Panduan Menjalani Diet 80/20, Agar Tetap Bisa Makan Enak Meski Sedang Diet

Panduan Menjalani Diet 80/20, Agar Tetap Bisa Makan Enak Meski Sedang Diet

Pernah dengar diet 80/20? Ya, diet yang telah banyak dijalani artis-artis Hollywood, seperti salah satunya Jessica Alba ini dianggap bisa jadi diet yang efektif untuk menurunkan berat badan bahkan mencegahnya agar tidak naik lagi. Diet 80/20 membolehkan Anda mengonsumsi makanan sehat sekaligus makanan yang Anda sukai – meskipun tidak sehat. Lho, kok begitu?

Apakah diet ini benar baik untuk diterapkan?

Apa itu diet 80/20?

Diet modern ini tidak seperti diet-diet lain yang mengharuskan Anda untuk memilih makanan yang sehat atau membatasi suatu jenis makanan. Diet 80/20 adalah prinsip diet yang menekankan pengaturan makan dengan cara mengonsumsi 80% makanan sehat dan sisa 20%-nya adalah makanan yang Anda sukai. 

Sederhananya begini: selama 6 hari dalam seminggu Anda wajib makan makanan sehat, namun Anda bisa dengan leluasa makan apapun di hari ke-7 atau saat akhir pekan. Terdengar cukup menyenangkan bukan jika dibandingkan dengan diet-diet lainnya? Setidaknya, Anda masih bisa mengonsumsi makanan kesukaan Anda sekali dalam satu minggu.

Metode ini dianggap lebih ampuh untuk menurunkan berat badan seseorang dalam waktu yang cukup cepat dan dapat mencegah kenaikan berat badan di kemudian hari. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2014 menyatakan bahwa orang masih bisa menurunkan berat badannya setelah melakukan ‘kecurangan’ pada akhir pekan.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa meskipun orang yang melakukan diet ini tidak mengalami penurunan berat badan secara drastis, namun risikonya lebih rendah untuk terkena penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker, atau penyakit kronis lainnya.

Panduan menjalani diet 80/20

Prinsip utama dari diet 80/20 adalah perencanaan serta pengaturan makan yang baik. Jika Anda ingin mencoba diet ini, maka Anda harus menentukan dulu hari di mana Anda akan memiliki kebebasan untuk mengonsumsi makanan yang Anda sukai.

Ingat, hanya satu hari saja dalam satu minggu, selebihnya Anda harus tetap disiplin untuk makan makanan sehat. Makanan sehat yang dimaksudkan di sini adalah makanan yang tidak mengalami banyak proses pengolahan, rendah lemak dan kalori, serta tinggi serat.

Anda juga bisa menyesuaikan jadwal Anda dalam seminggu dengan perencanaan diet 80/20. Misalnya, ketika ada acara keluarga atau diajak teman untuk hangout, maka Anda dapat membuat hari tersebut menjadi ‘hari kebebasan’ Anda. Jadi, Anda tak perlu menolak ajakan teman atau keluarga untuk makan di luar.

terlalu banyak makan lemak atau karbohidrat

Hati-hati, diet 80/20 bisa jadi ‘senjata makan tuan’

Diet kekinian ini memang terdengar menggiurkan karena 80% dari kebiasaan makan Anda dipenuhi dengan makanan sehat, sedangkan 20%-nya lagi makanan lezat yang kurang sehat. Diet ini bisa efektif bila memang Anda dapat memperhitungkan dengan tepat jumlah junk food yang Anda makan. Apakah sudah tepat Anda makan makanan yang tak sehat hanya 20%nya saja dari total makanan sehat yang telah Anda konsumsi sebelumnya?

Sebenarnya, sampai saat ini hampir sebagian besar orang tidak dapat memperhitungkan dengan baik kalori beserta porsi makanan yang mereka makan, sehingga mereka tak sadar bahwa makanan yang telah mereka makan itu sudah berlebihan.

Hal ini dapat terjadi jika Anda menerapkan diet 80/20. Anda mungkin saja menganggap bahwa di akhir pekan Anda dapat ‘balas dendam’ dan kemudian mengonsumsi makanan lebih dari 20% dari ketentuan. Tapi tentu saja Anda tak menyadari hal tersebut. Kondisi ini, justru akan membuat usaha Anda selama 6 hari sebelumnya sia-sia, karena Anda salah memperhitungkan porsi ‘makanan bebas’ di akhir pekan.

Intinya, Anda boleh saja menerapkan hal tersebut demi menurunkan berat badan tubuh. Namun, jangan sampai Anda mengonsumsi makanan yang tak sehat secara berlebihan. Ingat, diet yang paling baik adalah diet yang tetap mengacu pada porsi yang seimbang sesuai kebutuhan kalori Anda.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>