Mengenal Penyakit Kanker Jantung, Kasus yang Langka Tapi Mematikan

Mengenal Penyakit Kanker Jantung, Kasus yang Langka Tapi Mematikan

Berbagai gangguan jantung seperti serangan jantung atau gagal jantung mungkin cukup umum bagi awam. Namun, bagaimana dengan kanker jantung? Apakah memang ada penyakit ini?

Jangan salah, jantung sebagai organ vital pun bisa terkena kanker seperti organ lainnya. Bahkan, penyakit ini justru sangat mematikan meski jarang ditemukan. Lantas, apa itu kanker jantung dan bagaimana bisa terjadi? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu kanker jantung?

Kanker jantung dikenal dengan tumor jantung primer, yaitu kanker yang berkembang di organ jantung sebagai pusat tubuh. Kanker jantung ini termasuk kasus yang sangat jarang terjadi. Dilansir dari pusat riset kesehatan Mayo Clinic, rata-rata kejadian ini hanya ditemukan satu kasus dalam satu tahun.

Penyebab kanker jantung belum diketahui secara pasti. Namun, seperti kebanyakan kanker pada umumnya, kanker bermula dari perubahan pada sel yang mengalami pembelahan secara tidak normal. Maka untuk kasus ini, sel-sel abnormal tersebut terjadi pada sel jantung.

Tanda dan gejala kanker jantung

Pada awalnya, kanker jantung sering tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, bila sudah mencapai stadium lanjut, gejala yang dirasakan mirip dengan gejala penyakit gagal jantung, di antaranya:

  • Nyeri dada
  • Irama jantung tidak teratur (aritmia)
  • Sesak napas
  • Pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki
  • Rasa cemas dan lelah yang berlebihan
  • Penumpukan cairan di paru-paru

Gejala-gejala ini diawali ketika tumor yang berukuran kecil mengalami pemecahan. Pecahan-pecahan tumor tersebut kemudian akan membentuk gumpalan yang menghalangi aliran di pembuluh darah (embolisme). Jika gumpalan ini bergerak menuju jantung dan menyumbat pembuluh darah di dekat jantung, maka akan menyebabkan rasa sakit di bagian dada (angina).

detak jantung normal

Bagaimana penyakit ini bisa muncul?

Kanker jantung bisa berkembang di bagian manapun dari jantung (primer). Meskipun terlihat jarang, kebanyakan jenis kanker yang ditemukan pada jantung berasal dari bagian lain di dalam tubuh sebelum akhirnya menyebar ke jantung (sekunder).

Misalnya, kanker paru dimulai dari perkembangan sel abnormal pada paru-paru yang kemudian menyebar ke jantung atau lapisan di sekitar jantung (kantung perikardial). Sementara itu, kanker lain yang bisa mempengaruhi jantung adalah kanker payudara, kanker ginjal, kanker paru, leukemia, limfoma, dan melanoma. Ini disebabkan karena sel kanker pada organ tersebut ikut mengalir lewat pembuluh darah dan menyebar ke organ jantung.

Sebagian besar tumor primer yang terjadi pada jantung bersifat jinak, misalnya sarkoma atau sejenis kanker yang berasal dari jaringan lunak tubuh. Sedangkan tumor jantung yang berkembang menjadi kanker hanya sekitar 25 persen.

Pada orang dewasa, kanker jantung ganas yang paling umum terjadi adalah angiosarkoma, yaitu kanker yang cenderung berkembang di ruang atas kanan jantung (atrium) dan berasal dari pembuluh darah. Angiosarkoma terjadi ketika gumpalan sel kanker berhasil masuk ke atrium jantung dan menyebar ke organ yang berdekatan dengan jantung.

Pengobatan kanker jantung

Saat dokter mencurigai adanya perkembangan tumor di jantung, Anda akan diminta untuk menjalani sejumlah tes, di antaranya:

  • MRI, alat pemindai yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur organ dalam tubuh
  • Echokardiogram, prosedur yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasound) untuk melihat fungsi jantung dan struktur jantung
  • ECG (elektrokardiogram), tes yang merekam aktivitas listrik dalam jantung

Untuk pengobatan kanker jantung sendiri dilakukan layaknya kanker pada umumnya seperti kemoterapi, radiasi, dan terapi hormon. Fokus utama dari pengobatan ini adalah bagaimana kanker bisa disembuhkan secara permanen atau paling tidak mengurangi gejala yang dirasakan.

Sayangnya, cara-cara ini bisa berdampak pada kinerja jantung. Umumnya, kerusakan jantung bersifat reversibel atau bisa diperbaiki dan disembuhkan. Namun, dalam beberapa kasus, kerusakan jantung lainnya bersifat permanen dan tidak bisa disembuhkan.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>