Anak Melakukan Bullying, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Anak Melakukan Bullying, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Mengetahui anak melakukan bullying (perisakan) mungkin membuat Anda terkejut. Selama ini mungkin Anda melihat anak selalu melakukan hal baik di rumah. Lalu mengapa di sekolah sikapnya berubah? Anda mungkin harus mencari tahu terlebih dahulu apa yang menyebabkan anak melakukan tindakan perisakan. Setelah itu, baru Anda bisa melakukan sesuatu untuk mencegah anak melakukan perisakan di kemudian hari.

Cari tahu terlebih dahulu mengapa anak melakukan bullying

Dilansir dari Kids Health, ada banyak alasan anak melakukan bullying. Beberapa di antaranya mungkin karena ia merasa tidak aman. Alasan lainnya, mungkin karena ia ingin dipandang paling hebat, ingin terkenal di sekolah, atau lainnya, sehingga ia akan mencari temannya yang terlihat lemah secara fisik dan mental untuk di-bully.

Ada juga anak yang melakukan bullying karena memang ia tidak tahu tindakan yang dilakukannya itu salah. Menurut anak, tindakan yang dilakukannya itu untuk senang-senang. Biasanya, anak yang melakukan bullying mencari-cari orang yang paling berbeda dari kawan-kawannya. Misalnya perbedaan bentuk tubuh, penampilan, cara bicara, ras, atau agama. 

Mencari korban yang paling berbeda akan memudahkan anak pelaku bullying untuk mencari kesalahan, memojokkan, mengejek, mengasingkan, dan menindas korban.

Dalam beberapa kasus, perisakan adalah bagian dari pola perilaku pemberontak atau agresif. Anak seperti ini biasanya tidak bisa mengendalikan amarah, rasa sakit hati, frustasi, atau emosi kuat lainnya. Akibatnya, anak melampiaskan emosinya itu dengan merisak anak lain. Biasanya, anak yang tidak bisa mengelola emosinya juga tidak bisa bekerja sama dengan orang lain dan tidak mau diatur.

Hal lain yang bisa menjadi alasan mengapa anak melakukan bully adalah karena ia meniru perilaku yang sering ia lihat di rumah. Misalnya dari cara kakak memperlakukan adiknya atau bahkan cara orangtua mendidik anak.

Anak yang sering melihat perilaku agresif dan tidak baik dalam keluarga cenderung akan memperlakukan orang lain dengan cara yang sama seperti yang sering ia lihat. Tentu, ini tidak baik. Sehingga, pendekatan keluarga perlu dilakukan untuk mencegah anak melakukan bullying.

anak berbohong

Apa yang bisa dilakukan orangtua agar anak berhenti melakukan bullying?

Bullying atau perisakan merupakan hal yang serius. Ini harus dihentikan sedini mungkin, bahkan dalam aspek sekecil apa pun. Berikut ini merupakan cara yang bisa dilakukan orangtua untuk menghentikan anak melakukan bullying.

Bicara perlahan pada anak

Minta anak menceritakan apa yang telah terjadi. Jadilah pendengar yang baik dan hindari menyalahkan anak. Menyalahkan anak hanya akan memperburuk kondisi anak. Beri anak pemahaman bahwa tindakan yang telah dilakukannya itu tidak baik karena bisa menyakiti seseorang. Balikkan pada anak bahwa ia pun tentu tidak ingin disakiti atau diperlakukan tidak baik seperti yang ia lakukan pada temannya.

Ajarkan tanggung jawab pada anak

Bantu agar anak memahami bahwa ia harus bertanggung jawab terhadap segala sesuatu yang ia lakukan. Anda mungkin bisa memberi pelajaran kecil pada anak, jika diperlukan. Misalnya, dengan mengurangi waktu main game, melarang anak memegang handphone atau komputer dalam waktu tertentu.

Ajarkan anak bagaimana cara mengelola emosinya dan berperilaku baik

Ajarkan anak cara yang lebih baik untuk bereaksi saat ia emosi, misalnya dengan berjalan kaki atau mendengarkan lagu. Ajarkan ia untuk memandang sesuatu dari hal positif.

Ajarkan anak untuk menghormati orang lain

Ajarkan anak untuk bisa menerima perbedaan, misalnya ras, agama, penampilan, status ekonomi, dan lainnya. Anda mungkin bisa mendorong anak untuk terlibat dalam kegiatan tertentu, seperti ekstrakurikuler di sekolah, di mana anak bisa berinteraksi dengan anak lain dari latar belakang yang berbeda.

Kerjasama dengan pihak sekolah

Bicarakan dengan guru mengenai bagaimana perilaku anak Anda di sekolah. Bekerja sama dengan sekolah dapat membantu anak belajar bagaimana membangun perilaku yang positif.

Pelajari lingkungan sosial anak

Sebaiknya Anda kenal dengan siapa anak Anda berteman. Jangan lupa untuk menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Bicarakan tentang bagaimana sekolahnya, temannya, dan lingkungannya.

Berikan contoh yang baik pada anak

Anak sangat bisa meniru apa yang dilakukan orangtuanya, apa yang terjadi di rumah. Sehingga, ajarkan ia hal baik dengan memberikan contoh yang baik. Ajarkan bagaimana seharusnya cara menangani konflik dan masalah, tunjukkan selalu hal yang positif pada anak.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>