Daftar Pemeriksaan Medis yang Wajib Dilakukan Pria Usia 20-50 Tahun

Daftar Pemeriksaan Medis yang Wajib Dilakukan Pria Usia 20-50 Tahun

Banyak orang yang menganggap bahwa mereka butuh ke rumah sakit atau konsultasi dengan dokter hanya ketika terlanjur sakit. Namun pepatah “lebih baik mencegah, daripada mengobati” ada benarnya juga. Faktanya, Anda lebih baik untuk memeriksakan kesehatan tubuh secara rutin agar dapat mengetahui langkah pencegahan dan tindakan apa saja yang perlu dilakukan untuk menurunkan risiko penyakit tertentu. Sebaliknya, medical check up pun bisa memberi tahu penyakit apa yang Anda miliki, sehingga dokter dapat menanganinya dengan cepat.

Berikut adalah berbagai pemeriksaan medis yang harus dilakukan pria dewasa, sesuai dengan kelompok umurnya.

Medical check up yang perlu dilakukan pria usia 20-an

Usia boleh muda, tapi itu bukan berarti Anda terbebas dari berbagai risiko penyakit. Justru di usia produktif inilah Anda sebaiknya mulai menjadwalkan medical check up pertama Anda. Ada banyak pemeriksaan fisik yang sebaiknya Anda jalani untuk melihat dan mencegah penyakit yang bisa menyerang Anda di kemudian hari.

1. Pemeriksaan fisik dasar

Pemeriksaan fisik dasar meliputi pengukuran tinggi dan berat badan untuk menentukan berapa indeks massa tubuh (bisa juga cek di kalkulator BMI milik Hello Sehat) dan mengetahui status gizi Anda, apakah normal, kurang, atau bahkan kelebihan berat badan. Bila status gizi tidak normal, maka Anda berisiko mengalami masalah kesehatan di kemudian hari.

2. Mendapatkan vaksin

Orang dewasa juga perlu medapatkan vaksin. Pada usia ini, vaksin yang harus Anda dapatkan adalah tetanus, hepatitis A, hepatitis B, serta meningitis. Vaksin ini menjadi sangat penting apalagi jika Anda ingin pergi ke luar negeri.

3. Pemeriksaan penyakit kelamin menular seksual

Tes penyakit kelamin yang menular lewat seks, misalnya HIV, perlu dilakukan, meskipun Anda belum pernah melakukan hubungan seksual sama sekali atau jika Anda sudah menikah sekalipun. Badan penanggulangan penyakit Amerika Serikat (CDC), menyatakan bahwa setidaknya seseorang harus melakukan pemeriksaan HIV sekali seumur hidupnya.

4. Melakukan pemeriksaan testis

Memeriksa kesehatan testis sebaiknya dilakukan di dokter. Namun Anda juga bisa lakukan pemeriksaan testis sendiri di rumah secara rutin untuk mencegah risiko kanker testis. Jika Anda merasakan ada bagian yang sakit atau benjolan tertentu, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Medical check up yang perlu dilakukan pria usia 30-an

Memasuki usia kepala tiga, semakin banyak penyakit yang mengintai kesehatan Anda. Misalnya saja penyakit jantung hingga penyakit kronis lainnya. Jadi, ada berbagai macam pemeriksaan medis yang sebaiknya Anda lakukan di usia 30 tahunan, yaitu:

1. Cek kolesterol darah

Memeriksa kolesterol total dalam tubuh, biasanya dilakukan melalui tes darah. Kadar kolesterol total yang normal bagi pria yang sehat yaitu kurang dari 200 mg/dl. Jika hasilnya lebih dari 240 mg/dl, maka ini menandakan bahwa kolesterol total Anda tinggi dan berisiko terkena berbagai penyakit kronis. Bila hasilnya normal, maka sebaiknya pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan 5 tahun sekali.

2. Cek gula darah

Cek gula darah perlu dilakukan untuk mengetahui apakah Anda berisiko alami diabetes atau tidak. Terutama jika Anda memiliki anggota keluarga inti yang mengalami diabetes. Hasil tes gula darah puasa yang normal adalah di bawah angka 100 mg/dl. Bila hasil darah menunjukkan antara 100-125 mg/dl, ini menandakan kalau Anda mengalami pra diabetes.

Medical check up untuk pria usia 40-an

Semakin bertambah umur, semakin menurun pula fungsi tubuh. Meskipun memang di usia 40 tahunan, penurunan fungsi tubuh belum begitu terlihat namun Anda bisa mencegahnya dan mengetahui apa saja masalah kesehatan yang dapat muncul dengan melakukan:

1. Cek tekanan darah

Pada usia ini, Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Untuk mengetahuinya, lakukanlah pemeriksaan tekanan darah dengan rutin. Cek tekanan darah sebaiknya dilakukan paling tidak satu tahun sekali. Hasil tekanan darah yang normal yaitu untuk angka yang berada di atas (angka sistolik) sebesar 120-139 mmHg, sementara angka yang berada di atas (angka diastolik) sebanyak 80-89 mmHg. Jika tekanan darah Anda lebih dari angka tersebut, sebaiknya segera konsultasikan hal tersebut dengan dokter Anda.

2. Cek diabetes

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami diabetes atau tidak, maka ada beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan, yaitu pemeriksaan gula darah yang lengkap serta tes hemoglobin A1C. Pemeriksaan tersebut adalah skrining untuk mendeteksi diabetes.

3. Cek kesehatan mata

Jika Anda sudah menggunakan kacamata sebelumnya, maka dianjurkan untuk memeriksa mata Anda secara rutin. Apalagi, di usia ini masalah kesehatan yang mungkin muncul adalah glaukoma, retinopati diabetes, serta katarak.

Medical check up yang penting untuk pria usia 50-an

Memasuki usia 50 tahun, biasanya akan mulai banyak gejala atau gangguan kesehatan yang muncul. Walaupun Anda tidak mengalami gejala apapun, tapi sebaiknya Anda tetap melakukan medical check up seperti:

1. Kolonoskopi

Kolonoskopi adalah pemeriksaan medis di mana isi usus Anda akan diperiksa dan dilihat. Di usia 50 tahun, biasanya kolonoskopi baru dianjurkan untuk dilakukan. pemeriksaan ini harus dilakukan oleh pria, apalagi jika ia memiliki riwayat kesehatan keluarga berupa kanker usus. Jika hasil tes Anda normal, Anda harus melakukannya setiap 10 tahun sekali (bila tak ada keluhan).

2. Pemeriksaan jantung

Anda dapat meminta dokter untuk melakukan beberapa tes jantung seperti elektrokardiogram (EKG). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah jantung masih melakukan fungsinya dengan baik dan apakah otot jantung masih kuat memompa darah. Apalagi, jika Anda pernah mengalami gejala sakit di bagian dada, sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan. namun, diskusikan dulu dengan dokter yang menangani Anda.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>