Berapa Kadar Lemak Tubuh yang Masih Dianggap Normal?

Berapa Kadar Lemak Tubuh yang Masih Dianggap Normal?

Selama ini, yang Anda perhatikan mungkin hanya berat badan. Berat badan yang berlebihan bisa meningkatkan risiko Anda mengalami penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung. Padahal, sebenarnya ada yang lebih penting Anda perhatikan dibandingkan hanya berat badan, yaitu kadar lemak tubuh. Mengapa penting?

Apa itu lemak tubuh?

Lemak merupakan salah satu komposisi yang menyusun tubuh Anda. Komposisi lemak dalam tubuh menyumbang nilai pada berat badan Anda, selain tulang, otot, jaringan, dan organ. Terdapat dua jenis lemak yang ada dalam tubuh, yaitu lemak esensial dan lemak nonesensial.

Lemak esensial merupakan jumlah minimal lemak yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan fungsi normalnya. Seperti untuk menjaga suhu tubuh, menyerap vitamin A, D, E, dan K, sebagai bantalan pada organ dan jaringan, menjaga kesehatan kulit dan rambut, serta masih banyak lagi.

Jumlah lemak esensial yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan fungsinya tersebut kira-kira sekitar 3-12% dari total kalori yang diperlukan tubuh. Nah, jumlah lemak berlebih yang tidak diperlukan tubuh (selain lemak esensial) disebut dengan lemak nonesensial.

Berapa kadar lemak tubuh yang normal?

Lemak memang dibutuhkan tubuh, namun terlalu banyak lemak dalam tubuh juga tidak baik untuk kesehatan. Menurut The American Council on Exercise, kadar lemak tubuh yang baik adalah:

Wanita dengan persen lemak tubuh di atas 32% dan pria dengan persen lemak tubuh di atas 26%, artinya memiliki kadar lemak yang berlebihan dan bisa dikategorikan sebagai obesitas.

Mengapa penting menjaga kadar lemak tubuh tetap normal?

Penumpukan lemak yang terus-menerus terjadi dalam tubuh dapat membuat seseorang menjadi obesitas. Tapi jangan salah, Anda yang bertubuh kecil belum tentu mempunyai persen lemak normal, bisa jadi Anda mempunyai persen lemak yang hampir tidak normal. Sementara, Anda yang bertubuh besar juga belum tentu memiliki persen lemak yang besar.

Kadar lemak yang berlebihan bisa meningkatkan berbagai risiko penyakit terkait obesitas, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan beberapa jenis kanker. Sehingga, penting bagi Anda untuk tetap menjaga kadar lemak tetap dalam batas normal agar Anda terhindar dari penyakit tersebut.

Untuk mengetahui berapa kadar lemak yang Anda miliki, Anda bisa mengukurnya dengan alat yang bernama bioelectrical impedance analysis (BIA) atau dengan metode skinfold. Sebaiknya kunjungi dokter jika ingin mengetahui berapa persen lemak tubuh yang Anda miliki.

Mengukur kadar lemak tubuh mungkin merupakan hal yang sangat berguna bagi Anda yang sedang menurunkan berat badan. Sehingga, Anda menjadi tahu bahwa yang berkurang dari tubuh Anda adalah berat lemak, bukan hanya berat air.

Bagi Anda yang sedang mengembangkan massa otot mungkin juga penting mengetahui kadar lemak dalam tubuh. Hal ini berguna untuk mengetahui bahwa yang bertambah dalam tubuh Anda adalah massa otot bukan massa lemak.

cara operasi biaya sedot lemak

Pengukuran kadar lemak menjadi indikator yang baik untuk kesehatan

Persentase kadar lemak tubuh bisa menjadi indikator untuk melihat status kesehatan secara keseluruhan yang lebih baik, dibandingkan dengan hanya mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT). Hal ini pun telah banyak dibuktikan dalam penelitian.

Salah satunya adalah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition. Penelitian ini menunjukkan bahwa persentase lemak tubuh merupakan indikator yang lebih baik untuk menunjukkan risiko penyakit terkait obesitas dibandingkan IMT.

Penelitian lain yang diterbitkan oleh jurnal Sports Health juga turut menguatkan penelitian tersebut. Penelitian ini melaporkan bahwa pengukuran persentase lemak tubuh lebih akurat dalam menunjukkan seseorang tergolong obesitas atau tidak, dibandingkan IMT.

Hal ini karena pengukuran lemak tubuh dapat menunjukkan hasil yang lebih spesifik untuk mengetahui kadar lemak sebenarnya dalam tubuh Anda. Sedangkan, IMT hanya mengukur berat badan secara umum.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>