Perdarahan Hebat Setelah Usia Kehamilan 20 Minggu, Tanda Solusio Plasenta

Perdarahan Hebat Setelah Usia Kehamilan 20 Minggu, Tanda Solusio Plasenta

Plasenta memiliki peran penting

dalam menjaga kesehatan bayi dan ibu hamil sehingga apabila ada gangguan pada jaringan ini dapat menyebabkan komplikasi berbahaya yang dapat mengancam nyawa ibu dan janin. Pada kondisi normal, plasenta akan luruh 5-30 menit setelah bayi lahir. Namun, bagaimana jika plasenta luruh sebelum hari kelahiran, bahkan di usia kehamilan setelah 20 minggu? Kondisi ini di dalam medis disebut dengan solusio plasenta. Apa itu solusio plasenta? Berikut penjelasannya.

Apa itu solusio plasenta?

Solusio plasenta (solutio placentae), atau yang disebut juga sebagai abrupsio plasenta (abruptio placentae), adalah lepasnya plasenta dari dinding rahim bagian dalam sebelum proses persalinan, baik seluruhnya maupun sebagian. Seperti yang dilansir dari Mayo Clinic, kondisi ini merupakan komplikasi kehamilan yang serius, tapi untungnya jarang terjadi.

Plasenta tumbuh di dalam rahim ibu selama masa kehamilan dan berfungsi untuk memberikan nutrisi serta oksigen pada janin dalam kandungan. Kondisi ini berisiko membahayakan nyawa ibu dan bayi yang dikandung jika tidak segera ditangani karena  bisa menyebabkan perdarahan hebat pada ibu sehingga mengurangi suplai gizi serta oksigen untuk bayi.

Gejala solusio plasenta yang harus Anda waspadai

Usia kehamilan di atas enam bulan (trimester ketiga), terutama beberapa pekan sebelum proses persalinan, merupakan waktu yang rawan untuk terjadinya solusio plasenta. Beberapa gejala yang menandai kondisi ini di antaranya adalah:

Konsultasi pada dokter sebaiknya segera dilakukan apabila seorang wanita hamil mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas.

Apa saja penyebab solusio plasenta?

Hingga saat ini penyebab pasti terjadinya kondisi medis ini belum diketahui, namun ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seorang wanita untuk mengalaminya, yaitu:

Bagaimana diagnosis dilakukan?

Untuk mendiagnosis salah satu gangguan plasenta ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik guna mengetahui kontraksi rahim. Selain itu, kemungkinan diperlukan pemeriksaan darah atau USG untuk membantu mengetahui penyebab terjadinya perdarahan vagina. USG dapat digunakan untuk melihat kondisi rahim dan kandungan, namun tidak selalu dapat mendeteksi adanya solusio plasenta. Pada solusio plasenta, detak jantung janin juga perlu diawasi untuk mengetahui kondisi bayi dan dan mendeteksi adanya kegawatan janin.

penyakit lupus saat hamil

Apa saja perawatan  perlu yang diperlukan?

Perawatan solusio plasenta yang dilakukan seperti yang disari dari WebMD tergantung pada keadaan bayi yang dikandung, usia kehamilan, dan tingkat keparahan kondisi medis ini. Plasenta yang sudah terlepas dari dinding rahim tidak bisa ditempelkan kembali.

Ibu hamil yang mengalami ini mungkin akan dirawat di rumah sakit jika usia kehamilan di bawah 34 minggu, detak jantung bayi normal, dan kondisi tergolong ringan. Namun jika usia kehamilan sudah di atas 34 minggu dan abrupsio plasenta membahayakan ibu hamil serta bayi yang dikandung, maka dokter akan menyarankan untuk segera dilakukannya proses persalinan (biasanya melalui operasi caesar). Jika ibu hamil mengalami perdarahan hebat, maka harus dilakukan transfusi darah.

Apakah ada komplikasi yang disebabkan solusio plasenta?

Solusio plasenta atau abrupsio plasenta dapat menimbulkan komplikasi dan membahayakan jiwa ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Ibu hamil yang mengalami solusio plasenta kemungkinan bisa mengalami gangguan pembekuan darah dan syok akibat kehilangan darah.

Selain itu, kondisi medis ini juga bisa menyebabkan gagal ginjal atau kegagalan organ tubuh lainnya. Perdarahan juga kemungkinan terjadi setelah proses persalinan. Operasi histerektomi atau pengangkatan rahim mungkin akan dilakukan jika perdarahan yang terjadi tidak bisa dikendalikan.

Sedangkan pada bayi, solusio plasenta dapat menyebabkan kurangnya asupan nutrisi dan oksigen, serta kelahiran prematur. Bahkan komplikasi yang serius dapat terjadi di mana bayi terlahir dalam keadaan meninggal (stillborn).

Pencegahan solusio plasenta

Meskipun rawan terjadi di trimester ketiga, solusio plasenta juga bisa terjadi kapan saja setelah usia kandungan memasuki minggu ke-20. Kondisi ini tidak dapat dicegah secara langsung. Namun, ibu hamil dapat menurunkan risikonya dengan cara:

  • Mengonsumsi suplemen asam folat sesuai petunjuk dokter.
  • Memeriksakan kondisi kandungan secara rutin selama masa kehamilan.
  • Mengobati tekanan darah tinggi bila ada sesuai petunjuk dokter.
  • Tidak menggunakan narkoba.
  • Berhenti merokok.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya