Lebih Dekat dengan Andra Alodita; Antara Karier, Keluarga, dan Program Bayi Tabungnya (Part 1)

Lebih Dekat dengan Andra Alodita; Antara Karier, Keluarga, dan Program Bayi Tabungnya (Part 1)

Minggu siang di awal bulan Juni ini, saya punya janji dengan seorang former photografer, lifestyle blogger, beauty enthusiast, dan juga ibu dari Aura Suri serta istri dari penyanyi Abenk Alter. Dialah Andra Alodita. Lewat akun instagramnya @alodita, ia kerap berbagi momen seputar aktivitas sehari-harinya bersama keluarga termasuk juga pekerjaannya. Andra, begitu ia lebih suka disapa, juga banyak dikenal orang lewat blognya, alodita.com, dimana ia biasa menuliskan berbagai hal mulai dari tips mengenai make-up, style, keluarga, termasuk tentang pengalamannya berjuang lewat program bayi tabung.

Senang sekali, Andra yang saat itu sedang liburan di Jogja bersama suami dan anaknya, menyambut baik niat saya untuk bertemu untuk menyempatkan interview. Bertempat di coffee shop di salah satu hotel di daerah Patangpuluhan Jogja, (sayangnya saya sedang puasa jadi gagal untuk mencoba espresso based-nya yang kata salah seorang teman enak banget!) , interview yang lebih menjurus ke obrolan saking serunya ini pun terlaksana. Apa saja ya, yang berhasil Hipwee kulik dari seorang Andra Alodita? Yuk, kita simak sama-sama.

Apa saja sih kesibukan Andra sekarang?

Andra dan Aura via www.instagram.com

“Kesibukan aku sekarang blogging, bikin creative content untuk sosial media, mostly waktu aku sekarang habis di rumah untuk ngurusin Aura dan juga suami”.

Bagaimana membagi waktu antara menyelesaikan pekerjaan yang harus dikerjakan dari rumah dan juga mengurus keluarga?

Andra, suami, dan Aura via www.instagram.com

Advertisement


“Ngebagi waktunya susah banget. Justru menjadi work at home mom jauh lebih susah dibanding orang yang kerja kantoran. Karena, baru mau pegang laptop saja, sudah keburu diteriakin sama Aura. Jadi, semua aku kerjakan di rumah sekaligus ngurusin Aura. Biasanya aku bangun lebih awal, nulis jurnal, sarapan, buka email dan nulis blog. Meskipun sekarang di rumah sudah ada ruang kerja sendiri, tapi praktiknya adalah ngajak main Aura sambil curi-curi waktu buat kerja. Jadi, laptop selalu stand by di ruang TV”.

“Saat Aura tidur jadi waktu berharga buat follow up kerjaan. Di samping itu, meski bekerja dari rumah, aku membatasi urusan kerjaan cuma sampai jam 4 atau jam 5 sore saja, menyesuaikan sama orang yang kerja kantoran. Sedangkan sisa waktu sampai malam hari adalah buat keluarga.”

Berarti, memang ada tantangannya tersendiri ya, jadi work at home mom alias ibu yang bekerja dari rumah?

Work at home mom via www.instagram.com

“Banget! Sebenernya lebih enak justru kerja kantoran, keluar rumah sekalian. Tapi pertimbangannya adalah, aku ngedapetin Aura susah (lewat bayi tabung), selain itu, kerjaanku dulu sebagai fotografer sudah gila-gilaan. 3 tahun pertama menikah, hampir setiap weekend nggak pernah di Jakarta, sehari-hari kerja dari subuh sampe tengah malem, suami nggak keurus, dan suka tiba-tiba baru ingat kalau Jumat depan (lagi-lagi) harus keluar kota”.

“Sekarang, karena sudah punya anak, aku memilih untuk bekerja dari rumah. Rasanya sudah puas berkarier saat sebelum punya anak. Jadi, sekarang waktu yang ada lebih banyak dihabiskan buat keluarga tetapi tetap berkarya lewat blog. Meski bekerja dari rumah, aku selalu dandan dan pakai baju rapi layaknya orang yang bekerja di luar rumah agar suasananya nggak males-malesan”.

Sejauh ini, dari awal memang sudah punya niat untuk tidak memakai jasa baby sitter, ya?


Urus anak sendiri via hipwee.com

“Ada Mbak, tapi gantian. Karena Mbak ‘kan juga manusia ya, dia butuh istirahat dan juga butuh me time. Selain itu belajar dari baby sitter-nya tetangga yang bekerja 24 jam, sedang ibunya si anak sendiri baru pulang jam 10 malam, kebetulan aku juga didikan baby sitter, dimana dulu, aku dan adik-adikku selalu sama baby sitter karena ibuku sibuk bekerja, rasanya nggak mau Aura punya pengalaman yang sama. Di samping itu karena faktor mendapatkan Aura sudah dijalani dengan perjuangan lewat bayi tabung, jadi, aku memutuskan untuk tidak memakai baby sitter dan mengurus Aura sendiri bersama suami”.

