Mata Anda Juga Bisa Kena Stroke! Apa Penyebabnya?

Mata Anda Juga Bisa Kena Stroke! Apa Penyebabnya?

Stroke mata atau yang dikenal dengan oklusi arteri retina, disebabkan oleh penyumbatan pada pembuluh darah di retina. Pembuluh darah berfungsi untuk membawa nutrisi dan oksigen ke semua bagian tubuh. Ketika pembuluh darah menyempit atau terblok oleh sumbatan, suplai darah akan berkurang atau tidak ada sama sekali. Hal ini akan menyebabkan kerusakan serius pada area yang terkena, dikenal dengan stroke.

Kondisi ini menghambat pasokan darah ke retina, yaitu lapisan di bagian dalam mata yang menyampaikan signal cahaya ke otak sehingga kita dapat melihat benda-benda di sekitar kita. Jika pembuluh pada retina yang tersumbat, cairan dari pembuluh tersebut akan bocor ke retina sehingga akan terjadi pembengkakan. Hal ini akan menyebabkan gangguan dari penglihatan.

Apa saja gejala stroke mata?

Gejala yang timbul dapat terjadi secara perlahan selama berjam-jam atau berhari-hari, atau bisa terjadi tiba-tiba. Perlu Anda perhatikan, stroke biasa terjadi di salah satu mata saja. Inilah beberapa gejala yang mungkin timbul.

  • Pandangan seperti berkunang-kunang, atau muncul bintik-bintik putih pada penglihatan
  • Nyeri atau rasa tertekan pada mata
  • Penglihatan kabur yang terus memburuk di sebagian atau seluruh penglihatan Anda
  • Kehilangan penglihatan seluruhnya dapat terjadi secara perlahan atau tiba-tiba

Jika Anda mengalami gejala di atas, segera periksakan diri Anda ke dokter. Tanpa pengobatan yang cepat dan tepat, stroke pada mata dapat menyebabkan Anda kehilangan penglihatan (kebutaan) secara permanen.

Penyebab stroke mata

Stroke mata terjadi karena adanya penyumbatan aliran darah yang merusak retina. Penyumbatan ini biasanya terjadi karena penyempitan pembuluh darah atau adanya bekuan darah. Sayangnya, sampai saat ini belum diketahui secara pasti mengapa organ mata yang bisa terpengaruh kondisi ini.

Siapa yang berisiko mengalami stroke mata?

Siapa saja dapat mengalami stroke di mata, tapi ada faktor-faktor yang membuat Anda lebih berisiko untuk mengalaminya. Anda yang berusia lebih dari 60 tahun, punya kebiasaan merokok, serta berjenis kelamin laki-laki lebih berisiko terhadap stroke ini.

Beberapa kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko, yaitu:

  • Diabetes
  • Glaukoma
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Penyakit jantung
  • Penyempitan arteri karotis atau arteri leher

Bagaimana mendiagnosis stroke mata?

Jika Anda mengalami kehilangan penglihatan mendadak, Anda harus segera menghubungi dokter mata Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui apakah Anda terkena stroke mata. Dokter mata Anda akan melebarkan pupil mata Anda dengan obat tetes mata yang memungkinkan untuk pemeriksaan retina lebih menyeluruh dan melihat ada tidaknya tanda-tanda kerusakan.

mata sensitif terhadap cahaya

Pengobatan untuk stroke mata

Beberapa pengobatan yang dapat diberikan dokter mata Anda dalam beberapa jam setelah gejala timbul, seperti:

  • Bernapas dalam (menghirup) campuran karbon dioksida dan oksigen, hal ini dapat membuat arteri retina melebar
  • Membuang sebagian cairan dari mata agar sumbatan menjauh dari retina
  • Obat penghancur bekuan atau gumpalan dalam darah
  • Obat suntik mata seperti kortikosteroid atau anti-vascular endothelial growth factor
  • Terapi laser
  • Oksigen tekanan tinggi atau hiperbarik

Kondisi lain yang menyebabkan timbulnya pembekuan darah juga harus diobati. Semakin cepat pengobatan yang diberikan, semakin besar kesempatan Anda untuk menyelamatkan penglihatan Anda. Beberapa pasien dapat melihat kembali setelah serangan stroke ini, meski penglihatan sering kali tidak sebaik dulu.

 Langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan

  • Mengendalikan kadar gula darah jika Anda berisiko atau mengalami diabetes.
  • Mengobati glaukoma dengan obat-obatan yang menjaga tekanan bola mata Anda terkontrol.
  • Pastikan tekanan darah Anda selalu dalam batas normal.
  • Memeriksakan kadar kolestrol secara rutin. Jika terlalu tinggi, diet dan olahraga dapat membantu menurunkan sebelum mengonsumsi obat-obatan.
  • Berhenti merokok.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>