Hati-hati, Punya Penyakit Diabetes Berarti Anda Lebih Berisiko Pikun

Hati-hati, Punya Penyakit Diabetes Berarti Anda Lebih Berisiko Pikun

Diabetes melitus

(kencing manis) merupakan suatu kelainan metabolis di mana kadar gula darah dalam tubuh melewati kadar yang normal. Berbagai macam komplikasi dapat ditimbulkan sebagai akibat diabetes. Salah satu yang Anda perlu ketahui yaitu orang yang menderita diabetes ternyata berisiko untuk menderita penyakit Alzheimer. Penyakit ini umumnya ditandai dengan gejala yaitu pikun.

Berdasarkan penelitian dari jurnal Neurology, dibuktikan bahwa orang yang menderita diabetes melitus tipe 2 punya risiko memiliki tangles di otak, yakni serat-serat protein pada otak yang seolah kusut. Hal ini dapat dijumpai pada orang-orang dengan penyakit Alzheimer.

Hubungan diabetes dengan penyakit Alzheimer

Berbagai penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana diabetes dapat menyebabkan penyakit Alzheimer. Penderita diabetes melitus memiliki resistensi terhadap insulin. Padahal, insulin sangat penting untuk mengubah glukosa (gula) dalam tubuh menjadi sumber energi bagi setiap organ dan jaringan tubuh.

Ketika sel-sel tubuh Anda tidak dapat menggunakan insulin, maka hal tersebut dapat memengaruhi otak Anda. Otak Anda tidak dapat bekerja dengan baik karena sel-selnya tidak mendapat asupan gula sebagai sumber energi yang cukup.

Berdasarkan data yang diambil dari Azheimer’s Association, kadar gula darah yang tinggi atau insulin yang berlebihan di darah dapat memberikan efek buruk bagi otak. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan proses inflamasi (peradangan). Hal tersebut dapat menyebabkan rusaknya sel-sel otak dan menyebabkan terjadinya penyakit Alzheimer.

Kadar insulin yang berlebihan juga dapat mengganggu susunan biokimia di otak sehingga dapat mencederai sel otak. Selain itu, diabetes dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan stroke di mana terjadi kerusakan jantung dan pembuluh darah. Adanya kerusakan pada pembuluh darah di otak dapat memengaruhi risiko terjadinya penyakit Alzheimer.

Pada intinya, gangguan pada aliran darah karena kebanyakan kadar gula (yang tidak bisa diolah jadi sumber energi) akan mengganggu kesehatan dan fungsi otak. Inilah yang lantas membuat orang dengan diabetes lebih rentan mengalami gangguan otak, misalnya penyakit Alzheimer yang ditandai dengan gejala pikun dan linglung.

citicoline obat alzheimer

Bagaimana cara mencegah jadi pikun kalau punya penyakit diabetes?

Jika Anda seorang penderita diabetes, berikut tips yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit Alzheimer.

1. Kendalikan kadar gula darah Anda

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa dengan mengendalikan kadar gula darah, Anda bisa menjaga fungsi otak agar tetap sehat. Cara terbaik untuk mengendalikan kadar gula darah yaitu dengan menjaga pola makan dan membatasi konsumsi makanan dan minuman manis.

2. Giat berolahraga

Olahraga dapat menjaga kadar gula darah Anda dengan cara meningkatkan kerja sel-sel tubuh dalam menggunakan insulin. Karena itu, gula akan diubah jadi sumber energi, bukannya disimpan saja dalam darah. Selain itu, dengan giat berolahraga, kadar insulin yang berlebihan di darah maupun otak dapat dicegah.

3. Minum obat diabetes yang dianjurkan dokter

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sebanyak lebih dari 15.000 orang lanjut usia (lansia) dengan diabetes tipe 2 (kencing manis) yang mengonsumsi obat diabetes metformin lebih aman dari penyakit Alzheimer dan gejalanya yaitu pikun dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi obat diabetes lainnya.

Akan tetapi, tidak semua orang cocok dengan obat ini. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk menentukan jenis obat yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>