Mengasuh Anak Bungsu Agar Tidak Manja

Mengasuh Anak Bungsu Agar Tidak Manja


Umumnya orang tua cenderung bersikap lebih santai pada anak bungsunya. Menurut Kevin Leman, PhD, penulis buku The Birth Order Book: Why You Are the Way You Are, orang tua tidak merasakan kegugupan yang sama dengan saat mendidik anak pertama, akibatnya anak bungsu tidak akan merasakan ‘pemaksaan’ seperti yang dirasakan saudara-saudaranya. 

Anak bungsu juga cenderung tidak banyak memikul tanggung jawab, sehingga tumbuh menjadi seseorang yang lebih riang, santai, suka bersenang-senang, penuh kasih sayang, ramah, dan mereka suka membuat orang tertawa. 

Seperti yang dialami Cassandra Reigel Whetstone, dari Folsom, California, mengakui bahwa dia lebih memperhatikan saat putrinya Clara, sekarang berusia 7 tahun mulai memasuki dunia prasekolah. “Saya selalu bertanya apa yang telah dipelajarinya hari ini,” kata Cassandra. Namun kesiagaan itu menurun saat Owen putra bungsunya memasuki dunia yang sama. 

Namun, tidak selamanya menjadi bungsu menyenangkan. Ia selalu merasa si sulung sebagai seorang yang lebih dalam segala hal, lebih cepat, lebih pintar, dan lebih mandiri.  “Karena itu, si bungsu juga mungkin akan menonjolkan dirinya dengan sedikit memberontak”, ungkap Frank J. Sulloway, Profesor Departemen Psikologi Universitas California, Berkeley California, AS. 

Leman juga sepakat dengan hal itu, ia mengatakan jika anak bungsu akan menunjukkan sikap ‘I’ll show them’ pada orang tuanya, terutama saudara-saudaranya.

Baca juga: Waspada Tanda-tanda Anak Manja

Model pengasuhan untuk anak bungsu:
Anak bungsu sering merasa tidak dianggap serius. Cobalah biarkan ia membuat beberapa keputusan keluarga, seperti ke mana harus pergi makan malam atau memilih video yang akan ditonton bersama. 

Selain itu, Anda juga perlu mengakui pengalaman pertamanya, sama seperti yang Anda lakukan pada saudara-saudaranya. Misalnya, saat ia berhasil mengikat tali sepatu atau sudah bisa makan dengan rapi tanpa disuapi, umumkanlah hal itu pada seluruh keluarga juga pada kakek dan neneknya jika perlu. 

Anda juga perlu memamerkan hasil karyanya sebagai ungkapan rasa bangga Anda, menempel gambarnya di lemari es, contohnya.

Untuk membangun rasa tanggung jawabnya, Anda perlu memberinya beberapa tugas yang mampu ia kerjakan dengan benar. Anda bisa memintanya melakukan hal sederhana, misalnya membantu meletakkan serbet di atas meja. 

Leman menegaskan jika anak bungsu akan belajar melakukan pekerjaan dengan baik jika anggota keluarganya tidak berpikiran ia terlalu kecil untuk menangani suatu hal.

sumber : parenting.co.id


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>