8 Langkah Inspeksi Cermat Dapat Mobkas Tepat

mobil bekas

Mobil bekas idaman berhasil diperoleh, kebutuhan transportasi pun jadi semakin mudah. Tapi, apakah cukup sampai di fase beli-pakai tersebut. Jawabnya, tidak! Karena, kita tidak pernah tahu bagaimana track recordpemakaian mobil dari pemakai sebelumnya. Ada baiknya lakukan langkah pengecekan lebih menyeluruh guna mencegah masalah yang mungkin bisa saja terjadi di kemudian hari dan juga langkah pembenahan untuk memberikan kenyamanan berkendara yang optimal.

Saat ini sangat sulit mendapatkan mobil second yang masih “perawan”. Biasanya jarak tempuh yang tertera di odometer terbilang panjang (ribuan bahkan puluhan ribu kilometer). Artinya, kondisi mesin maupun kaki-kakinya juga sudah lelah. Beruntung  Anda jika mendapatkan mobil bekas yang memiliki pajak tahunan kendaraan masih panjang, mesin dan kaki-kaki sehat serta jarak tempuh masih sedikit.

“Sebelum menebus mobkas pastikan semua dalam kondisi oke! Baik mesin, kaki-kaki (suspensi) maupun kelengkapan surat-surat. Nah, terkait bagian mesin dan suspensi ini ada baiknya minta  lakukan tes jalan,” kata Anto, dari Makmur Jaya Mobil di Serpong, Tangerang.

Berikut ini adalah langkah penting yang dapat Anda lakukan setelah menebus mobil bekas untuk menjamin keamanan dan kenyamanan anda dalam mengendarainya setelah menebus mobil bekas tersebut.

1. Pada ruang mesin, Anda perlu memerhatikan beberapa komponen penting seperti : pipa header knalpot (exhaust valves), timing belt, kepala silinder (cylinder head), cam shaft, piston, crank shaft dan oil pan. Periksa apakah ada kebocoran untuk memastikan sistem pembakaran kendaraan menghasilkan emisi yang ramah lingkungan atau tidak. Tapi jika kendaraan Anda bermesin diesel, tentu berbeda cara kerjanya dengan mesin bensin.

2. Cek juga kondisi mesin saat on, apakah terdengar pincang atau mulus. Hal ini biasanya terkait fungsi pengapian busi, kabel busi atau koil. Perintahkan mekanik untuk mengeceknya sekaligus periksa suara ketukan dan getaran mesin, setting ulang bila perlu. Selanjutnya, lihat  apakah hasil pembakaran yang keluar dari pipa pembuangan knalpot berupa asap putih tebal atau normal. Jika keluar asap putih tebal bisa jadi jeroan mesin bermasalah (piston atau kepala silinder berkerak). Mengetahui pembakaran yang sempurna dapat Anda lakukan dengan memeriksa kandungan CO /HC saat idle.

3. Kerja mesin akan menyebabkan suhu kendaraan menjadi tinggi.  Oleh sebab itu, Anda juga perlu mengetahui kondisi perangkat pendingin di mobil  diantaranya radiator, water pump dan cooling fan apakah terjadi kebocoran atau tidak. Cek bagian penting seperti tutup radiator, apakah terdapat gelembung udara ketika sedang bekerja.

4.  Sistem pelumasan, memegang peran penting untuk menghindari keausan onderdil mesin sekaligus berfungsi sebagai pendingin. Lihat stick oli, apakah masih dalam batas normal atau telah habis. Untuk itu penggantian oli secara berkala perlu Anda pertimbangkan.  Dan jangan lupa lakukan penggantian minyak power steering, minyak rem dan minyak pelumas gardan atau transmisi.

5. Sistem air conditioner juga wajib diperiksa mengingat usia pemakaian. Cek kondisi freon, evaporator, ekspansi, kompressor berikut kabel-kabel selangnya. Agar terhindar dari bahaya kebocoran dan AC yang tidak dingin.

6. Ban sering kali luput dari perhatian, padahal ban juga dapat menjaga keamanan kita. Banyak kasus kecelakaan lalu lintas disebabkan pecah ban.  Untuk satu ini sebaiknya lakukan penggantian satu set ban baru. Namun, jika dana belum mencukupi cara antisipasi ban yang botak sebelah artinya keempat roda perlu dilakukan spooring dan balancing, agar posisinya kembali center.

7. Lalu poin ketujuh,  bisa dilanjutkan dengan pengetesan jalan (test drive). Bawa mobil ke jalan bervariasi seperti permukaan mulus, bergelombang atau polisi tidur.  Cara ini ditempuh guna mengetahui kinerja kaki-kaki termasuk suspensi. Bila saat melaju di jalan rusak terdengar bunyi aneh dari kolong mobil, bisa jadi tie-rod, long tie-rod atau ball-joint sudah pada getas (aus). Artinya, komponen tersebut minta diganti baru.

Sedangkan, bagus tidaknya kerja suspensi (per dan sokbreker) ditentukan dari tingkat kenyamanan yang diterima dari sasis ke bodi. Sokbreker yang masih baik akan mampu meredam kondisi jalan tanpa menimbulkan gejala bodi limbung. Lalu, rasakan juga bagaimana setirnya. Apakah menunjukan gejala bergetar saat dipacu kecepatan diatas 60 km/jam, atau mengeluarkan suara bunyi saat dibelokkan.

8. Cek juga fungsi pedalnya terutama pedal kopling untuk mobil dengan transmisi manual. Kalau diinjak terasa berat atau keras, itu pertanda pelat kopling atau kampas kopling mulai menipis. Mengatasinya dengan cara mengganti pakai kampas baru, oh ya bila perlu sekaligus ganti cover clutch beserta release bearing tujuannya agar naik turun pedal kopling menjadi optimal tidak slip.

sumber : http://www.mobilwow.com/


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>