Cara Membedakan 2 Jenis Senyum Bayi

Cara Membedakan 2 Jenis Senyum Bayi

Cara Membedakan 2 Jenis Senyum Bayi



 

Suatu hari, begitu si kecil membuka matanya dan melihat Anda, wajahnya menyunggingkan senyuman. Rasanya, seperti melihat surga di dalam senyumannya. Tapi, jangan pede dulu, Ma. Sebab, bagi bayi baru lahir, senyuman itu belum tentu wujud kasihnya untuk mama tercinta. Mungkin saja, itu senyum refleks, sebab bayi sekecil itu memang belum mampu memberikan senyum sosial. Bagaimana membedakannya?

SENYUM REFLEKS dipengaruhi oleh gerak refleks, yang memang masih mendominasi gerak bayi baru. Refleks adalah gerakan otomatis dan spesifik yang timbul karena adanya rangsangan dari luar. Gerak refleks inilah yang menjadi bekal untuk membantu bayi menjalani kehidupan barunya, sebelum ia mempunyai keterampilan untuk mengatur gerakan tubuhnya. Artinya, senyum manis itu tersungging untuk menarik perhatian orang di sekitarnya agar dia tetap merasa aman.

Cirinya:

  • Muncul sejak lahir sampai kurang 2 bulan.
  • Senyum sekilas itu spontan, bahkan bisa terjadi saat tidur.

SENYUM SOSIAL alias senyum yang sebenarnya. Kemampuan tersenyum ini menandakan ia telah beranjak jadi makhluk sosial yang mampu berkomunikasi dengan orang lain.

Cirinya:

  • Umumnya muncul di usia 6 minggu. Tak perlu khawatir, bila senyum sosial pertamanya ini baru muncul di usia 12 minggu, sebagaimana diungkapkan Dr. Martha Heineman Pieper dan Dr William Joseph Pieper, penulis Smart Love: The Compassionate Alternarive to Discipline That Will Make You a Better Parent and Your Child a Better Person.
  • Senyuman lebih lama, kadang-kadang disertai ekspresi wajah dan mata yang tertuju KEpada orang-orang yang ada di hadapannya atau sesuatu yang menarik perhatiannya.
Ketika bayi berusia 8 – 12 bulan, senyum merupakan hasil antisipasi anak agar orang lain yang melihat senyumannya dapat merespons senyuman tersebut dengan senyuman juga. Anak menggunakan senyuman sebagai komunikasi sosial awal anak terhadap dunia luar. Ketika bayi tersenyum, katakan, “Hei, kamu tersenyum! Kamu sedang bahagia, ya?” Cari tahu juga apa yang membuat ia tersenyum. Menurut Craig T. Ramey, PhD., penulis Right from Birth, hal itu akan mengajarkan bayi makna dan pentingnya tersenyum dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Makna Senyuman Bayi

sumber : parenting.co.id


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>