Benarkah Sering Foto Rontgen Bisa Sebabkan Kanker?

Benarkah Sering Foto Rontgen Bisa Sebabkan Kanker?

Salah satu pemeriksaan medis yang paling sering dilakukan untuk mendiagnosis suatu penyakit adalah foto rontgen. Tapi, katanya pemeriksaan ini bisa menyebabkan kanker, apakah benar? Seberapa penting foto rontgen dilakukan? Seberapa sering saya harus melakukannya jika tak mau terkena kanker?

Seberapa penting melakukan foto rontgen?

Mungkin Anda sudah familiar dengan pemeriksaan rontgen alias x-ray. Foto rontgen dilakukan dengan menggunakan sinar X yang berfungsi untuk ‘membaca’ kondisi tulang Anda. pemeriksaan ini termasuk pemeriksaan yang paling dasar untuk membantu dokter dalam mendiagnosis dan memantau suatu penyakit.

Ada banyak jenis foto rontgen yang tersedia, hal ini tergantung dengan tujuan dan bagian tubuh mana yang terkena penyakit. Misalnya saja, mammogram yang berfungsi mendeteksi penyakit kanker payudara.

Beberapa kondisi yang mengharuskan Anda untuk melakukan rontgen yaitu:

  • Kanker tulang
  • Tumor payudara
  • Pembesaran jantung
  • Penyumbatan pada pembuluh darah
  • Gangguan fungsi paru-paru
  • Patah tulang
  • Infeksi
  • Arthritis
  • Osteoporosis
  • Gigi bolong

Apakah foto rontgen aman untuk dilakukan?

Sampai saat ini aman atau tidaknya rontgen untuk dilakukan masih menjadi perdebatan di antara ahli kesehatan. Beberapa penelitian menyatakan bahwa sinar X yang digunakan ketika seseorang menjalani rontgen dapat menyebabkan perubahan DNA atau mutasi.

Kondisi tersebut yang kemudian meningkatkan risiko kanker di masa yang akan datang. Penelitian yang dilakukan di Amerika pada tahun 2007 menemukan bahwa orang yang melakukan rontgen menjadi memiliki peluang 0,6-1,8% lebih besar untuk mengalami kanker.

Walau begitu, peningkatan risiko kanker ini terjadi dalam angka yang sangat kecil dan dipengaruhi juga dengan faktor lainnya, seperti riwayat keluarga serta gaya hidup. Secara umum, rontgen aman untuk dilakukan karena para ahli telah mengatur serta menyesuaikan dosis radiasi yang dapat ditoleransi oleh orang dewasa.

foto rontgen dada

Lalu seberapa sering saya boleh menjalani foto rontgen?

Mungkin kemudian Anda bertanya, seberapa banyak foto rontgen yang aman untuk dilakukan. Sebenarnya, tak ada jawaban pasti untuk hal ini, bahkan para ahli tidak mengetahui jumlah frekuensi yang aman untuk melakukan foto rontgen. Sebab foto rontgen akan selalu memiliki risiko meski dalam tingkat yang kecil. Namun, risiko tersebut tidak lebih penting jika dibandingkan tujuan dari pemeriksaan ini – untuk mengetahui kondisi kesehatan.

Pemeriksaan ini sangat penting dilakukan ketika memang dokter Anda membutuhkannya untuk mengetahui kondisi penyakit yang Anda derita. Jika hal ini terjadi, maka jangan menolak untuk melakukan rontgen.

Namun, terkadang Anda tetap diminta untuk melakukannya meski tak terlalu penting bagi kondisi kesehatan Anda. Oleh karena itu, sebaiknya tanyakan kembali pada dokter atau tim medis Anda, seberapa penting pemeriksaan ini harus dilakukan. Bila memang tidak penting, maka sebaiknya hindari foto rontgen karena hanya kan membuat jumlah radiasi di dalam tubuh bertambah.

Apakah semua orang boleh menjalani foto rontgen?

Meskipun tergolong aman, karena dosis radiasi yang digunakan tidak terlalu besar, namun pemeriksaan ini bisa berbahaya bagi bayi dan janin yang sedang berkembang. Perkembangan dan pertumbuhan bayi dan janin yang ada di dalam kandungan bisa terhambat akibat terpapar sinar X.

Janin dan bayi sedang dalam masa di mana jaringan dan sel mereka tumbuh dengan cepat. Paparan sinar X dapat menghambat, menghentikan, bahkan mengubah struktur jaringan menjadi tidak normal. Bukan tidak mungkin pemeriksaan ini mengakibatkan keguguran, bayi lahir cacat, dan kanker pada bayi. Oleh karena itu, bayi tidak dianjurkan untuk melakukan foto rontgen.

Sementara pada ibu hamil, sebenarnya masih bisa dipertimbangkan untuk melakukan foto rontgen, apabila bagian tubuh yang diperiksa adalah bagian kaki, tangan, kepala, atau dada. Selama tidak terkena bagian perut – di mana janin ada di dalamnya – ibu hamil masih mungkin melakukan pemeriksaan ini. Namun, sebelum melakukannya lebih baik utarakan jika Anda hamil pada dokter Anda.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>