Menyimpan ASI Perah Saat ke Luar Negeri

Menyimpan ASI Perah Saat ke Luar Negeri

Pergi bertugas ke luar kota atau ngeri, dan terpaksa harus jauh dari si kecil, merupakan tantangan yang berat bagi mama bekerja, terutama yang masih memberikan ASI eksklusif untuk bayinya. Yang menjadi pikiran mama tak lain adalah bagaimana caranya agar tetap dapat memerah ASI, dan menyimpannya dengan benar.

Menurut dokter, sekaligus konselor laktasi RSIA Bunda Menteng, Dr. Yolanda Safitri, MPH(M), masih memberikan ASI eksklusif sebenarnya bukan menjadi halangan bagi mama untuk pergi jauh dari si kecil. Asalkan, Anda harus memastikan ASI yang diperah memiliki tempat penyimpanan khusus selama di pesawat, atau hotel tempat Anda menginap.

“ASI bisa bertahan di udara luar dengan suhu 25 derajat Celsius selama 4-6 jam. Setelah itu, ASI harus dimasukkan ke freezer atau chiller. Nah, jika Anda sedang meeting dan tidak tahu harus menyimpan ASI di mana, sebaiknya selalu bawa cooler bag yang berisi ice gel agar kelembapan suhu ASI tetap awet,” katanya, saat ditemui dalam acara Lactamil Mama Class di RSIA Bunda Menteng beberapa waktu lalu.

Menurut dr. Yola, ASI yang dimasukkan ke chiller bisa disimpan dalam jangka waktu lama. Semakin beku suhu kulkasnya, maka semakin lama pula ASI bisa  disimpan, bahkan sampai 6 bulan.

Nah, mengingat jarak yang cukup jauh dengan si kecil, biasanya payudara mama akan lebih sering membengkak. Kondisi ini membuat Anda harus segera mencari ruang menyusui atau laktasi, untuk memerah ASI. Jika terus didiamkan, maka risikonya, mama akan mengalami demam, dan payudara menjadi penuh. Tentu saja hal itu sangat mengganggu konsentrasi Anda saat bekerja, sehingga sebaiknya harus dihindari.

“Mungkin di luar negeri jarang ada ibu yang mau memerah ASI, seperti orang kita. Ruang menyusui juga mungkin saja tidak terlalu banyak. Di sinilah tantangannya, Anda harus pandai mencari ruangan khusus untuk memerah ASI. Apabila kulkas di hotel tempat Anda tinggal kurang dingin untuk menyimpan ASI, segera lapor kepada petugas hotel,” tambahnya. (Aprilia Safitri Ramadhani)

Baca juga: 8 Mitos Ini Sering Menghantui Ibu Menyusui

sumber : parenting.co.id


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>