8 Cara yang Pas Mengkritik Orang Lain Agar Nggak Tersinggung dan Berujung ‘Diem-dieman’

8 Cara yang Pas Mengkritik Orang Lain Agar Nggak Tersinggung dan Berujung ‘Diem-dieman’

Dalam bergaul atau berelasi dengan orang lain, akan ada banyak situasi yang memungkinkan kita untuk melakukan kekeliruan. Baik yang terwujud dalam perkataan maupun tingkah laku. Nah, sebagai makhluk sosial, sudah sepatutnya kita saling mengingatkan. Mengkritik atau menanggapi adalah salah satu hal yang kerap dilakukan untuk mengingatkan kekeliruan orang lain.

Namun kenyataannya, memberi kritik nggak semudah hanya menyampaikan apa yang kurang berkenan dari sisi kita saja. Sebuah kritikan seringnya disalahartikan oleh sebagian orang, meskipun maksud sebenarnya adalah baik. Alih-alih ditanggapi dengan bijak, nggak jarang lawan bicara malah tersinggung dan terpancing emosinya. Ujung-ujungnya hubungan kita yang jadi rusak. Nah, berikut Hipwee Tips berikan beberapa trik yang bisa diterapkan saat kita harus memberikan kritik pada seseorang.

1. Pilihlah situasi dan kondisi yang tepat untuk menyampaikan kritikan, terutama yang sifatnya krusial

Cari situasi yang tepat via unsplash.com

Ketika kamu menemukan sesuatu hal yang kurang berkenan dan ingin segera menyampaikan kritik, sebaiknya lihat dulu situasi dan kondisi yang bersangkutan. Jangan saking gemasnya lalu kamu langsung labrak saja. Hmm, yang ada malah kalian jadi berantem. Tunggu dulu beberapa saat, jika yang bersangkutan sudah menampakkan kondisi yang kondusif, barulah kamu lancarkan kritikan kepadanya. Jika waktunya nggak tepat, tujuan dari kritik itu pun bisa-bisa malah nggak tercapai.

2. Mulailah dengan memberikan pujian, lalu akhiri dengan memberikan pujian dan penghargaan juga

Beri pujian di awal dan di akhir via www.pexels.com

Advertisement


Karena pada dasarnya, manusia lebih senang jika dirinya dihargai dan dianggap keberadaannya.

Memang terdengar agak aneh, tapi dengan strategi ini, orang yang kamu kritik justru merasa nggak dihargai atau terancam citranya. Ketika orang lain melakukan sesuatu yang menurut kamu keliru, jangan sekali-kali kamu langsung menegurnya. Cobalah untuk memberinya pujian dan penghargaan atas semua yang telah ia lakukan. Setelahnya, masukan kritikan yang ingin kamu sampaikan lalu akhiri dengan pujian juga. Misalnya kamu akan mengkritik seseorang karena kekurangtelitiannya, maka katakan saja, “Aku perhatiin kamu selalu semangat kerjanya, akan lebih baik kalau rasa semangatmu ini dilengkapi juga dengan ketelitian dalam penghitungan. Tapi terus terang, aku salut lho dengan semangat kerjamu…”.

3. Gunakan strategi menukar kata ‘tapi/namun’ dengan ‘dan’, pssstt… ini salah satu cara ‘menghipnotis’ orang lewat tata bahasa

Ganti kata ‘tapi’ dengan ‘dan’ via unsplash.com

Kebanyakan orang nggak suka mendengar sesuatu hal yang bagus lantas ada imbuhan kata ‘tapi’, ‘namun’, atau kata lain yang sifatnya berkebalikan dengan kalimat pertama. Hal ini dianggap sebagai penolakan halus ataupun PHP terhadap pujian yang dilayangkan. Nah, akan lebih baik jika kata ‘tapi’ atau ‘namun’ ini dengan ‘dan’ lalu tambahkan benefit dari pernyataan tersebut untuk mempermanis kalimat.

Jangan: “Suaramu bagus banget, tapi sayang volumenya terlalu kencang.”

Ganti dengan: “Suaramu bagus banget, dan akan lebih bagus lagi kalau volumenya diturunkan sedikit. Yakin deh, kamu bakal lolos di audisi besok!”

