Psstt… Jarang Sikat Gigi Bisa Bikin Pria Sulit Punya Keturunan

Psstt… Jarang Sikat Gigi Bisa Bikin Pria Sulit Punya Keturunan

Menjaga kesehatan mulut sangatlah penting untuk mencegah gigi bolong dan keropos. Tapi ternyata rajin sikat gigi juga sama pentingnya untuk menjamin kesuburan. Pria yang jarang sikat gigi cenderung lebih sulit menghamili pasangannya kalau jarang sikat gigi. Lho, kok bisa?

Jarang sikat gigi menyebabkan infeksi gusi berbahaya

Jarang sikat gigi menyebabkan gigi berlubang (karies) dan peradangan gusi akibat penumpukan plak bakteri. Jika terus dibiarkan, gusi jadi kendur, meradang kemerahan, gampang berdarah, dan bernanah. Gigi pun menjadi sensitif dan longgar. Kondisi ini disebut dengan gingivitis. Lama kelamaan gingivitis bisa berkembang lebih parah sehingga menyebabkan peradangan gigi kronis yang disebut periodintitis.

Periodintitis mengakibatkan gusi semakin surut menjauhi gigi sehingga memperlihatkan akar gigi. Gusi yang terbuka membuat aliran darah di sekitar gigi rentan terkontaminasi bakteri penyebab penyakit. Racun yang dihasilkan bakteri kemudian mulai menyerang jaringan dan tulang yang menahan gigi pada tempatnya, sehingga membuat gigi menjadi kendur dan mudah lepas. Bakteri juga bisa beredar ke seluruh tubuh dengan menumpang aliran darah. Inilah kenapa penyakit gusi telah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit kronis seperti penyakit jantung, gangguan pernapasan, gangguan ginjal, dan juga stroke.


Akibat jarang sikat gigi (sumber: shutterstock)

Lantas, apa akibatnya jarang sikat gigi pada kesuburan pria?

Penyakit gusi dan gigi yang disebabkan oleh jarang sikat gigi dapat menyebabkan kualitas sperma dan air mani Anda memburuk. Meski belum jelas apa hubungan sebab akibatnya, ada banyak teori yang mampu mendukung bahwa kesehatan gigi dan mulut sangat berpengaruh pada peluang Anda untuk menghamili pasangan.

Pertama, hampir semua penyakit gigi dan gusi dipengaruhi oleh bakteri yang berkembang biak kelewat batas. Penumpukan bakteri dalam mulut kemudian dapat menyebar ke seluruh tubuh dan berkembang biak lebih lanjut di area tubuh lainnya. Ketika infeksi atau jejak bakteri ditemukan dalam air mani Anda, kondisi ini disebut sebagai bacteriospermia — yang ditandai dengan jumlah sperma sedikit, gerak sperma yang tidak gesit, dan bentuk sperma yang abnormal. Kelainan pada sperma telah terbukti sebagai salah satu faktor risiko ketidaksuburan pria.

Kedua, gusi yang terinfeksi dapat melepaskan racun pemicu peradangan dalam jumlah banyak, sehingga memicu sistem imun tubuh bereaksi berlebihan ketika mencoba melawannya. Reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh jadi membuatnya kewalahan untuk membedakan mana yang baik dan jahat. Akibatnya, sistem imun justru balik menyerang sel-sel sehat dan tidak mengancam, seperti sel sperma. Hal ini kemudian juga dapat mempengaruhi implantasi sel telur yang telah dibuahi.

Kesehatan mulut yang buruk pada pria pada umumnya juga dipengaruhi oleh kebiasaan merokok. Pria yang merokok berisiko tinggi terkena penyakit gigi dan gusi. Selain itu, kebiasaan merokok itu sendiri juga diketahui berdampak negatif pada ketidaksuburan.

Jarang sikat gigi juga bisa bikin wanita susah hamil

Peradangan gusi menyebabkan aliran darah di mulut rentan terkontaminasi oleh bakteri. Pada wanita, penyakit gusi berpotensi memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk bisa hamil. Periset di Western Australia University menemukan bahwa wanita yang mengalami peradangan gusi butuh menunggu kurang lebih hingga tujuh bulan sampai setahun lamanya sampai bisa sukses hamil. Rata-rata wanita biasanya hanya perlu menunggu kurang lebih lima bulan untuk bisa hamil.

Sementara itu, ibu hamil yang punya penyakit gusi kronis berisiko delapan kali lebih tinggi untuk mengalami keguguran, melahirkan bayi prematur, atau berat lahir rendah.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>