Perbedaan Bipolar Disorder, Borderline Personality, dan Mood Swing

Perbedaan Bipolar Disorder, Borderline Personality, dan Mood Swing

Anda mungkin pernah mendengar gangguan kepribadian borderline, gangguan bipolar, dan mood swing. Ketiganya memiliki gejala yang hampir mirip, di mana terdapat perubahaan mood yang cukup dashyat. Namun, bila ditelaah secara lebih mendalam, ternyata terdapat perbedaan yang mendasar antara ketiga kondisi mental tersebut. Mari kita simak penjelasannya di bawah ini.

Bila dilihat dari gejalanya, di mana perbedaannya ?

Borderline personality disorder (BPD) yang juga sering disebut gangguan kepribadian ambang merupakan suatu kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan dalam mengontrol emosinya. Hal ini menyebabkan mereka memiliki perubahan mood yang cepat, tidak percaya diri, dan sulit menjalin hubungan sosial. Mereka yang memiliki jenis kepribadian ini akan memiliki gejala berupa:

  • Ketidakstabilan mood (adanya perasaan cemas, tidak nyaman yang dapat berlangsung selama beberapa jam dan terjadi dalam beberapa hari)
  • Perasaan kosong atau hampa
  • Kesulitan untuk mengontrol emosi, seringkali marah dan sering terlibat dalam perkelahian
  • Kesulitan untuk menjalin hubungan sosial yang baik dengan sesama.
  • Melakukan tindakan-tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri, atau berpikir dan merencanakan tindakan yang membahayakan diri sendiri
  • Memiliki rasa takut akan penolakan atau kesepian

Sedangkan gangguan bipolar merupakan jenis gangguan yang rumit, menyebabkan perubahan mood yang sangat ekstrem. Dari episode mania (sangat bersemangat dan aktif) menjadi episode depresi (sangat sedih, putus asa, dan tidak bertenaga). Bila pasien sedang dalam episode mania, pasien akan mengalami gejala seperti di bawah ini:

  • Rasa percaya diri yang tinggi, bahkan hingga berlebihan
  • Tidak tidur, bahkan bisa tidur hanya tiga jam saja dalam sehari
  • Menjadi sangat aktif berbicara
  • Bicaranya sangat cepat dan susah diikuti
  • Bicara dengan topik yang berbeda-beda dalam satu pembicaraan (tidak nyambung)
  • Perhatiannya akan sangat mudah teralihkan
  • Gejala ini terjadi minimal selama seminggu dan menyebabkan terganggunya kehidupan sosial dan kehidupan sehari-hari pasien

Bila pasien sedang dalam episode depresi, pasien akan mengalami:

  • Tidak bersemangat
  • Penurunan berat badan walaupun pasien tidak diet
  • Merasa lelah sepanjang hari
  • Merasa tidak berguna dan putus asa
  • Muncul keinginan untuk bunuh diri

Sedangkan gejala mood swing sering kali terjadi pada wanita, terutama menjelang usia menopause atau pada saat mau menstruasi (PMS). Mood swing menyebabkan perubahan emosi dalam waktu yang singkat. Misalnya, Anda sedang bercanda dengan teman dan tertawa terbahak-bahak, lalu beberapa saat kemudian Anda merasa sedih dan ingin sekali menangis. Selain itu, Anda juga merasa tidak mampu mengendalikan diri, lelah, dan merasa emosinya campur aduk.

Namun, selain pada wanita, mood swing ternyata juga dapat terjadi pada pria, yang dikenal dengan sebutan irritable male syndrome (IMS). Di mana, seorang pria akan mengalami gejala kecemasan, hipersensitivitas, frustasi, dan menjadi mudah marah.

Jadi apa bedanya BPD, gangguan bipolar, dan mood swing?

Gangguan bipolar sering kali disertai dengan gangguan psikotik (pasien merasa mendengar atau melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada). Bila pasien sedang mengalami episode mania biasanya hal-hal yang didengar akan berupa puji-pujian terhadap dirinya. Dalam episode depresi yang didengar adalah hinaan atau ejekan padanya. Sedangkan pada BPD, pasien jarang sekali mengalami gejala psikotik.

