Kerusakan Otak Bisa Sebabkan Obesitas. Apa Saja Gejalanya?

Kerusakan Otak Bisa Sebabkan Obesitas

Selama ini, Anda mungkin mengira bahwa obesitas atau badan kegemukan itu sudah pasti disebabkan oleh makan kebanyakan. Padahal, ternyata obesitas juga bisa disebabkan oleh sebuah gangguan pada fungsi otak. Bagaimana bisa? Simak informasinya di bawah ini.

Apa itu obesitas?

Obesitas adalah kondisi di mana tubuh menyimpan lemak berlebih pada tingkat yang tidak sehat. Penyimpanan lemak tubuh pada umumnya diatur oleh proses metabolisme makanan dan bergantung pada asupan kalori dan energi yang dikeluarkan dari makanan tersebut.

Terlalu banyak asupan kalori yang disertai dengan sangat sedikitnya energi yang dihasilkan tubuh melalui kalori akhirnya bisa membuat Anda kena obesitas.

Di samping itu, terdapat proses fisiologis lainnya yang diatur oleh otak dalam penyimpanan cadangan makanan. Salah satu gangguan kelenjar pada otak, yaitu hipotalamus, dapat menyebabkan perubahan metabolisme dan menyebabkan seseorang mengalami obesitas.

Gangguan kelenjar hipotalamus dan efeknya terhadap obesitas

Hipotalamus merupakan bagian berukuran kecil pada otak yang berperan menghubungkan sistem saraf dengan sistem endokrin, di mana kelenjar pituitari berperan sebagai perantara keduanya. Hipotalamus berperan dalam mengatur produksi hormon pitutari yang berperan dalam pengaturan suhu tubuh, siklus tidur, serta rasa lapar dan haus.

Hipotalamus juga berperan dalam mengubah hormon tiroid yang belum aktif – troksin menjadi triiodotironin sehingga secara langsung berperan dalam membantu penggunaan hormon tiroid.

Bila ada kerusakan pada otak, bagian hipotalamus akan mengganggu berbagai fungsi tubuh. Disfungsi hormon tiroid dan gangguan pada kelenjar pituitari memicu penumpukan lemak. Akibatnya, berat badan akan naik dengan mudah.

Gangguan tersebut menyebabkan gangguan metabolisme yang ditandai dengan ketidakseimbangan suhu tubuh, produksi berlebihan hormon lapar (leptin) dan insulin, serta proses pembakaran kalori yang tidak semestinya. Otak pun menerima sinyal bahwa tubuh selalu merasa lapar sehingga proses metabolisme zat gizi lebih mengutamakan penyimpanan cadangan makanan daripada untuk menghasilkan energi dengan membakar kalori.

anak gemuk berisiko alami penyakit kronis

Obesitas hipotalamik bisa dipicu oleh tumor otak

Meskipun terbilang jarang, obesitas hipotalamik bisa terjadi sebagai komplikasi dari tumor otak craniopharyngioma (CP). Kondisi tersebut merupakan tumor dari kondisi bawaan lahir dan muncul saat perkembangan embrio bayi. Tumor CP termasuk tumor yang jinak, namun tumbuhnya tumor tersebut akan mengganggu hipotalamus dan kelenjar pitutari.

Komplikasi CP dan obesitas juga dapat bertambah serius ketika tubuh tidak dapat menyimpan lemak dengan normal yaitu di bawah permukaan kulit dan mulai menyimpan lemak di sekitar otot, liver (hati) dan juga organ sekitar perut.

Kondisi obesitas dan CP tergolong rumit. Keparahan gejala obesitas berbeda-beda, tergantung seberapa besar tumor dan area otak yang mengalami kerusakan. Meski demikian, faktor pengaturan metabolisme dan energi juga sangat berpengaruh terhadap terjadinya obesitas. Penanganan CP dengan cara operasi juga memiliki risiko kerusakan hipotalamus otak sehingga obesitas hipotalamus dapat tetap terjadi atau bahkan menjadi lebih serius.

Gejala dan dampak obesitas

Gangguan metabolisme dan hormon yang tidak seimbang membuat kenaikan berat badan sangat sulit dicegah dan diatasi pada kasus obesitas hipotalamik. Gejala lapar berlebih dan kenaikan berat badan secara cepat dapat terjadi ketika terjadi disfungsi metabolisme, selain itu penderita juga mungkin mengalami beberapa gejala di bawah ini.

  • Sangat mudah lelah
  • Suhu tubuh naik turun, misalnya merasa sangat kepanasan atau kedinginan saat tidak terjadi perubahan suhu yang drastis
  • Mengalami gangguan tidur dan perubahan pola tidur
  • Merasakan sakit pada bagian tubuh tertentu
  • Mengalami gangguan mood
  • Menurunnya gairah seksual

Pengidap obesitas juga memiliki risiko mengalami penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler). Ini karena tumpukan lemak berlebih bisa meningkatkan tekanan darah. Jika terus-terusan terjadi, fungsi jantung dan pembuluh darah pun akan terganggu.

Bagaimana cara mengatasi obesitas hipotalamik?

Salah satu pilihan dengan keberhasilan tinggi dalam mengatasi obesitas hipotalamik adalah dengan cara melakukan operasi gastric bypass serta pengobatan tumor jika memiliki tumor CP.

Metode gastric bypass bisa mengatur produksi hormon insulin dan mengendalikan rasa lapar. Namun, metode pengobatan ini tidak selalu berhasil untuk semua orang. Operasi ini juga pada umumnya digunakan sebagai pilihan terakhir ketika perubahan gaya hidup seperti olahraga setiap hari, mengatur pola makan, terapi hormon, dan obat-obatan penekan rasa lapar tidak berhasil.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>