Makanan Tinggi Asam Folat, Kunci Mencegah Anencephaly Sejak Sebelum Kehamilan

Makanan Tinggi Asam Folat, Kunci Mencegah Anencephaly Sejak Sebelum Kehamilan

Anencephaly adalah salah satu jenis cacat lahir yang paling umum — bahkan tak jarang dapat berujung fatal. Satu dari 1.000 kehamilan berpeluang besar untuk mengalami komplikasi kehamilan ini. Parahnya lagi, tidak semua kasus anencephaly diketahui pasti apa penyebabnya. Yang bisa Anda lakukan untuk mencegah anencephaly terjadi pada calon buah hati Anda adalah dengan mempersiapkan tubuh sejak masih dalam tahap merencanakan untuk hamil. Salah satu kunci pentingnya adalah dengan memperbanyak asupan makanan tinggi asam folat.

Apa yang terjadi pada bayi anencephaly?

Anencephaly adalah cacat lahir serius yang menyebabkan bayi terlahir tanpa sebagian otak dan tengkoraknya. Anencephaly termasuk dalam jenis cacat tabung saraf. Tabung saraf adalah struktur embrio yang akhirnya berkembang menjadi otak dan tengkorak bayi, juga sumsum tulang belakang dan jaringan lain yang menyertainya.

mencegah anencephaly
Ilustrasi bayi anencephaly sumber: https://ghr.nlm.nih.gov/condition/anencephaly

Kondisi ini terjadi ketika bagian atas tabung saraf gagal menutup sempurna. Akibatnya, otak dan sumsum tulang belakang bayi yang masih berkembang jadi terkontaminas oleh cairan ketuban. Paparan cairan ketuban ini kemudian menyebabkan jaringan sistem saraf jadi terurai dan hancur. Hal ini mengakibatkan bayi terlahir tanpa otak besar dan otak kecil. Dua bagian otak ini diperlukan untuk berpikir, mendengar, melihat, emosi, dan mengkoordinasikan gerakan.

Hampir semua bayi yang didiagnosis anencephaly meninggal saat masih dalam kandungan. Kondisi ini tidak dapat disembuhkan. Jikapun bayi berhasil bertahan dalam kandungan sampai akhir kehamilan, sekitar 40% dari bayi anencephaly dilahirkan prematur. Namun berisiko tinggi untuk meninggal dalam beberapa jam atau beberapa hari setelah kelahiran.

Mencegah anencephaly dengan memperbanyak asupan asam folat 

Penyebab pasti dari anencephaly tidak diketahui. Namun kurangnya asupan asam folat (vitamin B9) sebelum dan selama kehamilan dapat meningkatkan risiko cacat lahir pada bayi, termasuk cacat tabung saraf yang menyebabkan anencephaly. 

Karena itu, asam folat menjadi kebutuhan gizi yang sangat wajib dipenuhi bagi setiap wanita yang akan atau sedang merencanakan kehamilan. Terlambat atau tidak memperbanyak asupan asam folat selama masa kehamilan hanya akan semakin meningkatkan risiko anencephaly karena prosesnya sudah terjadi dan bersifat tidak dapat dibatalkan. Namun begitu, wanita yang belum atau tidak berencana memiliki bayi pun tetap harus meningkatkan asupan asam folat jika mereka termasuk aktif secara seksual. Pasalnya, kehamilan bisa saja terjadi tanpa direncanakan.

Pada awal kehamilan atau bahkan sebelum Anda tahu bahwa Anda sudah hamil, folat berperan penting dalam perkembangan awal janin, ketika janin masih berbentuk tabung saraf. Tabung saraf biasanya terbentuk pada awal kehamilan dan menutup pada hari ke-28 setelah pembuahan.

Penelitan menunjukan bahwa wanita yang mengonsumsi suplemen asam folat sebelum hamil dan terus dilanjut selama trimester pertama dapat mengurangi risiko bayi lahir cacat hingga 72 persen. Bahkan sejumlah penelitian juga menunjukan bahwa mengonsumsi asam folat yang cukup pada awal kehamilan berkaitan dengan berkurangnya risiko keterlambatan berbahasa pada anak-anak di usia 3 tahun.

Kapan harus mulai mengonsumsi folat, dan berapa banyak?

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat merekomendasikan wanita usia subur mengonsumsi 0,4 mg (400 mcg) folat/hari untuk mencegah cacat lahir, setidaknya sebulan sebelum hamil. Kementerian Kesehatan Indonesia lewat pedoman Angka Kecukupan Gizi tahun 2013 merekomendasikan setiap wanita untuk mengonsumsi folat sebesar 400 mcg/hari sebelum hamil dan ditambah 200 mcg/hari selama hamil.

Wanita yang mengonsumsi folat setiap hari sesuai dosis yang direkomendasikan mulai dari setidaknya satu bulan sebelum konsepsi (pembuahan) dan selama trimester pertama kehamilan dapat menurunkan risiko bayinya mengalami cacat tabung saraf (penyebab anencephaly dan spina bifida) hingga lebih dari 70 persen.

Dari mana saja sumber folat didapatkan?

Folat dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau, gandum utuh, dan makanan lain. Di Indonesia, pemerintah telah mewajibkan fortifikasi folat pada semua terigu yang dipasarkan yang bertujuan untuk perbaikan gizi.

Berikut ini beberapa makanan sumber folat:

  • Terigu dan sereal yang telah difortifikasi folat
  • Sayuran berdaun hijau, seperti bayam, asparagus, brokoli, brussels sprouts, lobak hijau, selada
  • Buah-buahan, seperti jeruk, alpukat, pepaya, pisang
  • Kacang-kacangan, seperti kacang chickpea (kacang arab)
  • Kacang polong
  • Jagung
  • Produk susu
  • Ayam, daging sapi, telur, dan ikan
  • Gandum
  • Kentang

Bayam, hati sapi, asparagus, dan brussels sprouts adalah makanan sumber folat yang paling tinggi.  Selain dari sumber makanan, asam folat dapat terpenuhi dari multivitamin hamil untuk membantu mencegah anencephaly.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>