Bolehkan Pasien Diabetes Mengonsumsi Cokelat?

Bolehkan Pasien Diabetes Mengonsumsi Cokelat?

Seorang pasien diabetes (diabetesi) memiliki kadar gula darah yang tinggi. Oleh karena itu, diet rendah gula wajib dilakukan oleh seorang pasien diabetes. Namun, di pasaran banyak produk cokelat untuk diabetes yang bebas gula. Atau Anda sendiri adalah seorang penggemar berat cokelat? Bolehkah cokelat dikonsumsi untuk pasien diabetes? Simak ulasannya berikut ini.

Pasien diabetes dan makanan manis

Insulin, yaitu hormon yang diproduksi oleh pankreas, seharusnya mengantarkan glukosa (gula) dalam darah ke sel-sel dalam tubuh agar diolah menjadi energi. Namun, pada pasien diabetes, tubuh terlalu sedikit bahkan tidak sama sekali menghasilkan insulin atau fungsi insulin tidak bekerja semestinya sehingga glukosa yang didapat dari makanan tidak akan diantarkan dengan baik. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah glukosa dalam aliran darah.

Karena tidak normalnya insulin pada pasien diabetes, makanan manis harus dihindari untuk dikonsumsi. Jika terus berlanjut tanpa penanganan atau perawatan yang tepat, diabetes bisa mengakibatkan stroke, serangan jantung, kerusakan ginjal, dan penyakit lainnya.

Orang dengan diabetes boleh makan cokelat tidak?

Boleh, tapi tidak semua jenis cokelat. Sekarang ini banyak produk cokelat di pasaran yang bebas gula, salah satunya cokelat hitam atau disebut dark chocolate. Cokelat hitam berbeda dengan cokelat susu (milk chocolate) atau cokelat putih. Cokelat hitam memiliki kandungan flavonoid lebih banyak dibanding cokelat susu, sedangkan cokelat putih sama sekali tidak memiliki flavonoid di dalamnya.

Dilansir dari Live Strong, sebuh studi tahun 2005 yang diterbitkan pada America Journal Clinical Nutrition menemukan bahwa cokelat hitam dapat meningkatkan sensitivitas insulin pada peserta studi yang sehat. Perbaikan sensitivitas insulin dapat membantu mencegah gula darah melonjak naik. Namun, cokelat hitam yang dapat dikonsumsi tersebut belum mengalami proses penguraian flavonoid yang dapat meningkatkan asupan kalori dan menyebabkan penambahan berat badan.

cokelat untuk diabetes 1

Para ilmuwan menjabarkan sebuah ulasan terhadap 21 penelitian dalam pertemuan American Heart Association tahun 2011. Mereka mengaitkan peningkatan kesehatan pembuluh darah dan tingkat kolesterol baik, serta penurunan kadar kolesterol jahat, hingga mengonsumsi cokelat hitam. Mereka meyakini bahwa semua hubungan di atas dapat mencegah timbulnya diabetes. Sebab cokelat hitam, memiliki flavonoid antioksidan yang tidak meningkatkan kadar glukosa dalam darah, tidak seperti cokelat atau camilan manis lainnya.

Selain itu, dalam jurnal American Heart Association tahun 2010, para peneliti juga menguak bahwa cokelat hitam dapat membantu mengurangi hipertensi atau tekanan darah tinggi pada 67 persen orang dewasa di Amerika Serikat. Kandungan flavonoid dalam cokelat hitam bermanfaat baik dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi dan pelebaran pembuluh darah bila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Tips memilih cokelat untuk diabetes

Dikutip dari situs kesehatan WebMD, beberapa langkah berikut bisa membantu Anda memilih cokelat bebas gula, seperti:

  • Walaupun tanda ‘bebas gula’ sudah dicantumkan pada kemasan, cek lagi komposisi cokelat tersebut. Untuk cokelat bebas gula bagi penderita diabetes, biasanya pengganti gula adalah maltitol (alkohol gula). Hampir semua perusahaan yang memproduksi cokelat bebas gula dengan bahan ini.
  • Selain maltitol, ada bahan pengganti gula lain seperti sorbitol, xylitol, mannitol, dan isomalt. Bahan-bahan tersebut membantu penderita diabetes karena sebagian bahan tersebut bisa diserap juga dicerna. Sebagian bahan akan diserap oleh saluran pencernaan secara perlahan, sehingga sedikit peran insulin untuk mengolah gula darah.

Selain itu, ada efek samping yang biasa terjadi pada penggunaan bahan-bahan pengganti gula pada cokelat tersebut, seperti mengeluarkan gas atau bahkan diare. Menurut American Dietetic Association, lebih dari 50 gram sorbitol atau 20 gram manitol per hari dapat menyebabkan diare.

Namun, perlu diperhatikan bahwa Anda harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter mengenai cokelat bebas gula yang akan dikonsumsi.  Tetap batasi porsi cokelat yang Anda konsumsi, supaya tidak memperburuk kondisi diabetes Anda. Cokelat untuk diabetes yang bebas gula bukan berarti bebas lemak jenuh atau bebas kalori. Jadi, tetap atur porsi cokelat bebas gula yang Anda konsumsi.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>