Adakah Dampaknya Bagi Janin Jika Ibu Terkena Batu Empedu Saat Hamil?

Adakah Dampaknya Bagi Janin Jika Ibu Terkena Batu Empedu Saat Hamil?

Sakit perut di bagian kanan atas bisa jadi gejala batu empedu. Kondisi ini lebih rentang dialami oleh wanita, terutama selama masa kehamilan. Lantas, apa penyebab munculnya batu empedu saat hamil, dan apakah ada dampaknya bagi bayi dalam kandungan? Yang lebih penting, bagaimana cara mengobatinya? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa penyebab muncul batu empedu saat hamil?

Batu empedu terjadi ketika ada penumpukan lemak dalam tubuh akibat terlalu banyak makan makanan berlemak dan tinggi kolesterol. Empedu adalah organ yang terletak di bawah hati dan bertugas untuk menyimpan cairan empedu yang digunakan untuk mencerna lemak di dalam tubuh. Penumpukan lemak membuat empedu bekerja lembih keras untuk mencerna lemak-lemak tersebut, sehingga malah menggumpal dan terbentuklah batu empedu yang menyumbat saluran empedu.

Pada ibu hamil, batu empedu biasanya terjadi akibat perubahan hormon tubuh yang terjadi selama kehamilan. Peningkatan hormon estrogen dapat meningkatkan kadar lemak dalam tubuh dan memperlambat gerakan empedu dalam mencerna lemak. Hal ini yang kemudian membuat wanita yang sedang hamil berisiko tinggi untuk mengalami batu empedu.

Apa saja gejala batu empedu saat hamil?

Dalam beberapa kasus, batu empedu tidak menimbulkan gejala apapun, apalagi jika ukuran batu yang terbentuk tidak terlalu besar. Bahkan, gangguan kesehatan ini bisa saja terjadi dan kemudian menghilang ketika Anda melahirkan nantinya.

Namun pada beberapa kasus, gejala yang ditimbulkan cukup mengganggu, seperti:

  • Sakit perut di bagian kanan atas terus-menerus, apalagi setelah mengonsumsi makanan berlemak
  • Sakit di bagian punggung
  • Sakit pada perut selama kurang lebih 5 jam
  • Merasa mual dan muntah-muntah terus
  • Mengalami demam hingga mengggigil
  • Kulit cenderung menguning

Bila Anda mengalami hal-hal tersebut, sebaiknya periksakan diri segera ke dokter.

Apa risikonya batu empedu pada ibu hamil?

Batu empedu yang berukuran terlalu besar dan sulit untuk dikeluarkan akan menyumbat saluran empedu. Jika hal ini terjadi, maka ada beberapa risiko kesehatan yang mungkin terjadi, seperti kelahiran prematur, janin sulit bernapas, hingga lahir mati. Maka dari itu, hal ini sebaiknya segera ditangani agar tidak menimbulkan gangguan pada kehamilan.

kanker usus besar saat hamil

Bagaimana mengatasi batu empedu saat hamil?

Sebagian besar batu empedu yang muncul ketika masa kehamilan akan ditangani dengan operasi. Para ahli mengatakan bahwa operasi batu empedu adalah jenis operasi yang cukup sering terjadi ketika masa kehamilan. Namun, hal ini tergantung dengan masing-masing kondisi ibu dan janin saat itu. Operasi tidak dianjurkan dan berisiko cukup besar jika dilakukan ketika masa trimester pertama. Bila dilakukan, hal ini dapat menimbulkan keguguran dan cacat lahir pada janin.

Maka dari itu, jika tidak terlalu mendesak, dokter akan menunggu hingga kehamilan memasuki usia trimester kedua atau hingga kelahiran terjadi. Akan tetapi, sekali lagi, hal ini tergantung dengan kondisi masing-masing ibu serta janin. Sebaiknya, diskusikan hal ini pada dokter Anda.

Agar tidak semakin parah, Anda juga sebaiknya menjaga serta memilih makanan Anda selama kehamilan. Hindari makanan yang mengandung lemak tinggi serta makanan yang digoreng, pasalnya hal ini hanya akan menambah beban kerja empedu yang sedang terganggu.

Bagaimana mencegah batu empedu saat hamil?

Meskipun berisiko lebih tinggi untuk mengalami batu empedu saat hamil, tapi bukan berarti Anda pasti mengalaminya. Tentu, hal ini masih dapat dicegah agar tidak terjadi pada Anda . berikut adalah hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah batu empedu pada masa kehamilan:

  • Memiliki berat badan yang ideal sesuai dengan usia kehamilan. Ketika masa kehamilan, memang hal yang wajar jika Anda berat badan Anda bertambah. Namun, jangan biarkan hal ini membuat Anda menjadi obesitas ketika masa kehamilan. Bicarakan pada dokter dan ahli gizi Anda tentang berat badan ideal sesuai dengan usia kehamilan serta menu makanan yang baik Anda konsumsi selama kehamilan.
  • Banyak mengonsumsi makanan berserat. Sebelum hingga masa kehamilan, sebaiknya biasakan diri Anda untuk mengonsumsi lebih banyak serat. Serat mampu mengikat lemak-lemak di dalam tubuh, sehingga meringankan beban kerja hati dan empedu Anda.
  • Hindari makanan yang berlemak tinggi. Usahakan untuk tidak mengonsumsi lemak tidak lebih dari 25 persen dari total kalori Anda. untuk mengetahui pembagian menunya, lebih baik konsultasikan pada ahli gizi Anda.
  • Tetap bergerak aktif. Meskipun sedang hamil, bukan berarti Anda dapat berdiam diri saja seharian di rumah. Anda harus tetap aktif dan melakukan olahraga yang aman ketika hamil.

Baca Juga:

sumber : hellosehat.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>