Pheromone, Zat Kimia yang Bisa Memikat Pasangan: Apakah Manusia Punya?

Pheromone, Zat Kimia yang Bisa Memikat Pasangan: Apakah Manusia Punya?

Pernahkah Anda mendengar istilah feromon? Feromon, dalam bahasa Inggris disebut dengan

pheromone, adalah sejenis zat kimia yang diproduksi secara alami oleh makhluk hidup. Menurut para ahli, zat unik ini bisa menjadi daya tarik seksual tersendiri. Menarik sekali, bukan? Yuk, pelajari lebih lanjut soal feromon dan fungsinya berikut ini.

Mengenal pheromone dan fungsinya

Zat pheromone pertama kali dikenali pada tahun 1959 oleh para ilmuwan dari Jerman. Para ilmuwan tersebut menemukan bahwa hewan, khususnya serangga, akan memproduksi pheromone ketika musim kawin. Zat unik ini biasanya keluar melalui kelenjar keringat atau kelenjar minyak pada hewan.

Feromon yang diproduksi dari tubuh hewan ini kemudian lepas ke udara dan ditangkap oleh indra penciuman hewan jantan. Hewan jantan yang menangkap zat ini akan lantas mendatangi hewan betina untuk bereproduksi.

Para peneliti juga menemukan bahwa zat feromon yang diproduksi setiap hewan rupanya akan menghasilkan aroma yang khas. Bahkan antara satu tikus betina dan lainnya punya aromanya sendiri-sendiri. Dari situ, tikus jantan akan memilih betina dengan aroma feromon yang menurutnya paling baik untuk bereproduksi.  

Apakah manusia punya pheromone?

Ide bahwa hewan bisa memproduksi zat khusus saat mencari jodoh memang terdengar begitu hebat. Kalau ternyata hewan punya kemampuan seperti itu, bagaimana dengan manusia sendiri? Apakah manusia juga mampu menghasilkan serta menangkap zat pheromone dari calon pasangannya?

Sayangnya, hingga saat ini belum ditemukan bukti adanya zat feromon yang dikeluarkan manusia. Memang ada zat kimia alami yang dilepaskan oleh tubuh manusia, tetapi strukturnya terlalu kompleks untuk bisa disebut sebagai feromon.

Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan apakah manusia benar-benar punya feromon dan seperti apa persisnya struktur zat tersebut. Namun, ada beberapa hasil penelitian yang cukup menjanjikan.

Salah satunya oleh Florida State University tahun 2011. Penelitian ini menguak bahwa saat wanita memasuki masa ovulasi, tubuhnya akan mengeluarkan aroma khusus yang bisa meningkatkan kadar testosteron pria. Testosteron sendiri dikenal sebagai hormon yang mampu meningkatkan libido atau nafsu seksual, baik pada laki-laki maupun perempuan.

Penelitian lain tahun 2012 dalam Journal of Advanced Research menyebutkan bahwa ada zat khusus yang diproduksi pria, bernama androstenon, yang berfungsi mirip seperti feromon. Androstenon dilaporkan mampu memperbaiki mood peserta penelitian perempuan yang menerima paparan zat tersebut.

membicarakan menstruasi

Jadi, bisakah manusia mengeluarkan aroma tubuh yang memikat?

Memang belum ada bukti konkret soal zat feromon untuk meningkatkan daya tarik seksual pada manusia. Namun dari berbagai hasil penelitian terbaru, teori bahwa manusia punya zat feromon tampak sangat memungkinkan. Para ahli mungkin hanya butuh metode penelitian baru atau alat yang lebih canggih untuk membuktikan keberadaan zat tersebut.

Di luar feromon itu sendiri, manusia memang punya aroma tubuh yang khas. Aroma ini ditentukan oleh gaya hidup, pola makan, serta kondisi kesehatan setiap orang.

Secara tidak sadar, Anda mungkin sudah “merekam” aroma tubuh orang yang dicintai. Jadi ketika aroma tersebut ditangkap oleh indra penciuman dan otak, Anda pun jadi merasa lebih nyaman. Kasus ini banyak terjadi pada bayi yang belajar mengenali sosok ibunya lewat aroma tubuh ibu yang khas.

Karena otak Anda sudah mengingat bahwa aroma dari tubuh ibu begitu menyenangkan, nantinya ketika mencari pasangan hidup Anda mungkin jadi lebih tertarik dengan orang yang aroma tubuhnya serupa.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>