Bolehkah Anak Diet Seperti Orang Dewasa?

Bolehkah Anak Diet Seperti Orang Dewasa?

Tuntutan penampilan sering kali membuat Anda berniat untuk memperbaiki bentuk tubuh. Kini, Anda perlu waspada sebab hal ini juga bisa terjadi pada anak Anda. Akibat pergaulan dengan teman sebaya yang memiliki tubuh langsing, anak-anak cenderung berpikir untuk melakukan diet. Lantas, apa boleh anak diet seperti orang dewasa? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Anak cenderung lebih sensitif dengan rasa lapar

Masalah kesehatan yang banyak bermunculan di usia anak adalah kelebihan berat badan. Namun, bila kenaikan berat badan ini terjadi di masa pubertasnya, Anda tidak perlu khawatir karena ini merupakan hal yang normal terjadi. Pasalnya, perubahan di dalam tubuhnya (ditambah dengan olahraga) akan membantu menurunkan berat badan anak hingga mendapatkan bentuk tubuhnya yang ideal.

Menurut Jean Antonello, seorang penulis buku Naturally Thin Kids: How to Protect Your Kids from Obesity and Eating Disorders for Life, kenaikan berat badan yang melonjak pada anak disebabkan karena tubuh anak memiliki sensitivitas kelaparan yang lebih tinggi dibandingkan dengan usia dewasa. Semakin anak dibiarkan lapar dengan tingkat sensitivitas lapar yang tinggi, maka semakin lambat pula proses metabolisme di tubuhnya.

Lantas, bolehkah anak diet?

Sebenarnya, anak tidak perlu melakukan diet yang membatasi kalori atau jenis makanan tertentu. Apalagi bila anak memiliki bobot tubuh dalam kategori normal. Pasalnya, anak-anak masih berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan sehingga anak membutuhkan makanan sehat untuk menjaga tubuhnya tetap tumbuh dengan baik.

Upaya diet yang dilakukan terlalu dini berisiko membuat pertumbuhan anak menjadi tersendat. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak diet bisa mengalami masalah fisik dan emosional yang berlangsung hingga dewasa. Bahkan, jika dibiarkan, anak Anda bisa berisiko tinggi mengalami gangguan makan yang dapat terbawa hingga mereka dewasa, seperti anoreksia nervosa atau menjadi picky eater (pilih-pilih makanan).

Untuk kasus kelebihan berat badan pada anak, bila tidak segera ditangani memang dapat menyebabkan masalah kesehatan. Namun, bila dipaksakan dengan melakukan diet justru bisa menimbulkan masalah kesehatan yang baru. Anak akan mengalami lonjakan nafsu makan yang lebih tinggi sehingga tidak dapat mengendalikannya. Akibatnya, risiko obesitas justru lebih besar.

Bukan dengan diet ketat, tapi dengan penerapan pola hidup yang sehat

Solusi utamanya berada di tangan Anda sebagai orangtua. Menurut Lara Field, ahli gizi anak dari University of Chicago Comer Children’s Hospital di Amerika Serikat, cara yang paling efektif bagi anak-anak adalah dengan mengubah makan dan cara berpikir anggota keluarga secara keseluruhan.

Orang tua harus bisa memberikan contoh penerapan pola hidup sehat untuk anak. Bukan hanya terfokus pada penurunan berat badan anak, tapi juga untuk mempertahankan kualitas kesehatannya di kemudian hari.

pasien kanker anak makan

Nah, bila anak Anda mengalami kelebihan berat badan dan dianjurkan untuk menurunkan berat badannya oleh dokter, maka Anda bisa melakukan cara ampuh berikut ini:

1. Jauhkan camilan dari anak

Baik itu makanan ringan, makanan cepat saji, atau produk tinggi lemak dan garam, semua wajib dijauhkan dari jangkauan anak. Sajikan kombinasi beberapa jenis makanan sehat dan libatkan anak Anda untuk menyiapkan makanannya sendiri. Misalnya semangkuk sereal dengan buah berry di atasnya, roti gandum dengan selai, yoghurt rendah lemak dengan buah atau sayuran, atau pisang. Hal ini bermanfaat untuk menambah daya tarik yang positif terhadap makanan sehat bagi anak Anda.

2. Ajak anak Anda untuk aktif bergerak

Semakin banyak pergerakan, maka semakin banyak lemak yang terbakar dalam tubuh anak. Pilih aktivitas atau jenis olahraga yang menjadi favorit anak Anda di akhir pekan. Misalnya berenang, bermain sepak bola, atau sekadar membantu membersihkan rumah. Kegiatan ini sangat baik untuk mengurangi kegiatan monoton yang sering dilakukan anak, misalnya menonton TV atau bermain game.

3. Jangan larang anak untuk makan

Biarkan anak belajar mengendalikan makanannya sendiri dengan tetap mendapatkan arahan dari Anda. Ini bertujuan untuk mencegah anak dari ‘mogok’ makan bila terlalu disetir soal makanan.

Ajari anak untuk mengenal makanan sehat yang mengandung nutrisi dan yakinkan bahwa rasanya juga enak. Anda juga bisa memperagakannya dengan memakan makanannya di depan anak untuk lebih meyakinkannya.

4. Hindari kebiasaan makan di depan TV atau sambil main gadget

Makan sambil menonton TV atau main gadget membuat anak tidak fokus makan. Akibatnya, secara tidak sadar anak menjadi lebih banyak makan karena belum merasa kenyang. Jadi, ajarkan anak Anda untuk makan di meja makan tanpa televisi atau handphone agar anak bisa makan pelan-pelan sehingga otak bisa menerima sinyal kenyang saat makanan habis.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>