Anak Dengan Autisme Juga Bisa Tumbuh Normal. Ini yang Harus Orangtua Lakukan!

Anak Dengan Autisme Juga Bisa Tumbuh Normal

Mempunyai anak dengan sindrom

autisme pasti menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Banyak orangtua yang memiliki anak dengan autisme merasa cemas dan takut akan perkembangan anaknya.

Anak dengan autisme memang memiliki kesulitan untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Maka dari itu, mereka banyak dikucilkan dari teman-temannya yang normal.

Padahal, sebenarnya si kecil bisa kok tumbuh dan memiliki kemampuan yang setara dengan teman-temannya. Tetapi, tentu hal ini tidak mudah dan memerlukan usaha Anda sebagai orangtua. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat si kecil dapat berkembang dengan normal. Bagaimana caranya?

Berbagai cara untuk meningkatkan kemampuan sosial anak dengan autisme

Faktanya, bukan hal yang mustahil anak dengan autisme dapat tumbuh normal dan mampu memiliki kehidupan sosial yang baik. Hal ini terbukti dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Child and adolescent psychiatric clinics of North America menyebutkan kalau melatih komunikasi dan mengajarkan anak yang berkebutuhan khusus sejak dini dapat membuat mereka memiliki kehidupan sosial yang normal.

Dengan melatih kemampuan sosial si kecil, maka anak Anda di kemudian hari akan mampu untuk berteman, bersosialisasi, serta ia akan siap menghadapi dunia nyata. Lalu, apa saja yang bisa saya lakukan untuk membentuk kemampuan sosial si kecil?

1. Memperkenalkan segala bentuk emosi pada si kecil

Anak dengan autisme bukannya tidak mengerti emosi atau bahkan tak memiliki emosi sama sekali. Mereka tetap bisa marah, sedih, dan senang. Namun memang mereka tak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaan mereka pada orang lain.

Pelajaran pertama yang harus Anda berikan adalah mengajarinya memahami berbagai emosi yang ada. Anda bisa alat peraga agar hal ini menjadi pelajaran yang menyenangkan. Misalnya, Anda menggunakan biskuit dan menghiasinya dengan krim cokelat atau permen di atasnya, membentuk muka manusia. Buat wajah orang dengan berbagai emosi, seperti marah, sedih, tersenyum dan kemudian diskusikan dengan si kecil.

Anda juga bisa menggunakan karakter kartun kesukaan sang buah hati. Saat ia menonton kartu kesukaannya, Anda bisa menanyakan padanya, emosi apa yang ditunjukkan oleh karakter kartun yang ia tonton tersebut. Setelah itu, Anda juga harus menjelaskan padanya, kapan dan dalam kondisi seperti apa saja, emosi-emosi tersebut akan muncul.

mengajari anak dengan autisme

2. Bermain peran dengan sang buah hati

Untuk melatih kemampuan sosial mereka, Anda bisa mengajaknya bermain peran. Anda bisa membuat berbagai situasi yang mungkin akan anak Anda alami nanti. Mulailah untuk membentuk suatu kondisi dan kemudian diskusikan dengan si kecil apa saja yang harus ia lakukan dan bagaimana caranya.

Misalnya, kondisikan bila si kecil memiliki satu kue sementara ada satu orang temannya saat itu. Lalu, tanyakan padanya apa yang harus ia lakukan. Buat ia mengerti dan jelaskan bagaimana ia harus bersikap.

Tentu hal ini harus terus menerus Anda lakukan dan selalu mencoba dengan kondisi serta situasi yang berbeda pula. Dengan begini, sang buah hati akan semakin tahu bagaimana ia harus bersikap di depan teman-temannya.

3. Dukungan nutrisi tidak kalah penting

Memang fokus utamanya adalah mendidik dan membantu sang buah hati belajar bersosialisasi dan berkomunikasi. Tetapi, salah satu faktor yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah memberikan si kecil makanan yang bernutrisi tinggi.

Beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi oleh anak dengan autisme yaitu makanan yang mengandung lemak omega 3 yang tinggi seperti ikan tuna dan salmon. Selain itu perbanyak makanan yang mengandung vitamin serta mineral yang tinggi, contohnya pada buah-buahan dan sayuran.

Anda juga bisa memberikan si kecil suplemen untuk membantu memenuhi kebutuhan zat gizinya. Tentu, Anda harus memilih suplemen yang aman untuk sang buah hati, seperti Bio Strath yang dibuat dari herbal alami yang telah terbukti dapat meningkatkan konsentrasi dan kemampuan belajar pada anak dengan kebutuhan khusus.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>