Kenali Respirasi Cheyne-Stokes, Penyebab Napas Tidak Teratur Saat Tidur Malam

Kenali Respirasi Cheyne-Stokes, Penyebab Napas Tidak Teratur Saat Tidur Malam

Orang dewasa dan remaja pada umumnya bernapas sekitar 16-20 kali per menit saat sedang berdiam diri. Anda akan bernapas semakin sering ketika beraktivitas, bahkan hanya sekadar berjalan di dalam rumah untuk ambil minum. Jika ditotal secara kasar, Anda bisa bernapas hingga 17.000-30.000 kali dalam satu hari — atau lebih. Pola pernapasan kita umumnya teratur, meski Anda juga bisa terengah-engah setelah berolahraga. Namun jika pernapasan Anda selalu tidak teratur, bahkan ketika sedang rebahan dan tidak melakukan apapun, Anda patut waspada. Napas tidak teratur setiap saat bisa menjadi pertanda sebuah kondisi yang dinamakan respirasi Cheyne-Stokes.

Pola pernapasan yang normal untuk orang dewasa

Sebelum memahami apa itu respirasi Cheyne-Stokes, Anda perlu lebih dulu memahami seperti apa pola pernapasan normal bagi orang dewasa rata-rata.

Pada pernapasan normal, Anda akan menarik dan menghirup selama sekitar dua detik. Selama menghirup napas, akan ada jeda (periode tidak bernapas) selama sekitar 2 detik yang kemudian diakhiri dengan menghembuskan napas selama 2 detik. Frekuensi bernapas yang normal pada umumnya adalah 16-20 kali per menit.

Selain itu, pernapasan yang normal seharusnya:

  • Lambat, teratur, hanya keluar-masuk lewat hidung
  • Bernapas lewat diafragma (pernapasan dada)
  • Tidak terlihat (tidak ada usaha fisik untuk bernapas)
  • Tidak terdengar
  • Tidak terengah-engah
  • Tidak ada bunyi mendesah
  • Tidak ada desahan
  • Tidak menarik napas dalam-dalam

Respirasi Cheyne-Stokes, penyebab napas tidak teratur saat tidur

Respirasi Cheyne-Stokes adalah kondisi napas tidak teratur dengan pola naik-turun secara berulang. Di satu saat, pernapasan bisa sangat dalam dan cepat (hiperventilasi) yang kemudian diikuti oleh napas sangat dangkal dan lambat — bahkan bisa berhenti sama sekali selama beberapa saat, pertanda apnea.

Begini perbandingan pola pernapasan normal dengan respirasi Cheyne-Stokes:


Perbandingan pola pernapan normal (bagan kiri) dengan pola pernapasan Cheyne-Stokes (bagan kanan)

Pola ini akan terus berulang, dengan setiap siklus napas biasanya membutuhkan 30 detik hingga 2 menit dan diselingi dengan fase apnea selama 10 – 30 detik antara siklus. Respirasi Cheyne-Stokes biasanya berlangsung selama tidur.

Gejala respirasi Cheyne-Stokes

Napas tidak teratur selama tidur akibat respirasi Cheyne-Stokes ditandai dengan:

  • Napas yang pendek atau sesak napas saat berbaring.
  • Sesak napas parah yang disertai batuk di malam hari, yang menganggu tidur.
  • Rasa kantuk berlebihan di siang hari akibat tidur malam yang terganggu.

Penyebab napas tidak teratur khas respirasi Cheyne-Stokes

Para ahli menyatakan bahwa pola napas tidak teratur khas respiratory Cheyne-Stokes bisa terjadi sebagai cara tubuh mengatasi berbagai masalah atau kerusakan yang terjadi di dalam tubuh itu sendiri. Henti napas sesaat yang terjadi setelah tarikan napas yang sangat dalam diduga bisa meningkatkan oksigen dan mengurangi tingkat karbon dioksida.

Respirasi Cheyne-Stokes bisa disebabkan oleh berbagai hal, di antaranya:

  • Proses menjelang ajal. Napas tidak teratur seringkali menjadi tanda khas menjelang ajal, terlepas dari apapun penyebab kematiannya. Kondisi ini merupakan cara tubuh merespon setiap perubahan fisik yang terjadi di detik-detik terakhir kehidupan. Proses ini bisa terasa sangat menyakitkan dan melelahkan.
  • Gagal jantung kongestif, terjadi ketika otot jantung melemah sehingga kesulitan memompa darah ke seluruh tubuh, termasuk paru-paru untuk bernapas normal.
  • Keracunan karbon monoksida
  • Hiponatremia (kadar natrium rendah dalam darah)
  • Tidur di daerah ketinggian
  • Akibat pukulan di bagian tubuh tertentu
  • Cedera otak
  • Tumor otak
  • Tekanan intrakranial
  • Gagal ginjal
  • Overdosis obat

Bagaimana mendiagnosis napas tidak teratur akibat Cheyne-Stokes?

Napas tidak teratur akibat respirasi Cheyne-Stokes cukup sulit untuk didiagnosis hanya berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik di awal. Maka, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk menjalani polisomnografi untuk mencatat denyut jantung, laju pernapasan, gelombang otak, kadar oksigen dalam darah, gerakan mata, dan gerakan lainnya saat tidur.

Pilihan perawatan untuk cheyne-stokes respiration

Pengobatan respirasi Cheyne-Stokes akan dirancang berdasarkan hasil diagnosis dan penyebabnya. Terapi bisa termasuk rejimen pengobatan untuk gagal jantung (obat resep, pemakaian alat pacu jantung, hingga operasi katup jantung), pemakaian masker oksigen saat tidur, hingga pemasangan CPAP untuk tidur.

Penelitian menunjukkan 43 persen orang yang memiliki napas tidak teratur akibat respirasi Cheyne-Stokes mengalami pengurangan gejala setelah menggunakan CPAP.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>