Apa Itu Panseksual dan Bagaimana Ciri-Cirinya?

Apa Itu Panseksual dan Bagaimana Ciri-Cirinya?

Mungkin selama ini Anda hanya pernah dengar heteroseksual dan homoseksual (gay dan lesbian) sebagai orientasi seksual. Namun, ternyata orientasi seksual adalah spektrum yang sangat luas. Tak cuma heteroseksual, homoseksual, dan biseksual saja yang bisa digolongkan sebagai orientasi seksual. Ya, beberapa waktu yang lalu penyanyi kenamaan Hollywood, Miley Cyrus, menyatakan bahwa dirinya adalah seorang panseksual. Apa itu panseksual? Simak penjelasan di bawah ini.

Panseksual adalah…

Menurut sosiolog Emily Lenning, dikutip dari Psychology Today, panksesual adalah ketertarikan terhadap seseorang, terlepas dari jenis kelamin, gender, ataupun orientasi seksualnya.

Sebelum menjelaskan lebih jauh soal konsep panseksual, perlu dicatat bahwa jenis kelamin memiliki makna ciri-ciri biologis yang dimiliki seseorang ketika dilahirkan. Seseorang dengan vagina, misalnya, memiliki jenis kelamin perempuan. Sedangkan orang yang lahir dengan penis memiliki jenis kelamin laki-laki.

Gender berbeda dengan jenis kelamin. Gender adalah peran sosial dan identitas seseorang dalam masyarakat, mungkin saja terlepas dari jenis kelaminnya. Maka, seseorang yang lahir dengan penis, tapi merasa dirinya adalah perempuan, bisa jadi memiliki gender transpuan (transgender-perempuan). Atau orang yang lahir dengan vagina, tapi tidak merasa bahwa dirinya perempuan atau laki-laki, bisa jadi merupakan seorang agender. Sedangkan orang yang dilahirkan dengan vagina dan merasa bahwa identitasnya adalah sebagai perempuan, memiliki gender perempuan.

Orientasi seksual sendiri sederhananya adalah kepada siapa seseorang memiliki ketertarikan seksual. Ketertarikan terhadap lawan jenis disebut heteroseksualitas. Ketertarikan terhadap sesama jenis disebut homoseksualitas (gay atau lesbian). Ketertarikan terhadap kedua jenis kelamin dan/ atau gender (laki-laki dan perempuan) disebut biseksualitas. Sedangkan ketertarikan pada jenis kelamin, gender, dan orientasi seksual apa saja disebut panseksual.

Jadi jika diperluas artinya, panseksual adalah ketertarikan kepada seseorang, tak peduli apakah orang itu gay, lesbian, transgender, pria, atau wanita. Seorang panseksual tertarik pada orang lain sebagai individu, mungkin bisa dengan kepribadian atau karakter orangnya. Panseksual adalah jenis orientasi seksual yang tidak terbatas dan unik. Biasanya, orang panseksual menemukan daya tarik pada seseorang lewat bagaimana rasa romantisme, emosional, dan kepribadian antar satu sama lain terhubung.

gay bisa disembuhkan

Memang belum banyak orang yang mengaku sebagai panseksual

Dikutip dari Women’s Health, Holly Richmond, Ph.D., seorang psikolog dan terapis seks menyatakan bahwa masih terhitung kurang dari satu persen populasi orang yang menyatakan diri sebagai panseksual. Karena panseksualitas adalah konsep ketertarikan yang cukup baru bagi banyak orang, sulit untuk menentukan dengan tepat berapa banyak yang memiliki orientasi seksual tersebut.

Jadi, apakah biseksual dan panseksual itu sama?

Panseksual adalah orientasi seksual yang berbeda dari biseksualitas. Seorang biseksual hanya tertarik pada dua jenis gender, yaitu laki-laki dan perempuan. Sedangkan seorang panseksual melihat bahwa gender adalah spektrum yang sangat luas, tidak bisa dibatasi jadi laki-laki dan perempuan saja. Karena itu, seorang panseksual mampu merasakan ketertarikan seksual dan romantis pada setiap identitas dalam spektrum gender tersebut. Baik itu transgender, orang genderqueer (tidak merasa bahwa dirinya laki-laki atau perempuan), dan lainnya. 

Akan tetapi, hanya karena seorang panseksual bisa tertarik pada siapa saja, bukan berarti ia pasti hobi selingkuh. Sama seperti seorang heteroseksual (juga dikenal dengan istilah straight), ia juga bisa berkomitmen hanya dengan satu orang pasangannya saat ini.

Sama seperti orientasi seksual lainnya, panseksualitas tidak menunjukkan ciri-ciri fisik apa pun. Satu-satunya ciri bahwa seseorang merupakan panseksual yaitu apabila ia tertarik (entah secara seksual, romantis, atau keduanya) dengan siapa saja, tanpa memedulikan jenis kelamin, gender, dan orientasi seksualnya.

Apakah mungkin saya seorang panseksual?

Penting bagi setiap orang untuk menemukan dan mengakui jati dirinya, baik itu soal gender atau orientasi seksualnya. Dengan mengakuinya, seseorang bisa terus mengembangkan diri dan menggali potensi-potensinya. Jika Anda curiga Anda adalah seorang panseksual, tidak perlu buru-buru melabeli diri atau malah menyangkal kemungkinan ini. Memang butuh waktu bagi seseorang untuk bisa memahami serta menerima jati dirinya.

Pasalnya, sampai saat ini para ahli belum bisa merumuskan secara pasti apa yang bisa menentukan orientasi seksual seseorang. Baik itu faktor genetik, faktor lingkungan, kombinasi keduanya, atau justru hal lainnya.

Akan tetapi, dalam Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) yang diserap dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), panseksualitas tidak termasuk gangguan jiwa. Ini karena orientasi seksual seseorang memang tidak akan menimbulkan gejala-gejala klinis seperti rasa nyeri atau disfungsi organ tubuh. Karena bukan penyakit atau gangguan jiwa, panseksualitas bukanlah suatu kondisi yang harus diperbaiki atau diobati dengan cara apa pun.

Namun, karena tekanan sosial-budaya dari masyarakat, seorang panseksual mungkin lebih rentan mengalami stres berlebih atau depresi yang tentu mengganggu kesehatan jiwanya. Bila Anda atau orang terdekat Anda mulai menunjukkan gejala-gejala depresi seperti putus asa, kesepian, atau sedih yang berlarut-larut disertai perubahan pola makan atau tidur, segera periksa ke dokter.

Sedangkan bila menurut Anda ada anggota keluarga atau teman terdekat yang memiliki keinginan untuk mencoba bunuh diri, hubungi Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di 021-500-454 atau nomor darurat 112. Konselor tersedia 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Layanan ini tersedia bagi siapa saja. Semua panggilan bersifat rahasia.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>