7 Penyebab Laptop Suka Mati Sendiri Berikut Cara Mengatasinya. Jangan Panik, Ya!

7 Penyebab Laptop Suka Mati Sendiri Berikut Cara Mengatasinya

Dari sekian banyak masalah yang biasa terjadi pada gadget, laptop yang mati sendiri adalah yang paling menyebalkan sekaligus mengerikan. Sebalnya, karena aktivitas yang sedang kita lakukan tiba-tiba terhenti, belum lagi jika kebetulan kita sedang mengerjakan sesuatu dan belum sempat disimpan. Ngerinya, bisa jadi laptop kita kena masalah serius yang bisa berakibat fatal kalau nggak cepat diatasi.

Nggak jarang, seringnya kita akan langsung menyerahkan laptop yang bermasalah itu ke tukang servis karena malas mengulik apalagi membetulkan sendiri laptop tersebut. Kalau Hipwee Tips boleh kasih saran, alangkah lebih baik jika kamu paling nggak ketahui dulu apa penyebab kenapa laptop bisa mati sendiri. Kalau bisa mengatasinya tanpa harus ke tukang servis, lumayan juga ‘kan?

1. Suhu laptop yang terlalu panas (overheat) karena sirkulasi udara nggak berjalan lancar

Letakkan di permukaan yang datar atau gunakan kipas pendingin via www.wikihow.com

Suhu laptop yang terlalu panas menjadi penyebab utama yang membuatnya  mati mendadak. Menggunakannya di atas tempat tidur, kasur, bantal, sofa, ataupun benda lain yang permukaannya kurang rata dan nggak stabil membuat sirkulasi udara menjadi terganggu. Alhasil, perangkat hardware di dalam laptop pun ikut panas.

Solusinya; Pastikan alas yang kamu gunakan rata dan keras sehingga nggak mengganggu sirkulasi udara pada laptop. Jika laptop masih cepat panas dan mati mendadak, pakailah cooling pad atau kipas pendingin setiap kali menggunakan laptop.

2. Kipas pendingin prosesor kotor dan berdebu, sehingga menyebabkan sirkulasinya jadi terganggu

Advertisement

Bersihkan kipas prosesornya via www.instructables.com

Kipas pendingin bekerja dengan meniupkan udara panas dari prosesor. Udara yang ditiupkan pastinya nggak dalam keadaan bersih dari debu, yang lama kelamaan akan menumpuk pada kipas dan menghambat kinerja kipas tersebut. Saat prosesor panas, dapat dipastikan kinerja laptop akan menurun. Jika dipaksakan, suhu prosesor akan terus meningkat hingga overheat sehingga prosesor nggak bisa bekerja dan laptop seketika mati.

Solusinya; Bersihkan kipas pendingin prosesor dari kotoran dan debu secara berkala menggunakan kuas atau perangkat lainnya yang sesuai.

3. Jika laptop sudah berumur, sebaiknya cek pasta pada prosesor. Pasta sudah mengering akan menyebabkan laptop suka mati sendiri

Mengganti pasta prosesor via homecentez.com

Pasta prosesor berfungsi untuk menghambat panas dari prosesor menuju ke heatsink. Heatsink sendiri merupakan logam dengan desain khusus yang terbuat dari alumunium dan juga tembaga yang berfungsi untuk memperluas proses transfer panas dari sebuah prosesor. Jika pasta prosesor ini mengering, maka panas akan menuju ke heatsink dan berpengaruh pada prosesor yang dapat merusak komponen penting tersebut. Akibatnya, laptop bisa mati sendiri atau bahkan kamu harus mengganti prosesor jika masalah ini dibiarkan terus.

Solusinya; Ambil bagian prosesor kemudian oleskan pasta yang baru secara merata di bawah kipas prosesor. Harga pasta prosesor sendiri relatif murah, kamu bisa mendapatkannya di toko komputer terdekat.

