Memberi Pengertian Bagi Anak yang Kakak Atau Adiknya Punya Autisme

Memberi Pengertian Bagi Anak yang Kakak Atau Adiknya Punya Autisme

Ketika membesarkan anak yang punya autisme, orangtua sering lupa bahwa kondisi yang dimiliki salah satu anak Anda ternyata sangat berdampak pula pada kakak atau adiknya. Karena itu, orangtua harus memahami bahwa anak yang saudara sekandungnya punya autisme membutuhkan pehamaman dan arahan yang jelas seputar autisme.

Masalahnya, anak mungkin tidak begitu paham kenapa selama ini orangtua sibuk sekali mengurus kakak atau adiknya yang punya autisme. Sedangkan dirinya sendiri dituntut jadi mandiri oleh orangtua.

Selain itu, anak juga akan melihat bahwa ada perbedaan ekspektasi dan standar yang ditetapkan oleh orangtua terhadap dirinya dan kakak atau adiknya yang punya autisme. Misalnya anak diajari untuk makan seadanya. Padahal, kakak atau adiknya yang punya autisme sangat pemilih soal makanan sampai-sampai orangtua harus menyiapkan menu khusus untuknya.   

Lalu bagaimana cara memberikan pengertian pada anak yang punya saudara kandung dengan autisme agar bisa memahami situasinya? Berikut penjelasan serta tips-tips membesarkan kakak dan adik supaya tetap akur dan penuh kasih.

Apa yang dirasakan anak yang punya kakak atau adik dengan autisme?

Banyak orangtua merasa bersalah ketika tidak bisa menghabiskan waktu dengan anaknya yang lain karena sibuk mengurus dan memerhatikan anak dengan autisme. Hal ini bisa saja memunculkan perasaan negatif pada anak. Misalnya berikut ini.

  • Cemburu sebab orangtua atau anggota keluarga lainnya lebih memerhatikan kakak atau adik yang punya autisme ketimbang dirinya.
  • Merasa kecil hati karena menganggap bahwa saudara kandungnya sendiri tidak mau main atau berinteraksi dengannya.
  • Malu akibat penilaian negatif orang lain terhadap kakak atau adiknya (terutama ketika berada di tempat umum).

Berbagai perasaan yang disebutkan di atas bukan harga mati. Bukan berarti setiap anak yang punya saudara kandung dengan autisme pasti punya pola emosi seperti itu. Akan tetapi, anak memang jadi lebih rentan terhadap emosi-emosi tersebut bila ia tidak dibimbing dan diberi pemahaman soal situasi kakak atau adiknya.

anak berbohong

Memberi pemahaman pada anak yang saudara sekandungnya punya autisme

1. Menjelaskan tentang autisme

Pertama-tama, Anda memang harus menjelaskan terlebih dahulu terkait sindrom autisme yang dimiliki salah satu anak Anda. Untuk memulainya, cari tahu apa yang dipikirkan si kecil tentang adik atau kakaknya. Tanyakan hal-hal yang sederhana seperti apa pendapat anak soal kakak atau adiknya dan apa yang anak rasakan ketika kakak atau adiknya tersebut sedang menunjukkan gejala-gejala autisme (misalnya mengamuk).

Setelah itu, jelaskan tentang autisme, dari kebutuhan hingga keterbatasan anak dengan autisme. Pastikan kalau Anda menggunakan bahasa yang sederhana tapi jelas.

Yang perlu dipertegas adalah autisme bukan tanda kecacatan karakter (bukan berarti kakak atau adiknya sengaja bersifat menyebalkan). Autisme adalah sebuah kondisi medis yang mengganggu perkembangan seseorang. Beri tahu juga bahwa kondisi tersebut tidak bisa dikendalikan sepenuhnya oleh kakak atau adiknya, orangtua, atau bahkan dokter.

Jangan lelah untuk menjelaskannya berkali-kali karena gangguan spektrum autisme memang bukan konsep yang mudah dicerna oleh anak.

2. Merancang waktu bermain bersama

Pastikan semua anak Anda punya waktu bermain dan berinteraksi bersama. Misalnya membaca buku bersama-sama. Anda juga bisa mendampingi anak-anak ketika sedang bermain bersama.  

Tak hanya berusaha mendekatkan anak dengan kakak atau adiknya, Anda juga harus meluangkan waktu yang berkualitas berdua saja dengan si kecil. Ketika sedang berdua saja, pastikan Anda benar-benar memfokuskan perhatian pada anak. Jangan sambil main handphone atau bersih-bersih rumah.  

3. Berusaha adil

Sulit memang menyamakan aturan keluarga atau mendisiplinkan anak secara adil ketika kondisi mereka berbeda. Karena itu, Anda harus selalu menjelaskan pada anak kenapa aturannya berbeda.

Adil itu bukan berarti memberikan perlakuan yang sama persis, lho. Adil berarti menyesuaikan ekspektasi orangtua dengan kapasitas setiap anak yang tentu berbeda-beda. Lama-lama, anak akan belajar memahami kondisi saudara kandungnya dan melihat bahwa orangtua tetap bisa berlaku adil padanya.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>