Beda Bentuk dan Warna Feses, Beda Artinya Bagi Kesehatan. Anda yang Mana?

Beda Bentuk dan Warna Feses, Beda Artinya Bagi Kesehatan

Feses adalah bagian normal sebagai hasil akhir dari proses pencernaan. Feses mengandung zat-zat yang tidak berguna di dalam tubuh, termasuk partikel makanan yang tidak dicerna, bakteri, garam, dan zat lainnya. Bentuk, bau, dan warna feses bisa berbeda-beda, tergantung bagaimana kondisi tubuh Anda pada saat itu. Yuk, cari tahu lewat ulasan berikut ini!

Seperti apa bentuk dan warna feses yang normal?

Sehat atau tidaknya seseorang dapat dilihat dari bentuk dan warna feses, selain dari kondisi secara fisik. Tekstur feses yang normal adalah sebagai berikut:

  • Berwarna kecokelatan hingga cokelat tua: Ini karena feses mengandung pigmen yang disebut dengan bilirubin, terbentuk dari sel darah merah yang telah rusak.
  • Bau tak sedap yang cenderung kuat: Ini disebabkan oleh bakteri pada feses yang menghasilkan gas berbau tak sedap.
  • Tidak menimbulkan rasa sakit: Kondisi usus yang sehat tidak membuat seseorang merasa sakit saat buang air besar. Sebab, tekanan yang dihasilkan oleh feses cenderung lemah sehingga setidaknya hanya membutuhkan 10-15 menit untuk keluar dari anus. Jika Anda menghabiskan waktu yang lebih lama saat buang air besar, maka kemungkinan Anda mengalami sembelit, wasir, atau masalah kesehatan lainnya.
  • Tekstur lembut: Feses yang keluar berupa satu potongan atau beberapa potongan kecil adalah pertanda usus yang sehat. Feses pada orang yang sehat biasanya berbentuk seperti sosis karena bentuk usus yang memanjang.
  • Frekuensi buang air besar sekali atau dua kali sehari: Sebagian orang buang air besar sekali sehari, tapi ada juga yang buang air besar sampai 3 kali sehari. Nah, frekuensi buang air besar yang normal setidaknya 3 kali dalam seminggu.
  • Konsisten: Daripada bergantung pada frekuensi, yang terpenting adalah fokus pada konsistensi buang air besar. Bila Anda mengalami adanya perubahan pada bau, frekuensi, dan warna feses daripada biasanya, maka ini menjadi pertanda adanya masalah pada kesehatan Anda.

Skala bristol stool, indikator untuk mengenali jenis feses Anda

Skala bristol stool adalah pengukuran yang digunakan untuk mengidentifikasi tujuh jenis feses manusia. Bagan ini merupakan hasil temuan dari seorang dokter dari Bristol Royal Infirmary di Inggris setelah melakukan penelitian besar mengenai kebiasaan buang air besar pada hampir 2.000 pria dan wanita.

Dengan skala ini, Anda bisa menentukan apakah Anda tergolong sehat atau tidak. Yuk, kenali tipe feses berikut ini:

bentuk dan warna feses
Sumber: https://www.continence.org.au/pages/bristol-stool-chart.html

Tipe 1: Tampilan feses berbentuk bulatan-bulatan terpisah dan keras. Ini menjadi pertanda Anda terkena sembelit.

Tipe 2: Bentuk feses tampak seperti sosis yang lebih padat dan kental. Hal ini menandakan masalah sembelit ringan.

Tipe 3: Bentuk feses masih tampak seperti sosis tapi ada retakan di permukaan. Bentuk feses seperti inilah yang dianggap normal dan menunjukkan kondisi tubuh sedang sehat.

Tipe 4: Bentuk feses seperti sosis tapi lebih lembut dan mengular. Hal ini cenderung normal.

Tipe 5: Tampilan feses seperti gumpalan lunak dengan tepi yang jernih. Hal ini menandakan bahwa Anda kurang mengonsumsi serat.

Tipe 6: Konsistensi feses cenderung lembek tidak beraturan. Ini menunjukkan bahwa Anda terkena diare ringan.

Tipe 7: Konsistensi feses cenderung cair tanpa potongan padat, artinya Anda terkena diare berat.

Warna feses menggambarkan kondisi kesehatan Anda

Setelah mengetahui bentuk feses normal dan tidak normal, kini Anda juga perlu tahu warna feses seperti apa yang tergolong normal dan tidak normal. Berikut adalah warna feses yang dapat menjadi indikator kesehatan Anda:

Hitam

Warna feses yang cenderung hitam menandakan adanya perdarahan pada saluran pencernaan atas. Hal ini juga bisa disebabkan oleh pengaruh zat seperti suplemen zat besi, licorice hitam, dan obat yang mengandung bismut. Bila Anda mengalaminya selama lebih dari dua minggu, segera konsultasikan pada dokter.

Putih

Jika feses berwarna putih, abu-abu, atau pucat, maka ini pertanda seseorang mengalami masalah pada organ hati atau kekurangan empedu. Namun, ini juga bisa disebabkan oleh konsumsi beberapa obat anti diare yang membuat feses berwarna pucat.

Hijau

Bila Anda sering makan bayam, kangkung, atau sayuran hijau lainnya, maka ini bisa menyebabkan warna feses Anda menjadi cenderung hijau. Namun, warna kehijauan bisa jadi pertanda feses Anda mengandung lebih banyak garam empedu daripada bilirubin.

Merah

Warna feses yang merah bisa menjadi akibat perdarahan pada organ pencernaan seperti indikasi wasir. Hal ini juga bisa disebabkan oleh konsumsi buah-buahan yang berwarna merah seperti buah bit, berry merah, dan tomat, tetapi biasanya warna feses seharusnya berakhir dengan warna kecokelatan saat proses pembuangan akhir.

Bila Anda mengalaminya selama lebih dari dua minggu, segera konsultasikan pada dokter.

Oranye

Warna feses bisa berubah menjadi oranye bila Anda mengonsumsi makanan yang kaya beta karoten, seperti wortel, ubi jalar, dan jeruk. Namun, saluran empedu yang bermasalah atau konsumsi obat antasida dan antibotik rifampicin juga dapat menyebabkan warna feses jadi oranye.

Kuning

Bila warna feses tampak kuning atau berminyak, artinya feses mengandung terlalu banyak lemak. Hal ini mungkin diakibatkan oleh masalah penyerapan atau gangguan produksi enzim dan empedu dalam tubuh.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Adanya perubahan pada frekuensi dan tekstur feses tidak boleh disepelekan, terlebih bila feses Anda berubah menjadi berwarna merah atau hitam dengan tekstur seperti bubuk kopi. Pasalnya, kedua hal ini menunjukkan potensi perdarahan. Karena itu, segera carilah bantuan medis sebelum Anda mengalami kehilangan darah yang signifikan.

Untuk mempertahankan fungsi usus yang normal, Anda dianjurkan untuk menerapkan pola hidup yang sehat, seperti memperbanyak konsumsi makanan berserat, olahraga teratur, mengendalikan stres, dan minum air putih untuk menghindari dehidrasi.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>