Ciri-ciri Kelenjar Air Mata Terkena Infeksi (Apakah Berbahaya?)

Ciri-ciri Kelenjar Air Mata Terkena Infeksi (Apakah Berbahaya?)

Pernah bertanya-tanya dari mana datangnya air mata manusia? Air mata diproduksi oleh kelenjar air mata, yaitu kelenjar kecil yang ada di belakang hidung. Nah, produksi air mata sangat berperan untuk menjaga mata tetap lembab, bersih, dan terbebas dari bakteri. Karena itu kesehatan kelenjar air mata sangat penting. Pasalnya, kelenjar air mata juga bisa mengalami infeksi. Infeksi pada kelenjar ini dikenal dengan istilah dakriosistitis.

Mata yang mengalami dakriosistitis akan mengalami luka dan pembengkakan serta tampak kemerahan pada bagian mata yang berbatasan dengan hidung. Hal tersebut disebabkan oleh proses peradangan yang dapat berlangsung secara akut ataupun kronis.

Gejala infeksi pada kelenjar air mata

Gejala utama dari dakriosistitis atau infeksi kelenjar air mata adalah mata yang terlalu berair. Anda juga mungkin merasakan nyeri. Kondisi peradangan akut dari dakriosistitis juga dapat menyebabkan munculnya nanah yang keluar dari bagian mata yang bengkak di sudut mata, hingga memicu timbulnya demam.

Peradangan dari dakriosistitis juga bisa terjadi secara perlahan atau kronis (sudah berkali-kali atau berlangsung berbulan-bulan atau lebih) dengan gejala yang biasanya lebih ringan. Dakriosistitis kronis sering kali hanya menyebabkan mata berair, tanpa tanda peradangan seperti bengkak.

Infeksi akut dakriosistitis bisa menjadi kondisi kesehatan yang serius jika tidak segera ditangani. Jika seseorang mengalami dakriosistitis  sampai demam, segera lakukan pengobatan sebelum infeksi menyebar ke kantung mata. Kondisi tersebut dapat menyebabkan infeksi menyebar melalui darah, hingga berpotensi menyebabkan kebutaan.

Komplikasi lainnya jika infeksi terjadi terlalu lama yaitu munculnya beberapa penyakit. Misalnya abses otak, yaitu ketika nanah menyumbat di otak; meningitis akibat peradangan menyebar ke sekitar selaput otak dan tulang belakang; hingga sepsis atau keracunan darah.

Penyebab infeksi kelenjar dan saluran air mata

Dakriosistitis biasanya diawali dengan penyumbatan di sekitar kelenjar dan saluran air mata sehingga proses penyerapan air mata terganggu. Cairan air mata yang tidak terserap tersebut menjadi lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan bakteri, khususnya Staphylococcus aureus. Karena itu, mata jadi lebih mudah mengalami infeksi.

Penyumbatan di sekitar kelenjar air mata mungkin disebabkan oleh berbagai hal ini.

  • Ada luka pada bagian dalam hidung atau mata.
  • Cedera pada wajah, tepatnya di sekitar hidung.
  • Polip atau timbulnya benjolan kecil pada bagian dalam hidung.
  • Radang sinus (sinusitis).
  • Efek samping operasi pada bagian sinus atau nasal.
  • Masuknya benda asing pada kelenjar atau saluran.
  • Kanker.

Dakriosistitis juga dapat dialami orang lanjut usia (lansia) karena kelenjar air mata lansia cenderung menyempit seiring pertambahan usia. Namun, kondisi ini lebih umum dialami lansia perempuan dibandingkan laki-laki karena saluran air mata mereka cenderung lebih kecil.

Beberapa faktor juga meningkatkan risiko seseorang mengalami dakriosistitis, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Deviated septum, merupakan kondisi dimana septum (dinding yang menjadi pembatas antara dua rongga hidung) tidak berada tepat di tengah. Akibatnya, salah satu lubang hidung menjadi lebih kecil.
  • Rhinitis atau radang pada lapisan membran mukosa hidung.
  • Pembengkakan pada bagian sekitar tulang hidung bagian dalam yang berperan sebagai penyaring dan penjaga kelembapan udara yang kita hirup.

mata belekan

Dakriosistitis bisa sejak lahir

Kondisi dakriosistitis paling sering ditemukan pada bayi. Hal ini disebabkan karena adanya penyumbatan pada saluran kelenjar air mata sebagai bawaan lahir atau yang dikenal dengan dakriosistitis kongenital. Sebagian besar kondisi ini membaik dengan sendirinya karena kelenjar air mata akan melebar seiring dengan pertumbuhan.

Meskipun demikian, dakriosistitis bawaan juga bisa menetap akibat perkembangan yang tidak sempurna atau timbulnya kista yang menyumbat saluran air mata. Hal tersebut menyebabkan dakriosistitis terjadi secara kronis dan hanya dapat dideteksi dengan pemeriksaan ultrasound.

Menangani dakriosistitis agar tak bertambah serius

Infeksi dan peradangan akut dapat diatasi dengan cepat dengan pemberian antibiotik. Namun, jika hal ini sudah sering terjadi dan bukan hanya dipicu infeksi, dakriosistitis perlu pembedahan untuk melebarkan saluran penyerapan air mata. Hal tersebut sangat diperlukan untuk mencegah infeksi di masa mendatang.

Untuk mencegah dakriosistitis atau infeksi bertambah parah, perlu dilakukan pengeringan saluran air. Hal tersebut dilakukan dengan menempelkan kain yang dibasahi dengan air hangat di sekitar saluran air mata. Pastikan tangan Anda sudah dicuci bersih sebelum melakukannya. Tekan kain yang sudah dibasahi secara perlahan, hal ini bisa membantu nanah dan cairan keluar dari saluran air mata.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>