Dua Hal Ini Bisa Jadi Penyebab Anak Alami Pubertas Dini

Dua Hal Ini Bisa Jadi Penyebab Anak Alami Pubertas Dini

Pubertas merupakan masa di mana anak mengalami perubahan fisik, psikis dan fungsi organ seksual. Masa pubertas pada anak laki-laki berbeda dari anak perempuan. Umumnya, anak perempuan mengalami pubertas dimulai dari usia minimal 8 tahun, sedangkan anak laki=laki minimal 9 tahun.


Proses dari pubertas yakni ketika hipotalamus, yang merupakan bagian otak, melepaskan hormon GnRH (gonadotropin releasing hormone). Hormon pelepas gonadotropin ini (GnRH ) akan memberikan sinyal pada kelenjar pituitari untuk melepaskan luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH) untuk memulai perkembangan seksual, baik pada anak laki-laki maupun perempuan.

Hormon-hormon tersebut memulai proses yang mengubah anak laki-laki dan perempuan menjadi remaja dan kematangan seksual, dengan semua perubahan fisik, emosional dan tantangan yang mewakili pubertas.

Baca juga: Jelang Anak Pubertas, Orang Tua Harus Tahu Hal Ini!

Namun seiring berjalannya waktu anak-anak lintas generasi mulai mengalami pergesaran waktu pubertas, kalau pada zaman mama papanya pubertas dialami ketika usia 8 hingga 12 tahun, kini anak 7 tahun sudah bisa mengalami pubertas. Apa penyebabnya? Menurut Prof. DR. dr. Biran Affandi, SpOG(K), FAMM Ketua Asia Pacific Council on Contraception (APCOC) mengungkapkan ada dua hal yang bisa menyebabkan anak mengalami pubertas dini. Apa saja?

Asupan gizi tercukupi
Kandungan gizi yang diterima anak-anak masa kini sudah lebih baik karena memang semua sudah diperhitungkan gizinya. Orang tua sudah semakin menyadari pentingnya nutrisi untuk tubuh anak sehingga mereka rutin mengonsumsi makanan sehat. “Bila ada anggapan konsumsi makanan cepat saji membuat hormon anak-anak berlebihan dan menyebabkan pubertas dini, itu adalah mitos. Sebab, makanan bergizi akan menjadi asupan yang baik, dan bisa mempengaruhi produksi hormon tubuh,” dr Biran menjelaskan.

Rangsangan audio visual  
Mungkin ini adalah hal yang terdengar aneh? Namun hal ini bisa dijelaskan dengan sistematis. “Apa yang didengar dan disaksikan oleh telinga dan mata anak akan diteruskan ke otak kecil yang merupakan pusat dari penghasil hormon pendukung pubertas pada anak. Hormon ini dilepaskan oleh otak anak pada usia tertentu. Oleh sebab itu orang tua perlu memperhatikan tayangan apa yang disaksikan anak,” ujar dr. Biran. (Debora Darmawan)

foto



Topic

pubertas dini


sumber : parenting.co.id


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>