Kebanyakan Nonton TV Ternyata Bahaya Bagi Paru-paru. Apa Sebabnya?

Kebanyakan Nonton TV Ternyata Bahaya Bagi Paru-paru

Menonton TV yang kebanyakan hanya dilakukan sambil rebahan atau duduk santai di sofa, ternyata dapat menjadi senjata makan tuan bagi kesehatan Anda. Sebuah penelitian dari jurnal American Heart Association Circulation melaporkan bahwa menonton TV kelamaan bisa menyebabkan emboli paru, yang bisa berujung pada kematian. Lho, memang apa hubungannya menonton TV dengan kesehatan paru? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu emboli paru?

Emboli paru adalah kondisi yang terjadi ketika ada gumpalan darah yang menghambat pembuluh darah dalam paru-paru. Pada kebanyakan kasus, emboli paru disebabkan oleh gumpalan darah beku yang mengalir ke paru-paru dari kaki, atau bisa juga dari bagian tubuh lain seperti panggul, lengan, atau jantung (trombosis vena dalam). 

Gumpalan darah dari bagian tubuh lain bisa terlepas dan kemudian hanyut mengikuti aliran darah balik sampai akhirnya terhenti di salah satu pembuluh dalam paru-paru. Akhirnya, aliran darah menuju paru pun terhalang seperti aliran air yang tersumbat dalam pipa air.

Hal ini bisa dibilang berbahaya, karena dapat menyebabkan kematian. Menurut data dari Centers for Disease Control (CDC) di Amerika Serikat, jumlah penderita emboli paru di AS mencapai 200.000 orang setiap tahunnya, dan hampir sepertiganya tewas.              

Tanda dan gejala emboli paru

Emboli paru umumnya dapat ditandai dengan gejala seperti sesak napas atau masalah pernapasan lainnya seperti nyeri dada, batuk, batuk berdarah atau detak jantung tidak teratur. Selain itu kemungkinan ada tanda-tanda trombosis vena, yaitu bekuan darah yang berasal dari pembuluh darah dalam tubuh.

Biasanya hal ini terjadi dalam bentuk kaki yang bengkak atau di sepanjang pembuluh darah di kaki, nyeri atau nyeri di kaki, atau rasa hangat yang menjalar di bagian kaki. Perhatikan juga tanda-tanda seperti perubahan warna pada kaki yang terkena.

nonton TV

Telah dibuktikan oleh penelitian

Sebuah studi di Jepang, dengan judul  “Watching Television and Risk of Mortality From Pulmonary Embolism Among Japanese Men and Women” meneliti 86.024 peserta yang terdiri 36.006 pria dan 50.018 perempuan. Penelitian ini sebetulnya telah dimulai pada akhir tahun 1980-an di 45 wilayah Jepang dengan melibatkan 110.585 peserta berusia 40 sampai 79 tahun.

Peserta diminta untuk menghabiskan waktu rata-rata menonton televisi berjam-jam per hari dan kemudian dikelompokkan menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama terdiri dari peserta yang menonton TV kurang dari 2,5 jam. Kelompok kedua nonton TV lebih dari 2,5 jam. Sedangkan kelompok terakhir menghabiskan lebih dari 5 jam menonton TV.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kematian akibat emboli paru banyak dialami oleh peserta penelitian yang menonton TV lebih dari 2,5 jam per hari. Sebenarnya televisi itu sendiri bukanlah sumber masalahnya. Kebiasaan menonton TV-lah yang bisa memicu penyakit ini.

Kenapa orang yang suka menonton televisi seharian lebih berisiko?

Duduk berjam-jam sambil menonton TV membuat aliran darah jadi terhambat di bagian bawah tubuh. Ini menyebabkan darah berkumpul di sekitar pergelangan kaki dan menimbulkan bengkak hingga varises, yang kemudian berujung pada penggumpalan darah. Ketika darah mengendap dan akhirnya membeku, gumpalan ini bisa terlepas dan mengalir balik ke jantung, kemudian masuk ke pembuluh paru.

Emboli paru bisa berakibat fatal jika tidak mendapatkan bantuan medis sesegera mungkin. Jika cukup besar, penggumpalan darah dapat menyebabkan nyeri dada dan kesulitan bernapas. Gumpalan yang besar dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, dan mengakibatkan gagal jantung. Kondisi ini dapat cepat berujung pada kematian. 

Untuk mengurangi risiko emboli paru, beberapa ahli menyarankan Anda untuk berajak bangun setidaknya satu kali setiap jam di sela-sela menonton TV. Entah itu untuk mengambil minum, melakukan pekerjaan rumah tangga, atau peregangan ringan. Meski demikian, setidaknya disarankan untuk berdiri dan meregangkan kaki Anda setiap 15 atau 20 menit ketika asyik menonton televisi. 

Di sisi lain, faktor-faktor risiko lainnya juga berperan dalam mengakibatkan emboli paru. Faktor-faktor tersebut antara lain berupa obesitas, hipertensi, diabetes melitus, dan kebiasaan merokok. Oleh karena itu di samping mulai mengendalikan kebiasaan nonton TV Anda, jangan lupakan juga untuk mulai menerapkan gaya hidup sehat.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>