Jadi kebayang sibuknya Andra dalam mengurus keluarga dan juga pekerjaan. Bagi tips dong biar jadi blogger yang sukses dan bisa konsisten terutama dalam hal mengatur mood?

Kalahkan mood! via www.instagram.com

“Nggak bisa dimungkiri, mood itu memang berpengaruh banget sama keadaan. Tapi, aku mencoba profesional dan sebisa mungkin mengalahkan mood buruk yang muncul bisa karena abis berantem sama suami, klien telat dan lain sebagainya. Jadi, jangan sampai kita kalah sama mood, karena kalau sampai itu terjadi, ujung-ujungnya kita yang justru akan rugi sendiri. Kalau mood-ku lagi jelek, biasanya aku keluar sebentar, sampai pikiran kembali tenang, aku baru bisa nulis lagi, atau mengerjakan pekerjaan lainnya”.

Dulu Andra ‘kan pernah jadi fotografer, sekarang gimana, pernahkah terlintas untuk menekuni bidang itu lagi?

Nggak berniat untuk balik motret lagi via www.instagram.com

“Sepertinya enggak ya, karena aku sendiri sudah sangat puas pernah bekerja sebagai fotografer, sampai bisa traveling ke dalam hingga luar negeri. Sampai akhirnya memutuskan untuk beralih profesi jadi blogger karena pada saat itu ingin fokus pada program bayi tabung, dimana sama sekali tidak boleh stress dan juga lelah. Bayangin aja, saat masih jadi fotografer, sekali pergi paling nggak aku bawa ransel seberat 2-3 kg yang isinya semua perlengkapan motret. Pernah juga ke luar kota bawa barang 30 kg sendirian. Akhirnya, atas saran suami juga, walaupun awalnya aku merasa nggak bisa nulis, akhirnya aku fokus jadi blogger sampai sekarang”.

Sebagai beauty enthusiast, apa saja sih yang biasa Andra pakai untuk make-up sehari-hari?

Beaty enthusiast via www.instagram.com

“Kalau sehari-hari, biasanya aku pakai BB cream, sunblock, eyeliner, bedak, sama lipstik. Sekalian nyobain kalau dibuat makan hilang apa enggak. Hahaha..”

Perawatan wajah apa saja sih yang sebenarnya wajib dilakukan agar kulit nggak cuma bersih tapi juga sehat?

Nggak ada perawatan khusus via www.instagram.com

“Aku sendiri nggak melakukan perawatan khusus, apalagi pakai cream dari dokter. Karena aku justru takut sama produk kimia yang dijual di klinik kecantikan. Pernah suatu kali aku coba ke dokter kulit, selain dikasih cream, aku juga diberi obat yang harus diminum. Tapi dokter kasih peringatan apakah dalam waktu dekat sedang program hamil? Soalnya obatnya bisa membuat rahim kering. Sejak saat itu, aku benar-benar nggak mau lagi perawatan ke klinik kecantikan. Aku justru lebih memilih beli produk di mal yang sudah jelas ada BPOM-nya”.

“Sedang, menurutku yang paling penting itu adalah banyak minum air putih dan juga istirahat yang cukup. Jadi, aku sampai beser saking banyaknya minum dan harus tidur paling nggak 7 jam sehari. Banyak orang nggak percaya perawatan tradisional, padahal zaman dulu orang yang singset dan langsing nyatanya cuma minum jamu dan itu terbukti, ‘kan?”

Ngomong-ngomong, sebagai influencer di sosial media, kelihatannya kesibukan Andra enak-enak aja dan bikin iri. Menurut Andra sendiri?

Punya kuota dalam pekerjaan via www.instagram.com

“Orang mengira kerjaan aku itu enak banget bisa dapet beauty products for free, ketemu artis, punya banyak followers, sering diundang ke berbagai acara, tapi aku sendiri justru harus punya kontrol. Biasanya aku bilang sama klien kalau kuota pekerjaan aku sudah penuh, padahal sebenarnya belum penuh-penuh banget. Tapi, aku sengaja melakukan itu agar masih punya waktu untuk keluarga. Kalau enggak, nanti anak, suami dan orang tua aku siapa dong yang ngurusin?”

Obrolan saya dengan Andra tak berhenti sampai sini. Masih ada banyak yang kami bicarakan mengenai pernikahan, parenting yang ia terapkan untuk Aura, termasuk tentang program bayi tabung yang ia jalani. Penasaran, kita tunggu part 2-nya, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

sumber : hipwee.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>