Apa Perbedaan Bayi Tabung dan Inseminasi Buatan?

Apa Perbedaan Bayi Tabung dan Inseminasi Buatan?

Anda dan pasangan sudah memeriksakan kesehatan dan sudah menjalani perawatan apa pun untuk meningkatkan kesuburan. Namun, sayangnya, program kehamilan Anda tak kunjung berhasil. Akhirnya, Anda berniat untuk mengikuti program bayi tabung. Namun, ada juga yang disebut dengan inseminasi buatan. Apa

perbedaan bayi tabung dan inseminasi buatan? Simak ulasannya berikut ini.

Perbedaan bayi tabung dan inseminasi buatan dari prosesnya

Proses inseminasi buatan

Inseminasi buatan, atau juga disebut intrauterine insemination (IUI) seperti yang dilansir dari Mayo Clinic, merupakan prosedur di mana sperma dari air mani pria dicuci untuk menempatkan konsentrasi terbaik dari seluruh sperma ke dalam kateter. Kateter ini lalu dimasukkan melalui leher rahim agar langsung menuju rahim di mana sperma akan disimpan. Setelah itu, sperma akan dengan sendirinya menemukan cara untuk mencapai tuba falopi dan menemukan telur untuk dibuahi.

Prosedur ini hanya bisa dilakukan pada perempuan dengan tuba falopi terbuka, dan biasanya dikombinasikan dengan beberapa bentuk rangsangan rahim, seperti injectable gonadotropins. Hal ini semacam persiapan medis dari hormon-hormon yang diproduksi oleh otak untuk merangsang rahim mempersiapkan telurnya untuk dilepaskan.

Proses bayi tabung

In vitro fertilization (IVF) atau biasa disebut program bayi tabung, adalah proses di mana ovarium dirangsang untuk memproduksi banyak telur yang kemudian diekstrasi dari rahim melalui penyedotan. Prosedur ini dilakukan dengan melakukan bius total.

Sel telur dan sperma lalu diletakkan di suatu cawan khusus untuk membiarkan pembuahan terjadi, dan diinkubasi selama 3-5 hari. Inilah perbedaan yang paling kentara antara dua proses ini. Pada inseminasi buatan, pembuahan tetap terjadi dalam tubuh ibu sedangkan pada bayi tabung, pembuahan dilakukan di laboratorium.

Beberapa dari embrio yang dihasilkan lalu diletakkan di dalam kateter dan disimpan kembali di dalam rahim ibu bersama embrio beku yang tersisa.

tanam satu embrio bayi tabung

Mana yang paling cocok buat Anda?

Inseminasi buatan

Perawatan ini bisa digunakan untuk menangani beberapa kasus ketidaksuburan dengan penyebab yang belum jelas serta kasus jumlah sperma yang rendah. Meskipun tingkat keberhasilan kehamilan dengan teknik inseminasi buatan tidak setinggi teknik lain, namun prosedur ini memiliki keuntungan berupa harga yang tidak terlalu mahal dan rendah efek samping.

Inseminasi buatan juga merupakan prosedur yang singkat dan relatif tidak menyakitkan. Sebelum melakukan prosedur inseminasi buatan, dokter akan melakukan pemeriksaan organ reproduksi dan kesuburan dari masing-masing pasangan. Hal ini untuk mengetahui apa yang kemungkinan menjadi halangan terjadinya kehamilan secara alami.

Bayi tabung

Umumnya prosedur bayi tabung dilakukan setelah konsumsi obat-obatan, tindakan bedah, atau inseminasi buatan tidak mampu mengatasi masalah ketidaksuburan.

IVF biasanya dilakukan oleh wanita dengan tuba falopi yang tersumbat, usia reproduksi yang lanjut, pria dengan jumlah sperma yang rendah, atau ketidaksuburan yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya. Kromosom embrio juga bisa dievaluasi melalui prosedur terpisah yang disebut pre-implantation genetic diagnosis (PGD) untuk menilai apakah sebuah embrio memiliki ketidaknormalan genetik seperti down’s syndrome.

Mana yang paling aman dan efektif untuk menghasilkan kehamilan?

Meskipun program bayi tabung biayanya lebih mahal daripada inseminasi buatan, teknologi yang digunakan kini makin canggih sehingga memperbesar kemungkinan keberhasilannya.

Akan tetapi, proses bayi tabung memiliki risiko yang harus dipertimbangkan oleh pasangan suami istri. Salah satu risiko yaitu saat prosedur pengambilan sel telur, mungkin terjadi infeksi, perdarahan, atau gangguan pada usus atau organ lain.

Ada pula risiko dari obat-obatan yang digunakan untuk merangsang ovarium, yaitu sindrom hiperstimulasi ovarium. Efek yang dirasakan beragam, mulai dari kembung, kram atau nyeri ringan, penambahan berat badan, hingga rasa sakit yang tak tertahankan pada perut. Efek yang berat harus ditangani di rumah sakit walaupun biasanya gejala bisa hilang dalam beberapa waktu.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>