Bayi yang Baru Lahir Juga Perlu Merasakan Dekapan Hangat dari Sang Ayah

Bayi yang Baru Lahir Juga Perlu Merasakan Dekapan Hangat dari Sang Ayah

Setelah bayi lahir, ia mungkin akan lebih sering menghabiskan waktunya bersama sang ibu. Padahal, beberapa penelitian membuktikan bahwa

kehadiran ayah juga sama pentingnya dalam momen-momen pertama hidup bayi. Interaksi antar ayah dan bayi, khususnya sentuhan langsung dari kulit ayah ke kulit bayi, dapat memengaruhi kesehatan sosial dan emosional anak selama 10 tahun pertamanya. Luar biasa, bukan? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Kenapa sentuhan kulit antar ayah dan bayi itu penting?

Pentingnya momen kontak kulit selama ini hanya ditekankan pada ikatan batin ibu dan anak. Padahal, hal yang sama juga berlaku bagi ayah dan bayi. Dr. Nils Bergman dari Academy of Breastfeeding Medicine, baru-baru ini meneliti tentang pentingnya sentuhan langsung dari kulit ke kulit antara ayah dan bayi yang baru lahir. Di dalam tubuh manusia, ada beberapa hormon yang bisa memengaruhi ikatan batin satu sama lain. Kadar hormon dalam tubuh umumnya akan berpengaruh juga pada tindakan yang dilakukan atau sikap yang dimiliki seseorang.

Contohnya, ketika ayah menghabiskan waktu dengan bayinya yang baru lahir, sentuhan langsung antar ayah dan anak bisa menghasilkan perubahan hormonal, yaitu naiknya hormon dopamin dalam tubuh. Hormon dopamin ini berfungsi banyak untuk tubuh manusia. Salah satunya untuk menimbulkan rasa bahagia pada diri Anda. Kenaikan hormon dopamin juga dapat melepas senyawa oksitosin dalam tubuh, yang akan meciptakan ikatan positif dan hubungan yang erat antara ayah dan anaknya yang baru lahir.

Penelitian lain pada tahun 2007 menyatakan bahwa ikatan batin antara ayah dengan anak yang terbentuk sejak dini dapat membantu membentuk perilaku serta kematangan psikologis anak hingga ia dewasa nanti. Sementara anak yang tidak mendapatkan atau merasakan peran ayahnya sejak dini, cenderung memiliki emosi yang tidak stabil dan memiliki banyak masalah dalam pergaulan ketika remaja.

Meski demikian, bukan berarti tidak adanya kontak fisik antara ayah dan bayi pasti akan mengakibatkan hubungan ayah dan anak atau perilaku anak yang buruk. Namun, alangkah baiknya kalau sentuhan fisik ini bisa menghasilkan ikatan dan ingatan yang baik, khususnya untuk membangun kepercayaan dan komunikasi yang positif dari ayah ke anak dan sebaliknya.

umur ayah

Untuk para ayah, luangkan waktu sebanyak-banyaknya untuk bayi baru lahir

Bagi para ayah baru, usahakan untuk meluangkan waktu sebanyak mungkin dengan putra atau putri Anda yang baru saja lahir. Tanggung jawab seorang ayah bukan cuma untuk menyediakan kebutuhan fisik anak, melainkan kebutuhan emosionalnya juga. Meski putra atau putri Anda masih bayi, Anda tetap harus mulai mendekatkan diri sebaik mungkin dengannya.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa segera setelah kelahiran caesar dan setelah berbagi sentuhan dengan ibu selama 10 menit, bayi yang segera melakukan kontak kulit langsung dengan ayahnya ternyata dapat lebih cepat tenang. Bayi yang menangis setelah proses persalinan dilaporkan bisa berhenti menangis setelah didekap oleh ayahnya selama 15 menit. Dalam satu jam, bayi pun dapat segera mengantuk dan tertidur. Ini menunjukkan bahwa ayah berperan penting terhadap ketenteraman bayi selama terpisah dengan ibu.

Anda bisa melakukannya dalam beberapa jam pertama setelah bayi lahir. Contohnya, Anda bisa mengambil alih mengasuh ketika pasangan Anda sedang mandi atau beristirahat. Lalu cari posisi dan tempat yang nyaman untuk Anda dan bayi seperti di sofa atau kasur.

Setelah duduk dan menemukan tempat yang nyaman, Anda bisa melepas pakaian bagian atas dan kenakan bayi Anda selimut atau popok yang cukup hangat. Kemudian posisikan Anda memegang bayi dengan posisi tegak mendekap di dada, kulit ke kulit.

Para ayah juga bisa melakukan komunikasi dengan bayi sambil berbicara, bernyanyi, atau membacakan cerita. Pada dasarnya bayi akan merespon, mengingat suara, dan merasakan sensasi ketika ia dipegang langsung oleh ayahnya. Suhu tubuh, detak jantung, dan pernapasan bayi jadi lebih stabil. Hal ini juga memungkinkan bayi untuk mengenal aroma orangtuanya sejak dini. Selain itu, detak jantung ayahnya bisa menjadi musik dan dentuman yang hangat bagi si kecil.

Para ibu, beri kesempatan bagi ayah untuk menghabiskan waktu bersama bayi

Tak sedikit ibu yang merasa ragu untuk membolehkan si kecil dipegang atau diurus oleh ayahnya begitu ia lahir. Naluri protektif ibu ini wajar, tetapi percayakan suami Anda untuk ikut turun tangan terlibat dalam pengasuhan bayi. Bagaimanapun juga, bayi Anda tetap berhak untuk mendapatkan sentuhan dan cinta kasih dari ayahnya secara langsung. 

Jadi bila Anda sedang kerepotan, jangan hanya minta tolong suami untuk membereskan meja ganti popok atau membuang sampah. Justru minta suami Anda untuk menimang, menidurkan, atau memandikan bayi. Intinya, sebisa mungkin beri kesempatan bagi suami untuk melakukan sentuhan langsung antara ayah dan bayi.

Setidaknya dalam dua minggu pertama setelah lahir, buah hati Anda perlu mendapatkan pengasuhan langsung selama paling sebentar 30 menit dari ayahnya untuk mendapatkan ikatan batin yang kuat.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>