Iklan di Televisi Ternyata Jadi Faktor Pemicu Obesitas Pada Anak

Iklan di Televisi Ternyata Jadi Faktor Pemicu Obesitas Pada Anak

Televisi sekarang ini sudah menjadi “makanan” sehari-hari anak. Bahkan, mungkin lebih banyak waktu yang dihabiskan anak di depan televisi dibanding bermain di luar bersama temannya. Sebuah penelitian menemukan bahwa anak usia 8-18 tahun lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar komputer dan televisi (44,5 jam per minggu) dibandingkan dengan melakukan aktivitas lain, kecuali tidur. Tak heran, iklan televisi kemudian dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan anak, termasuk perilaku makannya. Hal ini membuat iklan dan obesitas pada anak berhubungan kuat.

Iklan televisi mendorong anak untuk mengonsumsi makanan tidak sehat

Kebiasaan menonton televisi membuat anak lebih banyak terpapar dengan iklan makanan yang ada di televisi. Anak-anak mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk mengingat konten yang ada di iklan. Hal ini kemudian membuat anak lebih mudah terpengaruh untuk mengikuti ajakan seperti di iklan, untuk mengonsumsi minuman ringan misalnya. Paparan yang berulang dari iklan televisi terus mendorong anak untuk membeli produk-produk makanan yang diiklankan.

Lagipula, anak usia 8-12 tahun sudah memasuki tahap di mana ia mulai membangun kebiasaan makan, menentukan pilihan makanan mereka sendiri, dan juga sudah punya kebebasan untuk memiliki uang sendiri dan membelanjakan uang untuk mendapatkan makanan. Hal ini membuat anak lebih mudah untuk mendapatkan makanan yang tidak sehat, seperti yang sering ia lihat di iklan televisi.

Sebuah penelitian membuktikan bahwa setiap peningkatan satu jam menonton televisi per hari dapat meningkatkan konsumsi minuman manis, fast food, dan daging olahan pada anak kecil. Penelitian lain yang diterbitkan oleh Health Psychology tahun 2009 juga menunjukkan bahwa iklan dapat memengaruhi perilaku makan seseorang.

Penelitian tersebut dilakukan dengan cara memberikan tontonan kartun yang diikuti dengan iklan makanan pada anak sekolah dasar. Hasilnya, anak-anak mengonsumsi makanan 45% lebih banyak saat terpapar iklan makanan.

obesitas pada anak

Iklan ternyata memiliki pengaruh besar untuk obesitas pada anak

Obesitas pada anak semakin lama semakin meningkat jumlahnya. Hal ini tidak terlepas dari pola konsumsi anak sehari-hari. Kebiasaan makan makanan yang tidak sehat mendorong anak untuk terus mengalami kenaikan berat badan dan akhirnya menjadi obesitas.

Salah satu faktor yang memengaruhi kebiasaan makan tidak sehat pada anak adalah iklan di televisi. Sehingga secara tidak langsung, iklan dan obesitas pada anak mempunyai kaitan. Penelitian pun telah menunjukkan bahwa terdapat hubungan kuat antara peningkatan paparan iklan makanan yang kurang gizi dengan tingkat obesitas di masa kecil.

Iklan makanan yang anak-anak lihat di televisi memang ditujukan untuk memengaruhi keinginan anak agar ia mau membelinya dan mencobanya. Jika makanan tersebut disukai oleh anak, maka anak akan terus membelinya. Terdapat sebuah penelitian yang membuktikan bahwa sebesar 32,85% anak usia 4-5 tahun meminta orangtuanya untuk membeli produk seperti di iklan, 40,3% anak ingin orangtuanya membelikan produk yang mereka lihat di iklan, 13,5% anak menceritakan produk yang mereka lihat di iklan, dan 8,9% anak bersikeras untuk membeli produk dan menangis sambil menonton iklan. Bisa dilihat bahwa iklan sangat memengaruhi keinginan anak untuk membeli produk makanan.

Buruknya, biasanya makanan yang diiklankan dan yang diinginkan oleh anak adalah makanan yang tinggi kalori dan miskin gizi. Sehingga, makanan ini hanya akan menyumbang kalori tambahan pada anak, yang kemudian berujung pada obesitas. Beberapa makanan yang biasanya ingin dibeli anak saat berbelanja adalah permen, cokelat, makanan ringan, minuman ringan, susu dan produk susu, serta daging olahan.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya