskipun perbedaan kandungan protein antara kuning dan putih telur ini tak begitu seberapa, tapi yang membedakan adalah kualitasnya. Protein yang ditemukan dalam putih telur adalah protein kompleks yang berkualitas yang tinggi. Protein kompleks mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh.

Kualitas protein ini telah diukur dan dibuktikan oleh Protein Digestibility-Corrected Amino Acid Score (PDCAAS), penilaian terkait ukuran kualitas protein yang dilakukan oleh organisasi pangan dan pertanian Amerika Serikat. Berdasarkan penilaian ini, putih telur memiliki nilai PDCAAS 1, yang artinya memiliki kandungan protein tertinggi, diikuti kedelai dengan nilai 0,99. Sumber protein lainnya yang setara dengan putih telur adalah kasein dan susu sapi.

Nutrisi lain yang terkandung dalam putih telur

Kandungan nutrisi putih dan kuning telur
Sumber: https://www.ahealthiermichigan.org/2011/10/11/the-nurtional-value-of-egg-whites-versus-egg-yolks-what-do-you-use/

Seperti yang bisa Anda lihat di tabel, selain mengandung protein tinggi, putih telur juga mengandung nutrisi lain yang penting untuk kesehatan, seperti kalium, sodium, magnesium, dan kalsium. Meski begitu, dibanding dengan kuning telur, putih telur mengandung lemak dan kolesterol jenuh yang lebih sedikit. Mengingat putih telur rendah lemak dan kolesterol, hal ini membuat jumlah kalori yang terkandung dalam satu butir putih telur jauh lebih rendah daripada telur utuh. Hal inilah yang membuat putih telur pilihan yang baik bagi orang yang ingin mencoba membatasi asupan kalori dan menurunkan berat badan.

Selain itu, diet tinggi protein juga telah dikaitkan dengan rendahnya risiko hipertensi. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal American Chemical Society, para ilmuwan di Clemson University menemukan bahwa peptida yang disebut RVPSL ditemukan dalam putih telur dapat mengurangi tekanan darah dengan khasiat yang sama seperti obat penurun hipertensi (tekanan darah tinggi), yaitu dengan memblokir agen-agen yang dapat memicu tekanan darah tinggi. Inilah mengapa kebanyakan orang dengan hipertensi disarankan perbanyak mengonsumsi putih telur, dibandingkan dengan kuning telur ayam.

Yang harus diperhatikan sebelum makan putih telur ayam

Putih telur memang merupakan pilihan makanan yang aman. Namun, dalam beberapa kasus putih telur juga bisa menawarkan risiko dalam satu waktu. Beberapa risiko yang mungkin terjadi saat mengonsumsi putih telur, di antaranya:

1. Alergi

Meski putih telur aman bagi kebanyakan orang, alergi telur bisa terjadi. Sebagian besar alergi telur dialami oleh anak-anak. Munculnya alergi ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh Anda mengidentifikasi beberapa protein dalam telur sebagai zat yang berbahaya. Nah, hal inilah yang memicu reaksi alergi. Gejala ringan seseorang yang mengalami alergi telur biasanya berupa ruam, gatal-gatal, bengkak, pilek, dan mata berair. Selain itu, beberapa orang juga bisa mengalami gangguan pencernaan, mual dan muntah.

2. Keracunan salmonella

Putih telur mentah juga menimbulkan risiko keracunan makanan dari bakteri Salmonella. Bakteri ini bisa ditemukan di telur atau di kulit telur. Itu sebabnya, pastikan Anda selalu memasak putih telur sampai matang untuk mengurangi risiko keracunan bakteri salmonella.

3. Mengurangi penyerapan biotin

Putih telur mentah juga dapat mengurangi penyerapan senyawa yang disebut biotin, yang ditemukan dalam berbagai jenis makanan. Biotin adalah vitamin larut dalam air yang memainkan peran penting dalam produksi energi. Sedangkan putih telur mentah mengandung protein yang disebut avidin, yang bisa mengikat biotin dan menghentikannya agar tidak diserap.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>