4. RAM yang kotor juga bisa menghambat kinerja laptop bahkan membuat laptop nge-hang dan error lalu tiba-tiba mati mendadak

Bersihkan RAM dengan penghapus via gudangteknikkomputer.blogspot.co.id

Meski posisi RAM berada di dalam laptop, namun nggak menutup kemungkinan debu dan kotoran bisa masuk dan mengotorinya. Atau, bisa juga terjadi kaki RAM yang berkerak karena usianya yang sudah cukup lama, jarang dibersihkan ataupun di-upgrade. Mengingat posisi RAM yang penting sebagai tempat penyimpanan memori, maka kamu harus selalu memerhatikan kesehatannya juga.

Solusinya; Bersihkan bagian RAM menggunakan penghapus agar nggak meninggalkan bekas. Selain itu, kamu juga bisa meng-upgrade kapasitas RAM sesuai dengan kebutuhan.

5. Penggunaan laptop nggak disesuaikan dengan spesifikasinya. Misalnya, laptop standar digunakan untuk gaming

Gunakan sesuai spesifikasinya via www.digitaltrends.com

Laptop mati sendiri pada saat main game banyak dialami oleh pengguna laptop yang memang laptopnya bukan laptop gaming. Laptop gaming memiliki spesifikasi tersendiri yang memang khusus digunakan untuk gaming, sedangkan laptop biasa yang dipaksakan untuk menjalankan game yang membutuhkan tenaga tinggi bisa membuat laptop cepat panas, nge-hang dan akhirnya mati sendiri.

Solusinya; Gunakan laptop sesuai dengan spesifikasinya, jangan paksakan laptop standar untuk aktivitas lain yang membutuhkan tenaga tinggi seperti nge-game misalnya.

6. Laptop mati mendadak juga bisa diakibatkan oleh terjadinya crash akibat install program yang belum sempurna

Sistemnya crash via www.youtube.com

Masalah yang disebabkan oleh sistem operasi yang dapat mengakibatkan laptop mati sendiri ini perlu identifikasi lebih lanjut. Umumnya, saat laptop tiba-tiba restart (mati lalu menyala lagi) dan tampilan layar monitor tiba-tiba mentok di boot-screen dengan tulisan “ntldr is missing”, “bootmgr is missing”, mungkin peringatan “please insert boot device” atau semacamnya, hal tersebut mengindikasikan ada masalah dengan partisi sistem (misalnya pada drive C) sehingga sistem operasi kehilangan kemampuan untuk memuat semua file sistem operasi.

Solusinya; Install ulang laptopmu atau me-repair-nya sehingga nggak membutuhkan waktu lama untuk memulihkan sistem operasinya.

7. Masalah yang terakhir mungkin terjadi dikarenakan oleh mainboard atau motherboard yang bermasalah

Mainboard-nya udah rusak kali via www.ifixit.com

Mainboard atau motherboard bisa dibilang merupakan otaknya perangkat laptop. Bisa dibayangkan dong seberapa penting dan krusialnya? Mainboard yang bermasalah ini biasanya dialami oleh laptop yang sudah berumur, atau karena aktivitas multitasking yang terlalu menguras kinerja laptop setiap hari. Spesifikasi mainboard laptop lama biasanya memiliki komponen yang kurang update, sehingga dengan perkembangan banyaknya aplikasi dan game yang memberatkan dapat menguras tenaga komponen-komponen tersebut. Akibatnya, nggak berselang waktu lama, laptop dengan mainboard yang usang dan aplikasi modern yang menuntut spesifikasi membuat laptop sering crash bahkan mati sendiri.

Solusinya; Mengganti mainboard yang usang dengan mainboard yang baru agar laptop bisa bekerja dengan optimal. Namun, kebanyakan orang yang mengalami ini akan mengganti laptopnya mengingat harga mainboard dan perawatannya yang hampir setara dengan harga laptop baru.

Berikut beberapa penyebab kenapa laptop yang kita gunakan bisa mati secara mendadak berikut solusi yang bisa kamu lakukan. Jika kamu nggak terbiasa untuk membongkar laptop sendiri, kamu bisa meminta tolong pada jasa servis laptop yang dipercaya. Nah, untuk mengantisipasi hilangnya data penting saat laptopmu tiba-tiba mati dan nggak bisa digunakan, pastikan juga kamu telah memiliki backup data baik dalam external hard disk drive atau media lain termasuk cloud storage. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

sumber : hipwee.com


loading...

Tips Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>