Kenapa Rematik Makin Parah Saat Anda Sedang Flu?

Kenapa Rematik Makin Parah Saat Anda Sedang Flu?

Jika Anda punya rematik atau radang sendi, berarti kondisi sistem imun (kekebalan tubuh) Anda bermasalah. Meskipun gejalanya bisa hilang dan muncul lagi, penyakit ini tetap berkembang dan semakin buruk, bahkan tidak bisa hilang.

Penyakit rematik tidak hanya ditandai dengan rasa sakit, bengkak, atau rasa kaku. Ternyata orang dengan rematik berisiko tinggi terhadap infeksi, salah satunya adalah penyakit flu. Bagaimana flu bisa berhubungan dengan keparahan rematik? Simak jawabannya di sini.

Sekilas tentang rematik

Rematik atau rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun yang paling sering terjadi di masyarakat. Penyakit ini dapat digambarkan sebagai sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif tapi salah arah, yaitu melawan tubuh Anda sendiri, bukan zat asing dari luar tubuh Anda yang mungkin mengancam kesehatan.

Rematik menyerang jaringan sinovial (lapisan yang mengelilingi sendi) dan jaringan ikat. Selain itu, penyakit ini juga dapat memengaruhi paru-paru, jantung, ginjal, dan mata.

Berikut beberapa tanda dan gejala dari penyakit rematik:

  • Sakit di beberapa sendi
  • Kekakuan di beberapa sendi
  • Pembengkakan sendi
  • Gejala yang sama di kedua sisi tubuh (di kedua tangan atau kedua lutut)
  • Penurunan berat badan
  • Demam
  • Lemas dan kelelahan

Hubungan antara flu dan rematik

Penderita rematik dua kali lebih berisiko terkena infeksi seperti flu dan pneumonia dibandingkan dengan orang pada umumnya. Karena rematik berhubungan dengan terganggunya sistem imun, maka ini berkaitan juga dengan penurunan jumlah sel darah putih, terutama bila penderita sedang mengonsumsi obat penekan imun untuk rematiknya.

Artinya, tubuh Anda memiliki perlindungan yang lebih lemah terhadap penyakit menular, mulai dari flu hingga infeksi yang lebih serius seperti tuberkulosis (TBC).

Saat orang yang punya rematik terkena flu, sistem imun tidak dapat bekerja dengan baik dan justru melawan tubuh Anda sendiri. Sistem kekebalan tubuh Anda mulai memproduksi antibodi yang akan menyerang dan merusak sel sehat dalam tubuh Anda. Semakin parah penyakit flu terjadi, maka semakin tinggi pula aktivitas autoimun dalam tubuh Anda dan memperparah gejala-gejala rematik seperti nyeri sendi.

Berbagai cara mencegah flu buat orang yang punya rematik

Bila Anda terlanjur kena flu, pengobatan yang paling ampuh adalah istirahat yang cukup. Namun, empat cara mudah ini bisa Anda lakukan sebagai upaya agar tidak terkena flu.

Mencuci tangan

Ini bermanfaat untuk menghindari perpindahan kuman dari tangan ke hidung, mulut, atau mata Anda. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Clinical Infectious Disease, mencuci tangan dengan sabun dapat menghilangkan virus influenza. Selalu cuci tangan sebelum Anda menyiapkan makanan, setelah ke toilet, batuk, atau bersin.

Jaga pola makan

Pilihlah makanan yang mengandung protein seperti ikan, ayam, dan daging merah. Tambahkan pula bahan yang mengandung antiradang seperti bawang putih, jahe, dan kunyit untuk melindungi dan menguatkan kekebalan tubuh Anda.

Diskusikan dengan dokter Anda apakah Anda perlu mengonsumsi suplemen vitamin tertentu guna meningkatkan kekebalan tubuh, terutama dalam musim flu.

Olahraga rutin

Mengalami nyeri sendi memang dapat menyulitkan aktivitas fisik Anda. Namun, olahraga penting dilakukan untuk mencegah flu, demam, dan infeksi lainnya. Bahkan, 20-30 menit jalan kaki setiap harinya dapat meningkatkan kekebalan terhadap sel yang terinfeksi rematik.

Konsultasi dokter

Bila Anda mulai mengalami gejala demam atau menggigil, itu tandanya sedang terjadi infeksi di dalam tubuh. Anda harus memantau tanda-tanda infeksi pada tubuh Anda secara teratur dengan konsultasi lanjutan ke dokter.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>