Dibiarkan Terus, Diabetes Tingkatkan Risiko Anda Terkena Kanker. Bagaimana Cara Mencegahnya?

Sel kanker tumbuh dan mengganas karena beberapa faktor yang mendukung, seperti radiasi, paparan zat kimia, hingga mutasi DNA yang didapat dari warisan genetik. Selebihnya, kanker dapat dipicu oleh berbagai faktor lingkungan, seperti infeksi virus, polusi, dan gaya hidup yang buruk. Ambil contoh, hampir 70% kasus kanker paru disebabkan oleh kebiasaan merokok. Diabetes bukanlah penyebab kanker yang utama, namun gula darah tinggi yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko Anda terkena kanker sebagai komplikasinya. Kenapa begitu? Lantas, adakah cara mencegahnya?

Apa itu diabetes?

Ada 2 jenis diabetes: diabetes tipe 1 dan tipe 2. Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak bisa memproduksi insulin sama sekali karena rusak dan tidak berfungsi. Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh masih menghasilkan insulin, tapi tidak dapat berfungsi secara optimal karena terjadi resistensi insulin.

Insulin sendiri adalah hormon penting yang membantu dan mengantarkan glukosa ke dalam tubuh. Jika produksi insulin dalam tubuh tidak cukup atau tidak ada sama sekali, maka gula darah dapat meningkat yang pada akhirnya menyebabkan diabetes.

Kenapa diabetes bisa jadi salah satu penyebab kanker?

Perkembangan kanker pada orang yang memiliki diabetes dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon insulin dan tingginya kadar gula darah. Selain itu, kanker juga memiliki faktor risiko yang sama dengan diabetes, di antaranya obesitas, usia lanjut, dan kurangnya aaktivitas fisik.

Selain itu, beberapa ahli juga percaya jika risiko kanker pada diabetesi meningkat seiring dengan penggunaan insulin atau beberapa obat diabetes yang meningkatkan produksi insulin dalam tubuh. Tingginya kadar insulin dalam tubuh dapat menyebabkan hiperinsulinemia yang bisa mendorong pertumbuhan tumor dengan mengikat reseptor hormon pertumbuhan IGF-1.

Beberapa kanker yang mungkin dialami oleh penderita diabetes adalah:

  • Kanker hati (Liver)
  • Kanker pankreas — ditemukan pada hampir 80 persen kasus diabetes
  • Kanker endometrium
  • Kanker kolorektal (usus besar dan rektum) — sekitar 30 persen orang yang memiliki diabetes rentan mengembangkan kanker usus besar
  • Kanker payudara — ditemukan pada hampr 20 persen kasus diabetes pada perempuan
  • Kanker kandung kemih

Meski begitu, dilansir dari laman WebMD, para pakar dari American Diabetes Association dan American Cancer Society sampai saat ini belum bisa memastikan kaitan antara diabetes sebagai penyebab kanker. Tapi, para pakar sepakat bahwa mengontrol diabetes dengan melakukan perubahan gaya hidup sehat merupakan kunci untuk mengurangi risiko kanker.

Pentingnya mengobati diabetes untuk mencegah kanker

Meski diabetes tidak dapat disembuhkan, tapi penyakit ini bisa Anda kendalikan gejalanya untuk meningkatkan kualitas hidup Anda. Penerapan pola hidup sehat adalah kunci utama untuk mengontrol diabetes di samping konsumsi berbagai obat yang diresepkan dokter.

Sebenarnya pola hidup sehat tidak hanya berfungsi untuk mengontrol dan mengelola diabetes saja, melainkan juga menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan, termasuk menghindari kanker.

Merencanakan program diet dengan memilih makanan sehat yang mengandung gizi seimbang adalah perawatan wajib bagi para diabetesi. Pola makan kaya nutrisi terbukti efektif mengontrol diabetes dan mengurangi risiko kanker. Jangan lupa, perhatikan asupan karbohidrat Anda. Hindari mengonsumsi karbohidrat sederhana atau olahan seperti gula dan produk yang dibuat dengan bahan tepung karena makanan tersebut akan menyebabkan lonjakan insulin dan gula darah yang berbahaya.

Selain memperhatikan pola makan, Anda juga disarankan untuk rutin melakukan aktivitas fisik, berhenti merokok, dan menghindari stres. Yang terpenting, selalu cek kadar gula darah Anda setiap hari. Cek kadar gula darah secara rutin akan memberitahu kadar gula darah Anda saat itu juga. Hal tersebut tentu membantu untuk mengingatkan Anda agar selalu menjaga kadar gula darah tetap normal.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>