Bila dibandingkan dengan gangguan bipolar dan BPD, ternyata mood swing kerap diikuti dengan gejala fisik. Pada wanita yang akan mengalami menopause, keluhan yang sering terjadi berupa perasaan kering dan kaku pada vagina akibat perubahan hormonal (hal ini dapat memicu rasa nyeri saat berhubungan seks dan meningkatkan risiko terkena infeksi), berkeringat di malam hari, adanya perasaan hot flashes (rasa panas yang terjadi secara tiba-tiba yang menjalar pada bagian atas tubuh dan wajah) dan sulit tidur.

Sedangkan pada wanita dengan PMS, keluhan berupa rasa tidak nyaman pada perut, perut terasa kembung, sembelit, timbul jerawat, nyeri sendi, nyeri pada buah dada, dan mual. Pada pria, keluhan berupa nyeri pada punggung, nyeri kepala, kram perut, dan adanya gangguan fungsi seksual. Selain itu, mood swing juga tidak dapat menimbulkan adanya gangguan psikotik.

ciri bipolar

Apakah penyebabnya sama?

Gangguan bipolar dan BPD sebenarnya disebabkan oleh banyak faktor, antara lain faktor genetik, adanya gangguan dan ketidakseimbangan neurotransmiter pada otak, serta adanya peristiwa-peristiwa dalam hidup yang membekas (seperti kematian seseorang yang dicintai dan perceraian).

Mereka yang memilki BPD ternyata memiliki ganggguan pada bagian lobus frontolimbik (terjadinya defisit pada prefrontal dan hiperaktif pada sistem limbik). Adanya defisit ini juga akan membuat seseorang tidak dapat membendung dan mengontrol emosi negatif. Gangguan ini juga akan memicu timbulnya sifat agresif dan ketidakstabilan mood.

Sedangkan pada mereka yang memilki gangguan bipolar, letak gangguannya berbeda. Gangguan terjadi pada bagian otak yaitu prefrontal subkortikal dan anterior limbik.

Pada mereka yang mengalami mood swing, umumnya disebabkan karena adanya ketidakstabilan hormon. Pada wanita, terutama mereka yang akan mengalami menopause atau sedang PMS, kadar hormon progesteron akan menurun dan hormon estrogen akan jadi kacau.

Padahal, hormon progesteron berperan dalam mengurangi kecemasan, sedangkan hormon estrogen sangat memengaruhi produksi hormon serotonin yang berperan dalam pengaturan mood. Hal ini menyebabkan adanya pengendalian mood yang menjadi berantakan.

Selain itu, kondisi ini juga akan dipicu oleh tingkat stress atau beban kerja yang berat, kelelahan dan kesulitan tidur. Gabungan antara ketidakstabilan hormon dan hal-hal pemicu tersebut akan menyebabkan terjadinya mood swing. Pada pria, perubahan dan ketidakstabilan hormon, seperti penurunan testosteron dan penurunan serotonin juga memicu terjadinya IMS pada pria.

konseling psikologi

Bagaimana dengan cara mengobatinya?

Gangguan bipolar dapat ditangani sesuai dengan episode yang sedang dialaminya. Bila mengalami fase mania, dapat diberikan obat litium, sedangkan bila mengalami depresi dapat diberikan obat antidepresan.

Penanganan untuk mereka yang memiliki BPD lebih difokuskan pada psikoterapi dan konseling. Namun, pemberian obat juga dapat diberikan untuk mengatasi gangguan lainnya seperti kecemasan, depresi, atau gangguan impulsif.

Untuk mengatasi mood swing, terapi hormonal dengan estrogen bisa membantu. Terapi ini dipercaya cukup ampuh dalam mengatasi keluhan hot flashes dan keringat malam. Selain itu, anda juga dapat mencoba konsumsi obat golongan SSRI untuk mengatur ketidakstabilan mood dan kesulitan tidur.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>