4. Jangan hanya membahas kesalahan orang lain saja, bicarakan juga kesalahanmu pribadi yang berkaitan

Bicarakan kesalahan diri sendiri juga via unsplash.com

Saat mengkritik, baiknya bicarakan kesalahan lawan bicaramu secara nggak langsung, misalnya dengan kamu membicarakan kesalahan-kasalahan yang pernah kamu lakukan dan kamu menyesalinya. Dengan begitu, orang yang kamu kritik nggak merasa disalahkan. Tanpa kamu berusaha menyalahkannya dengan membicarakan kesalahan sendiri di sela-sela percakapan, pasti dia nggak akan malu menyadari kesalahannya karena mengetahui bahwa kamu pun ternyata masih jauh dari sempurna.

5. Bahasa tubuh saat menyampaikan kritikan juga harus mendukung alias nggak terlihat mengintimidasi

Sesuaikan bahasa tubuh via unsplash.com

Saat memberikan kritikan pada seseorang, jangan tunjukkan bahasa tubuh yang seolah-olah mengintimidasi. Tetaplah ramah dan sopan, tunjukkan senyum dengan tatapan yang bersahabat agar lawan bicara juga nyaman denganmu. Beri kesempatan padanya untuk mengutarakan pendapatnya. Saat seseorang mencoba untuk memberikan penjelasan, bahasa tubuh yang kamu tunjukkan juga harus mencerminkan sikap yang terbuka dan antusias terhadap penjelasan tersebut. Dengan begitu, lawan bicara nggak akan merasa terusik dengan kritikanmu.

6. Ajukan pertanyaan saja, jangan menyuruh bahkan jadi bossy. Setarakan posisi kalian, ya!

Ajukan pertanyaan, jangan menyuruh via www.pexels.com

Siapa sih yang suka disuruh-suruh? Coba bayangkan kalau kamu yang dikritik, lalu kamu disuruh ‘begini-begitu’ karena dianggap kamu melakukan kesalahan, kira kira gimana perasaanmu? Nggak enak, bukan? Orang lain juga pasti merasakan hal yang sama. Karenanya, cobalah mengganti kalimat perintahmu dengan kalimat pertanyaan yang sopan seolah-olah meminta tanggapan dan nggak menyalahkan.

Jangan: “Mending kamu ganti baju aja deh, norak banget!”

Ganti dengan: “Menurutmu baju full color gitu cocok nggak, buat datang ke akad nikahnya Monik?

7. Tetaplah bersatu dengannya, beri dukungan dengan menyediakan diri membantu tanggung jawabnya

Beri dukungan via theblueroom.bupa.com.au

Ketika seseorang benar-benar sadar akan kesalahannya, apalagi ia sadar orang lain menyalahkannya, akan sulit baginya untuk bisa mendapatkan kepercayaan dirinya kembali. Tunjukanlah peranmu sebagai saudara atau sahabat yang siap membantu. Tawarkan kepadanya sebuah solusi. Bantu ia untuk keluar dari keputusasaannya dan bangkit kembali. Beri ia motivasi, buatlah kesalahan kelihatan mudah untuk diperbaiki.

8. Jika yang bersangkutan nggak bisa memberi respons secara langsung atau belum menemukan solusi yang tepat, BERI WAKTU…

Beri waktu via inspiratorfreak.com

Kritikan bukanlah hukuman, tapi sebuah koreksi agar orang yang kamu kritik menjadi atau melakukan tugasnya dengan lebih baik. Jika yang bersangkutan nggak bisa memberi respons langsung atau kalian sama-sama nggak menemukan solusi yang tepat, berilah kesempatan lain. Secara psikologis, hal ini sangat penting untuk memberikan ruang waktu antara saat kamu memberikan kritikan dan penjelasan dari yang bersangkutan. Dengan begitu kamu akan dinilai masih mempunyai empati terhadapnya.

Dikritik atau mengkritik sudah merupakan hal yang lumrah. Sebuah kritikan merupakan sesuatu yang sangat berharga dan mempunyai tujuan yang baik. Jika bisa diterima dengan lapang dada, kita akan mampu mengoreksi kekeliruan yang terjadi dan membuat perbaikan. Makanya, agar kritikan bisa berfungsi sebagaimana mestinya, memberikan kritikan haruslah dilakukan dengan bijaksana, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

sumber : hipwee.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>